04.11.2008 | 7:31 am | BlogMe, Makanan dan Minuman
Pagi ini, suasana cerah menyelimuti Selatan Jakarta. Macet dan asap kendaraan menjadi menu yang tak terelakkan. Tentu dengan raungan klakson dan permainan gas dari beberapa kendaraan yang tak kuat menahan depresi lalu lintas Jakarta.
Seperti biasa, seakan tak mengindahkan suasana tersebut, bersama belahan jiwa kerap mencari pilihan sarapan pagi. Setiap hari silih berganti. Variasi yang menjadi keharusan untuk jiwa yang funky.
Tersebutlah tempat makan di bilangan Menteng Jakarta Pusat. Sebuah tempat penjual mie ayam biasa mangkal setiap harinya. Produk mie yang beberapa kali dibahas di stasiun televisi. Beberapa forum di internet pun tak ketinggalan membahas makanan ini.
Mie Ayam Asun. Konon kabarnya, nama Asun diambil dari daerah asal si penjual. Asun singkatan dari Anak Sunda.
Sebenarnya lokasi yang berada di trotoar depan Sekolah Theresia ini, selalu saya lalui dalam perjalanan dari rumah ke kantor. Rasa ingin mencoba pun selalu terlintas sesaat. Namun, keberuntungan baru saya dapatkan ketika pagi ini sudah mati gaya dengan menu sarapan yang ada.
Selintas, hampir tak ada tempat parkir yang memadai di area ini. Tapi jangan khawatir, pinggir-pinggir batasan trotoar sudah ditetapkan sebagai tempat parkir oleh sekelompok orang di sana.
Tiba saatnya mencari tempat duduk dan pemesanan. Tempat duduk seadanya disediakan penjual. Walau hanya satu kursi memanjang di bawah pohon rindang, suasana nyaman tak lepas dari tempat itu. Dengan menyebutkan jumlah pemesanan, sang penjual dengan segera meracik hidangan hangat tersebut.
Rupanya, SLA dari Mie Ayam Asun ini patut diacungi jempol. Hanya hitungan menit, semangkuk mie ayam sudah sampai di tangan saya. Entah karena masih pagi dan sepi, atau memang biasa seperti itu. Yang jelas, saya puas dengan cepatnya penyajian.
Tampilan satu porsi tidak ada yang istimewa. Sama seperti kebanyakan mie ayam. Terdiri dari mie, ayam, 2 baso, 2 pangsit goreng, dan seledri. Dengan mangkuk bergambar ayam, 2 sumpit merah, plus piring plastik penahan panas. Semuanya masih standar penjualan mie ayam.
Suapan pertama, puluhan lembar mie langsung melesak kedalam mulut saya. Hmmm, rasanya… Standar! Yeah rite, rasanya masih standar.
Mie ayam yang digembor-gembor memiliki rasa anak sunda ini, ternyata tidak berbeda jauh dengan mie ayam lainnya. Walaupun tidak bernilai minus, tapi juga tidak lebih lezat. Masih kalah jauh dengan mie ayam 4848 di bilangan Kwitang. Ada kemiripan rasa dengan mie ayam di Kebun Sirih. Walaupun masih lebih enak daripada mie ayam Nanang yang rasanya semakin sucks!
Kini, semangkuk mie sudah berpindah kedalam perut. Nyaris tidak ada rasa kenyang. Yup, selain rasanya yang standar, porsinya pun tidak terlalu banyak. Kalah jauh dibanding porsi mie ayam Nanang yang sampai memenuhi mangkuknya. Walau rasanya tetap sucks!
Tiba saatnya perhitungan serius dengan si penjual. Sang belahan jiwa bertanya,” Berapa, Bang?”.
“Sepuluh ribu, Mbak”, jawab si penjual. “Heh?!” gumam saya..
Weh, dengan porsi yang sedikit, rasa standar, dan tempat yang seadanya, harga 10 ribu kurang pas untuk dibandrol pada mangkuk mie ayam itu.
Hanya cepat saji yang menarik untuk diberi nilai positif.
Comments (7)
03.16.2008 | 12:50 pm | BlogMe
Pernah ngerasa depresi? Tertekan? Stress berlebihan?
