Archive

Archive for 2004

Aug
10

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari
kasih sayangnya pada orang disekitarnya…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi
dari kelembutannya mengatakan kebenaran…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat
bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari
sikap bijaknya memahami persoalan…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari
hati yang ada dibalik itu…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Jul
12

Di hari pertama minggu ke 2 bulan Juli ini bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.. Gimana nggak, hari ini hampir tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan,.. bengong, bengong, dan bengong lagi. Mau chat males, browsing juga lagi bosen… Ikutan komentar di milist dan forum lagi gak selera. Wah, pertanda apa yah?

Jadi iseng-iseng nge-blogie deh..

Cerita dikit ah,… Kemaren nonton Spider-Man 2 di salah satu bioskop terkenal di Jakarta Barat. Niatnya nonton yang jam 14.00, tapi sesampainya disana, ternyata ngantrinya panjang banget dan mungkin akan kehabisan ticket bila dipaksakan.. Jadi menunggu saja untuk antri yang jam 16.00…

Setelah antri selama 45 menit, akhirnya kursi C bisa didapatkan…
Filmnya bagus, mungkin karena sudah terlanjur suka dengan karakter Spiderman sebelumnya. Tapi bila dilihat, tricknya masih sama seperti seri sebelumnya, ceritanya juga tidak lebih bagus. Well, that’s my opinion .. ;-)
Tapi cukup puas koq… apalagi pas…

Kemarin ada pertanyaan dari seorang pembaca blog apakah disini ada cerita cinta pribadi? Uhmm… Dijawab aja belum ada..
Sebenarnya ada juga keinginan untuk menulis curahan hati dalam dunia percintaan… tapi koq setelah dipikir-pikir takut terjadi hal-hal yang tidak enak dibaca oleh ‘orang’ lain … hihihi…
Tapi ntah-lah, mungkin kedepan hal ini bisa segera diimplementasikan… Atau mungkin akan buat satu blog lagi?

Jul
10

Work n Hobby…

Seperti biasa, ada 2 minggu dalam satu bulan harus masuk kerja. Pekerjaan-pekerjaan kecil sudah terselesaikan untuk minggu ini. Hanya report bulanan yang belum juga mencapai kata finished.. Males euy…

Minggu ini lumayan santai untuk pekerjaan kantor, sementara di organisasi HTML lumayan sibuk…
Mulai dari persoalan di HSRT sampai tugas sebagai BOM. Belum lagi banyolan seru di parkit yang sepertinya sayang untuk dilewatkan.

Di HSRT, persoalan pelaporan penyimpangan standar berkendara lumayan mendapatkan perdebatan seru di dalam TEAM. Dari pencarian klarifikasi yang sulit, sampai pelaporan yang memang kasusnya sangat sensitif. Belum lagi direpotkan dengan acara Talk Show yang diadakan di Radio One jakarta. Sejak disebarkan undangan dari produser sampai akhirnya tercipta kata sepakat kehadiran, banyak hal-hal yang memang harus dicermati dan diselesaikan dengan seksama.

Feeling…

Hari kamis kemarin mendapat kabar yang agak-agak membingungkan perasaan. Apakah perasaan bahagia, sedih, atau serasa loser…. hihihi… bingung khan?
Untuk jelasnya sudah tidak mungkin lagi untuk diceritakan, karena sebenarnya ini hanyalah kasus klasik yang sudah hampir punah. Berdoa saja semoga hal terbaik selalu menjadi jalan hidup kedepan.. AMIEN…

Jun
18

Inginnya setiap saat bisa mengambil ‘mata kuliah’ ini. Disaat bersosialisasi, bekerja, menikmati hari sampai ketika menyantap hidangan di meja makan. Dengan menyelipkan sepucuk rasa ikhlas yang mendalam pada setiap segi kehidupan, pastinya semua masalah yang timbul gak akan membuat hati dan pikiran pusing tujuh keliling,.. rite?

Tapi apa bisa? Kita khan manusia juga, semua masalah yang kita hadapi pasti selalu direspon oleh emosi dan nafsu. Perbandingan antara pikiran, emosi, dan nafsu khan tergantung masing-masing individu.

Lalu, apa hubungannya belajar ikhlas dengan perbandingan-perbandingan itu?
Hanya pendapat sendiri saja, terpikirkan jika kita menghadapi suatu masalah, tiba-tiba emosi menampakkan dirinya dalam kalbu, dengan mencampakkan pikiran jernih dan energi positif kita, wah!… tau sendiri lah akibatnya.
Keinginan untuk meluapkan amarah, cacimaki dan pikiran-pikiran untuk membalas dendam sudah tak terelakkan. Mau melakukan sesuatu juga rasanya sudah gak bisa konsen. Keadaan yang sangat mengecewakan. Semua terasa pahit dan mungkin jalan negatif bisa ditempuh.

Dengan belajar ikhlas mungkin semua itu gak akan bisa dihilangkan, tapi seenggak-enggaknya bisa terkurangi. Dan bila sedikit saja emosi bisa ditundukkan nurani, pikiran jernih bisa bernyanyi lagi disetiap detak hidup kita….

Semoga…

Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow…

Jun
17

Ternyata untuk menjadi seorang penulis itu sulit. Tidak hanya kenginan yang kuat dan semangat yang menggebu-gebu untuk membuat suatu bacaan yang menarik dalam bentuk yang berbeda-beda. Mungkin untuk membuat sebuah artikel yang panjang, tidak sulit bagi seseorang yang memang gemar berkata-kata atau pun gemar menulis. Tapi apakah artikel tersebut mampu membuat orang lain tertarik untuk membacanya?
Inilah yang hal tersulit yang dimaksud..

Dulu pernah mendapat ajaran singkat dari seorang rekan yang biasa menulis dan memang profesinya bekas wartawan…

“Janganlah menulis sesuatu yang ingin ditulis diri sendiri, tapi tulislah sesuatu yang ingin dibaca orang lain.”

Jelas sekali dalam ungkapan tersebut tersirat rumusan dalam menulis sebuah artikel atau bacaan yang baik dan benar.

Apa sih yang dibutuhkan untuk sampai ketahap itu. Tentunya dengan melatih diri dan banyak membaca tulisan-tulisan orang lain yang sudah tinggi jam terbangnya…

Yah semoga setiap tulisan disini menjadi tangga-tangga kecil yang akan mengantarkan pada puncak keahlian menulis indah…

Jun
16

Ada ungkapan yang mengatakan ‘better late than sorry’, lebih baik telat dari pada menyesal kemudian…
Untuk kasus yang menimpa hari ini sepertinya agak2 lain. Serasa menyesal karena terlambat…

Dalam perjalanan pulang ke rumah dari kantor tadi, tiba2 teringat sesuatu yang rasanya agak terlambat. Sesuatu yang seharusnya diingat sebulan yang lalu.
Yaa… Baru teringat bila motor yang dikendarai setiap hari merayakan ultahnya pada tanggal 6 Mei 2004 dan artinya harus membayar pajak…

Ketika menyadari bahwa hari ini sudah sebulan lebih sejak tanggal masa berlaku, harus siap-siap mengurus pajak dan tentu gak lupa juga harus menyiapkan dendanya… :-(
Terus terang juga tidak mengetahui seberapa besar denda yang harus dibayarkan untuk keterlambatan selama sebulan lebih…

Sepertinya harus setting reminder buat tahun depan, kalo gak mau kebingungan seperti sekarang…
Tapi maklumlah, namanya juga ABPM (apa kepanjangannya hayoo…)