Huawei E220

12.7.2008 | 10:56 am | Gadgetory, Komputer

Jum’at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.

Namun, setelah kemarin saya melepas PDA, melintas iseng ingin mencoba ketangguhan Huawei E220. Kenapa saya pilih ini, jawabannya super simple. Karena type inilah yang bolak balik saya lihat dan baca di milist atau forum yang membahas per-gadget-an. Sekedar informasi, modem ini sudah mendukung koneksi HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Spek lengkapnya, bisa minta bantuan Om Google.

Buka online store, mencari stok dan siap cash on delivery. Sore itu juga saya minta barang diantar. Setelah saya terima, langsung colok ke notebook. Modem ini sudah bundled driver dan aplikasi di dalamnya. Tanpa CD. Setup sana dan setup sini, akhirnya saya berhasil download internet. ;-)

Saat itu, saya masih menggunakan settingan default. Salah satunya untuk koneksi yang WCDMA preferred. Ternyata dengan opsi ini, kecepatan kurang stabil. Bila sinyal HSDPA atau 3G hilang, langsung berpindah ke gprs. Ini yang membuat kecepatan menurun drastis.
Read More »

Ligamen Saya Lepas

10.18.2008 | 12:23 pm | Kesehatan, Motor dan HTML

Pagi itu, 17 Oktober 2008, sangat cerah sekali. Langit biru menghias cakrawala ditemani suara burung yang mulai berkicau di sekitar rumah. Bangun tidur, badan terasa segar. Mungkin karena tidur yang cukup dan suasana nyaman di ruang peristirahatan. Selain indahnya hari Jum’at karena sebentar lagi weekend, malam nanti pun akan ada acara foto dan makan malam bersama seluruh rekan team. Dengan dresscode batik dan jeans yang pas terpasang di badan saya. Batik ini baru saja saya beli khusus untuk acara nanti malam.

Pukul 06.30, saya berangkat ke kantor di bilangan Jakarta Pusat. Enteng sekali badan ini melenggang dengan motor kesayangan. Pagi yang sempurna.

Belum jauh saya melangkah dari gerbang kompleks, rupanya kesempurnaan pagi harus terhenti di sini. Sebuah mobil pick up tanpa lampu sen dan lampu rem, yang berada tepat di depan saya, tiba-tiba berbelok ke kanan. Pada saat itu, saya melihat ada pengendara motor yang hendak menyalip dari kanan akhirnya terserempet, dan jatuh. Tapi malang, setelah menyenggol motor di kanan, mobil pick up tersebut berhenti mendadak, dan saya telat membuang motor ke kiri. Sebagian besar motor sebenarnya sudah aman dari tabrakan. Hanya ujung stang yang masih berbenturan dengan pojok belakang mobil. Sayangnya, lutut kanan saya masih kena benturan dengan mobil.

Singkatnya, saya menahan nyeri luar biasa saat itu. Setelah beristirahat sejenak, karena tidak nyaman dengan kondisi yang ada, saya kembali ke rumah. Oh iya, mobil sudah langsung lari tunggang langgang setelah mengetahui kejadian tersebut.

Sampai rumah, saya memanggil tukang urut, untuk sedikit meringankan sakit pada lutut kanan. Menurut si tukang urut, tidak ada masalah pada tulang saya. Hanya keseleo kecil, dan akan sembuh dalam beberapa hari. Saat itu, saya tenang, dan beristirahat. Tidur sampai siang.

Sorenya, saya bangun dari tempat tidur, dan berdiri. Nyaris saya tak punya keseimbangan, dan lutut kanan ini sakit luar biasa. Terlihat kaki pun mulai membengkak. Rasanya, jauh berbeda dari keseleo yang pernah saya rasakan sebelumnya.

Saat itu juga saya ke rumah sakit untuk dilakukan ronsen dan periksa ke spesialis ortopedi. Hasilnya, tulang pengikat ligamen saya lepas dari sarangnya. Ligamen ini menghubungkan tulang betis dan tulang paha. Akibat lepasnya ligamen ini, saya akan kesulitan naik turun tangga, berlari, atau beban berat yang tertumpu di lutut tersebut. Solusi satu-satunya menurut dokter adalah dengan melakukan operasi untuk memasang ligamen yang lepas tersebut.