Disebabkan karena berbagai hal, depresi sangat mudah datang pada setiap insan manusia. Penyebabnya pun relatif berbeda. Tergantung kekuatan mental dan pengalaman dari sang individu dalam menjalankan hidupnya. Beberapa masalah yang timbul pada satu individu bisa menjadi beban yang berat pada dirinya. Namun, masalah yang sama belum tentu menjadi beban bagi orang lain.
Melihat keberagaman ini, seharusnya satu individu bisa belajar banyak dari individu lainnya. Semakin banyak belajar, semakin kuat individu tersebut menghadapi setiap masalah yang menimbulkan depresi. Tapi ternyata, tidak semua individu mampu menangkap pelajaran ini. Walau kadang pelajaran yang ada sudah di depan mata. Rasa cuek, ketidakmengertian, sampai rasa enggan yang dalam kadang mempengaruhi individu itu untuk tidak belajar.
Rasa penyesalan akan datang dikemudian hari. Biasanya setelah depresi itu sudah datang, dan semua terasa terlambat. Apakah ini terjadi pada semua individu? Atau hanya terjadi pada individu-individu yang bisa dibilang bodoh dalam menyikapi hidupnya sendiri?
Terlalu dini untuk menyimpulkan. Tapi juga akan sangat terlambat bila setiap individu harus mengakui kebodohannya setelah semua masalah terjadi. Ketika depresi sudah menyelimuti dirinya. Sudah tidak bisa lagi berpikir jernih. Bahkan, tindakannya pun sudah tidak bisa dibilang wajar. Tanda kegilaan diujung mata. Cepat atau lambat, semuanya malah akan menimbulkan effect negative yang lebih besar.
Sulit memang, untuk bisa mengerti kenapa semuanya bisa terjadi. Bahkan bisa terjadi berulang tanpa kita bisa mengambil pelajaran dari masalah sebelumnya. Yaa, bila dilihat dari hidup, beberapa orang akan berkata,”Itulah hidup!” Gak akan ada hidup yang sempurna. Semua masalah akan menjadi bumbu dalam kehidupan. Tapi tidak terasa cerdas bila selalu berpikir begitu. Pikiran harus dikembangkan. Strategi harus diubah. Kebiasaan lama yang negatif harus disingkirkan. Lihat sekeliling! Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari setiap segi kehidupan. Sekecil apapun.
Kita tak pernah tahu ilmu yang begerlimpangan di sekeliling kita akan menjadi modal yang sangat berharga di kehidupan kita ke depan. Jadi, jangan pernah meremehkan apapun dalam hidup ini. Peduli akan sekitar. Tangkap semua ilmu di sekeliling. Dan jadikan setiap desah napas kita untuk belajar berbagai hal demi kehidupan yang lebih baik.
Comments (3)
02.17.2008 | 10:11 pm | Kesehatan
Lebih dari dua tahun saya menahan diri untuk tidak mencabut gigi geraham kiri. Padahal, sudah sejak itu pula, dokter gigi mem-vonis geraham ini segera dicabut. Istilahnya, gigi itu sudah mati dan tinggal sampahnya saja. Memang, geraham kiri saya sudah sejak lama patah bagian atasnya. Hanya akar saja yang tersisa. Permukaan pun nyaris tertutup gusi. Pantas bila disebut sampah.
Rupanya, kondisi geraham kiri membuat iri geraham kanan. Mungkin, melihat saudara kembarnya asik-asikan hidup tenang di bawah gusi, tanpa menjalankan tugas mengunyah makanan, membuat si geraham kanan membuat keputusan yang sama. Tahun lalu, geraham kanan mulai patah pada satu sisinya. Goyang inul setiap ada tekanan. Dan beberapa kali membuat tuannya merasa sakit tak tertahan. Puncaknya, bulan puasa silam, sakit gigi membuat kehidupan saya agak merana. Nyaris setiap detik saya harus menahan rasa nyeri. Benar-benar lebih nyeri dari sakit hati *spontan nyanyi dangdut*.