Saya masih mencari opini atau referensi lain tentang masalah ini. Namun, sejauh ini, dari bantuan om google, saya hanya mendapatkan masalah putusnya ligamen. Tapi belum menemukan artikel tentang lepasnya ligamen tersebut.

Nostalgia Kereta Listrik Jakarta - Bogor

08.31.2008 | 9:47 am | BlogMe

Sejak akhir 2001, setelah lulus kuliah, nyaris saya tak pernah lagi menggunakan jasa transportasi KRL Jakarta – Bogor. Transportasi umum yang diandalkan karena kecepatan waktu tempuhnya (bebas macet), daya angkut yang lebih banyak, juga harga yang murah untuk membeli tiketnya. KRL ini dulu menjadi angkutan sehari-hari saya dari rumah ke kampus yang berada di bilangan Depok. Dengan rumah saya berada di Jakarta Timur, KRL memang menjadi pilihan yang paling pas.

Selain fitur standar yang ditawarkan KRL, banyak sekali kenangan yang teringat selama menggunakan transportasi rakyat tersebut. Dari kenangan lucu, sedih, romantis, senang, dan pengalaman lain yang tak terlupakan hingga kini.

Hari ini kebetulan saya melakukan ritual rutin pada kendaraan saya di bengkel yang berada di sekitaran Lenteng Agung. Dan, pada waktu yang sama, saya juga harus ke kantor untuk sedikit keperluan. Kantor saya berada di Patung Tani, dekat stasiun Gondangdia. Dengan kondisi ini, angkutan umum yang paling pas adalah dengan naik kereta. Selain agar waktu lebih cepat, juga untuk membangkitkan kembali kenangan lama jaman kuliah dulu. :-)
Read More »

Keberuntungan Itu Datang

08.24.2008 | 8:08 am | BlogMe

Sabtu 23 Agustus 2008, sebuah lembaga keuangan tempat saya mencari nafkah, mengadakan acara outing di lokasi yang terkenal dengan kesejukan udaranya. Rumah Cisarua, jalan raya Puncak, Bogor.

Awalnya, saya sempat ragu dengan keikutsertaan saya pada acara ini. Alsannnya, hampir semua rekan team dalam satu unit kerja saya tidak ikut serta. Rata-rata mereka menyesalkan rencana acara outing yang nyaris seperti team buliding. Persyaratan barang bawaan pun terasa memberatkan. Well, ini pun sempat terlintas dalam pikiran saya. Karena yang ada di otak saya, outing itu harusnya menikmati suasana alam, hiburan, relax, dan menikmati minuman segar sambil dipijit. heiahiehai..
Tapi, berhubung saya terlanjur niat sejak awal untuk ikut. Sendiri pun saya jalani. Toh masih banyak rekan unit lain yang masih bisa saya ‘gauli’. :-)

Berangkat dari kantor sekitar pukul 8.00, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Sampai di sana, langsung disuguhkan kopi hangat dan pembagian kaos outing. Dan acara pun siap dimulai.

Berbagai permainan mengalir dengan serunya. Permainan yang ditawari EO lumayan menarik. Jauh dari perkiraan sebelumnya. Hampir semua anggota kelompok aktif mengikuti. Dan hasilnya, kelompok saya meraih juara II. Tentu dengan pengorbanan badan yang pegal-pegal karena banyak aktifitas fisik dalam permainan ini.

Selain permainan kelompok, ada selipan undian doorprize. Hadiahnya pun bervariasi. Dari DVD player, kipas angin, sampai mesin cuci dan kulkas. Dari awal, saya berpikir bahwa saya tidak akan mendapat barang-barang tersebut. Karena memang, seumur hidup tidak pernah mendapatkankannya.

Sampai saat itu, saya berpikir bahwa keberuntungan saya bukan berasal dari undian doorprize. Harus ada usaha untuk mendapatkan segala sesuatunya. Dan memang terbukti, dua kali outing sebelumnya, saya tidak pernah mendapat undian doorprize. Tapi selalu mendapat peringkat pertama untuk lomba kelompok.