Dari situ, saya memantapkan diri untuk segera mencabut gigi geraham sialan ini. Sambil menunggu sembuh, saya mencari informasi tentang proses pencabutan gigi. Damn! selain kisah yang amat menakutkan, bumbu-bumbu dari teman yang tak bertanggung jawab membuat nyali saya ciut juga. Apalagi bila dikaitkan dengan jarum suntik. Eit, bukannya saya takut jarum suntik, lho.. Cuma, saya agak menghindari benda-benda tajam mendekati, apalagi masuk ke dalam tubuh saya. Sekecil apapun. Hehehe..
Selepas masa tersiksa, kondisi gigi berangsur pulih. Rasa sakit yang pernah datang seakan terlupakan. Niat untuk menghilangkan sumber sakit sudah tidak terlintas lagi. Untuk sementara, saya membiasakan hidup dengan gigi geraham kanan yang patah setengah, dan goyangan mautnya yang siap menusuk gusi dengan rasa perih suatu hari nanti.
Sampai akhirnya, datang niatan mulia itu. Senin kemarin, sambil ber-narsis diri di depan cermin, iseng saya perhatikan setiap sisi gigi geraham. Panik juga dengan kondisi patahan yang sudah semakin parah. Warna hitam di bawah patahan sudah mulai melebar. Hmm, harus ambil tindakan tegas. Cabut!
Read More »
Comments (6)
01.25.2008 | 10:56 pm | Komputer
Gegap gempita gaung Acer Aspire 4520 menyentak saya untuk memperhatikan keberadaan notebook ini. Dari beberapa forum yang saya jamah, hampir pasti jumlah halaman yang terbentuk akan lebih banyak dari topik-topik yang lain. Pujian yang ada jauh lebih besar dari cercaan yang sempat lewat. Lain forum, lain pula cerita di sebuah mailing list yang diakui sebagai sumber informasi per-gadget-an. Walau belum ada topik khusus tentang ini -afaik-, beberapa orang terlihat memberikan referensi positif yang mengacu pada notebook ber-processor AMD Turion tersebut.

Acer 4520 sudah menarik hanya dengan melihat tampak luarnya. Format tampilan baru ini sepertinya sudah menjadi ciri khas untuk beberapa varian Aspire. Dan saya jadi salah satu orang yang tertarik sejak pertama kali melihatnya. Warna hitam pada sisi luar, menutup aura putih yang akan terlihat jelas ketika kita membukanya. Walau warna ini merata di seluruh body dalam, dari list LCD sampai keyboard -ada list LCD dengan warna hitam-, tidak ada rasa bosan untuk memandangnya. Sudut oval membuat tampilan lebih dinamis dan jauh dari kesan kaku. Jejeran icon-icon kecil di bawah keyboard memberikan informasi lengkap tentang hardware dan fitur yang tertanam di dalam notebook super lengkap ini. Balutan luar speaker membentang lurus di atas keyboard dengan didampingi tombol shortcut untuk mengeksekusi beberapa fitur dan aplikasi. Tepat di atas LCD, lekat menempel sebuah benda kecil dan hitam yang mampu menampilkan apapun yang berada di hadapannya. Webcam dengan tajuk Crystal Eye.
Read More »
Comments (22)
12.26.2007 | 11:07 am | Motor dan HTML
Malam itu, kebetulan keluarga dari Bandung hendak berkunjung ke rumah baru gue. Daripada berlama-lama kasih petunjuk arah, gue berinisiatif menjemput mereka di pintu gerbang komplek.
Setelah mereka sudah sampai di gerbang, gue dan istri bergegas memacu Tigi menuju gerbang depan. Baru beberapa ratus meter keluar pagar rumah, tiba-tiba dari ujung jalan ada seekor anjing putih dan besar menghampiri. Melihat anjing mendekat dan mendengar gonggongan anjing tersebut, sontak istri gue teriak histeris. Gue yang awalnya tenang dan berniat menghentikan motor -katanya bila kita berhenti, anjing juga diam yaa?-, ternyata si anjing sialan ini tidak menghentikan gonggongannya. Akhirnya, gue jalanin motor dan menambah kecepatan dengan perkiraan si anjing akan berhenti mengejar. Duh, masih salah juga perkiraan gue. Larinya semakin kencang, dan sudah tepat berada si kaki istri gue. Spontan dia mengangkat kakinya dan menggerakkan badan ketakutan. Jadi lah gue keilangan keseimbangan. Dan… Sukses nyusruk di pinggir jalan!
Alhamdulillah kita berdua masih sadar, dan gue bisa telepon keluarga Bandung untuk menjemput kami di TKP. Jadi tebalik deh.. hehehe…
Luka gue paling parah di tangan kiri yang terkuak lebar. Lengan kanan memar dan sulit digerakkan. Kaki kanan pun lumayan ngilu. Entah terbentur benda apa. Istri, luka dan memar di betis, pinggang, dan luka kecil di jari tangan. Yeah, we’re using full face helmet!
Motor, reflektor lampu melesak ke dalam batok yang pecah. Lampu sen patah. Spakboard terbelah dua. Dan segitiga komstir yang bengkok dan menyebabkan roda serong ke kiri.
Kami berdua sudah mendapat perawatan, dan Alhamdulillah tidak ada luka serius. Motor sudah masuk bengkel.
Kita segera melapor ke pengurus RT, tentang keberadaan anjing tersebut. Berhubung kami orang baru, mungkin si anjing mau kenalan.. 
Dan, mulai semalam anjing tersebut sudah dirantai. Karena ternyata sudah banyak memakan korban dengan kejadian serupa.
Comments (18)
11.18.2007 | 4:22 pm | Gadgetory
Uhm, rasanya saya pernah menulis tentang kekecewaan terhadap provider excelcom di media yang berbeda. Lagi-lagi kekecewaan terulang lagi.
Bermula dari perpindahan group Xplor corporate saya beberapa bulan lalu, sampai hari ini bertubi-tubi kasus mengesalkan menimpa saya. Lucunya, kasus ini sudah terjadi sejak awal saya bergabung dengan group dan nomor baru, sampai akhirnya saya memutuskan ganti nomor.
Sebelumnya saya sudah menjadi pelanggan Xplor corporate dengan layanan yang sama. Flat gprs. Saat itu, saya bergabung dengan group yang saya kenal di milis. Karena kurang nyaman dengan PIC lama, saya berpindah ke group yang dikelola oleh salah satu organisasi yang saya ikuti.
Pada hari pertama pemakaian, saya sudah diberi informasi bahwa nomor telah aktif, lengkap dengan flat gprs-nya. Walaupun saat itu masih awal bulan, saya dijanjikan perhitungan pro rate untuk biaya gprs. Sekedar info, periode billing cycle corporate saya adalah setiap tanggal 16. Berarti ada waktu setengah bulan lagi sebelum tanggal cetak. Berhubung sudah dijanjikan pro rate, maka saya tidak merasa dirugikan dengan hitungan flatnya.
Read More »
Comments (12)
10.12.2007 | 1:19 pm | BlogMe
- Alhamdulillah, sampai puasa terakhir ini belum batal. At least, makan dan minum..
- Sahur rutin antara pukul 03.30 - 04.00 WIB.
- Setelah sahur, disempatkan tidur sampai pukul 06.30. Kecuali hari libur, sampai waktu yang tidak terbatas.
- Buka puasa hanya beberapa kali di rumah. Awal-awal hari puasa aja. Selebihnya, di kantor atau di jalan dengan makanan seadanya. Gorengan + lontong, kolak, mie ayam, atau kadang donat dan hokben, pas ada yang traktir.
- Hanya beberapa kali buka puasa bersama. Banyak waktu yang gak pas pada saat undangan bukber berdatangan.
- Kerja masih seperti biasa. Gak ada yang istimewa selain disediakan tempat tidur yang nyaman pada jam istirahat.
- Weekend, lebih sering keluar rumah. Badan terasa lemas bila hanya bermalas-malasan di rumah.
- Niat libur nge’bengkel gak berhasil. Minggu terakhir puasa, malah harus ke bengkel untuk mengganti gearset. Hari itu menjadi puasa terberat selama sebulan, dehidrasi terhebat yang pernah dialami.
- THR terbesar yang pernah didapat pada tanggal 28 September 2007. *bwhahahaha.. ada yang ngiri*
- Menjual gadget kesayangan (Blueangel - SX66) pada tanggal 8 Oktober 2007, setelah membeli gadget pengganti (Universal - Exec) pada tanggal 25 September 2007.
- Apa lagi yaa? *masih mungkin ditambahken*
Comments (6)
« Previous Entries