Tapi kali ini berbeda. Selain kelompok saya meraih juara II, tanpa diperkirakan, nomor undian saya menjadi nomor yang paling beruntung hari itu. Hadiah grandprize akhirnya bisa saya bawa pulang. :-)

Bagi yang percaya akan faktor keberuntungan, tentu ini jadi tanda tanya besar. Apakah keberuntungan -dan kesialan- itu juga tidak selamanya milik beberapa orang saja? Apakah bisa berpindah ke orang lain yang sebelumnya tidak memilikinya? Atau ini akan jadi titik balik akan keberuntungan seseorang?

“Popularity and Glamour are only part of the factors involved in winning elections. One of the most important of all is luck. In my case, luck was always with me”
– Harry Truman (mantan Presiden United States) –

Wordpress 2.6.1

08.18.2008 | 8:13 pm | Komputer

Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.

Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, Bung?! hihihi… Sebelumnya, saya memang sudah puas dengan wordpress versi jadul, 1.5. Baru sekali upgrade dari versi sebelumnya, sewaktu masih di tempat hosting yang lama. Saat itu, menggunakan cpanel, upgrade wordpress semudah menjentikkan jari. Tinggal masuk menu instalasi, dan otomatis akan ditawarkan versi terbaru. Sekali klik, proses upgrade berjalan dengan sendirinya.

Setelah saya pindah tempat hosting, yang menggunakan DirectAdmin, saya hampir tak pernah melihat menu untuk upgrade wordpress. Ya sudahlah, toh aktivitas blog saya tidak terganggu hanya karena menggunakan versi yang lama.

Sampai sore tadi, saat melihat plurk-an seseorang tentang versi wordpress terbaru, saya tergugah untuk coba-coba upgrade. Seperti biasa, tanya om google dulu bagaimana upgrade wordpress di DirectAdmin. Sampailah saya ke tutorial ini. Oh iya, sepertinya ada menu Installatron, yang mungkin fungsinya untuk memudahkan instalasi/upgrade di DirectAdmin. Tapi, untuk sementara saya skip dulu menu ini, dan menggunakan cara upload manual.

Ah, ternyata simple aja yaa. Mulailah saya mengikuti setiap langkahnya. Dari download wordpress 2.6.1 sampai upload ke server nyaris tanpa cela. Ups, ada ding celanya. Berhubung upgrade hanya menggunakan media koneksi gprs, terbayanglah kecepatan proses uploadnya. Mulai proses pukul 16.00, baru selesai pukul 20.00. Padahal, di website Wordpress digaungkan proses upgrade hanya memakan waktu tak lebih dari 5 menit saja. hehehe.. Tapi salut juga dengan koneksi Telkomsel hari ini. Notebook saya hidupkan dari pukul 8 pagi, dan langsung sambung ke internet. hanya terputus sekali pada pukul 19.

Sekarang, wordpress saya sudah berjalan dengan versi 2.6.1. Versi paling baru pada saat tulisan ini dibuat. Entah sampai kapan versi ini akan tinggal di server blog saya. Kita lihat saja nanti.. :-)

Tentang Provider

07.4.2008 | 8:31 pm | Gadgetory, Komputer

Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.

Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.

Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.
Read More »

Minggu Pagi Di Komplek Rumah

05.25.2008 | 12:10 pm | Rumah

Kata olahraga sudah hampir punah dalam kamus hidup saya. Lebih dari dua tahun seluruh tubuh ini nyaris tidak pernah digerakkan atas nama olahraga. Hanya goyangan santai pada dua tangan dan beberapa kali goyangan kepala saya lakukan sebelum berangkat ke kantor. Waktunya, tak lebih dari lima menit.

Sebelumnya, dua tahun silam, saya sempat rutin melakukan olah raga pagi di Monas atau Senayan. Berangkat dari rumah pukul 5 pagi, masih cukup waktu untuk berputar-putar sambil menghirup udara segar. Tapi, selama dua tahun belakangan, saya hampir tak pernah lagi memiliki semangat untuk melakukan aktivitas menyehatkan itu.

Saat ini, saya sudah pindah rumah ke daerah Pamulang. Komplek yang saya tinggali kebetulan memiliki suasana yang pas untuk melanjutkan olah raga yang terputus. Setiap minggu pagi, akses jalan dari gerbang komplek sampai mesjid ujung jalan, dengan jarak hampir 5 km, selalu dipenuhi oleh warga komplek dan penduduk sekitar yang ingin menikmati kesegaran dan kesejukan udara di sini.
Read More »

« Previous Entries