Home > BlogMe > Training On Becoming Proactive
Sep
17

Training On Becoming Proactive

Selama 2 hari kemarin, tepatnya tanggal 15-16 September 2005 di Kampus Danamon Ciawi, berkesempatan untuk mengikuti training On Becoming Proactive yang merupakan point pertama dari Seven Habits-nya Stephen Covey.

Training ini terdiri dari 2 sesi yang dibagi dalam 2 hari. Sesi pertama membahas topik bagaimana dasar-dasar proaktif dan implementasinya pada diri sendiri.


Beberapa dasar atau yang disebut ‘otot’ pada buku panduan antara lain mencakup:

1. Kesadaran Diri
Kesadaran diri adalah kemampuan untuk memisahkan diri atau membuat jarak dengan diri kita sendiri untuk mengamati proses berlangsungnya pikiran di beka kita, mengingat-ngingat kecenderungan, keinginan, masa lalu atau pengalaman kita, termasuk mengetahui/mengenali berbagai perasaan, segi-segi positif maupun negatif yang ada pada diri kita.

2. Imajinasi
Kemampuan untuk membayangkan di benak kita apa-apa yang belum pernah ada atau kita alami, yang mungkin kita wujudkan menjadi kenyataan di kemudian hari; hal-hal yang bisa kita rencanakan, problem yang dapat kita pecahkan, termasuk memperluas peluang-peluang yang kita miliki dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik dimasa depan.

3. Hati Nurani
Hati nurani merupakan pembimbing, pemberi peringatan antara hal-hal yang baik (benar) atau buruk (salah) dalam kehidupa kita. Kebaikan atau kebenaran sejati adalah tidak tergantungpada selera dan kepentingan orang per orang. Hati nurani kita kalau terlatih akan semakin peka terhadap mana yang salah dan mana yang benar.

4. Kehendak Bebas
Kemampuan untuk berbuat, melakukan apa yang sudah kita pilih, tentukan, dan inginkan. Kemampuan untuk menciptakan, menentukan sikap yang kita ambil dalam menjalani hidup ini. Kemampuan dasar manusiawi yang satu inilah yang membawa konsekuensi tenggung jawab dari apapun keputusan serta perbuatan kita, termasuk memenuhi dan mengingkari janji yang kita buat pada diri sendiri.

Pada sesi kedua, yang jatuh pada hari berikutnya, lebih kepada pengembangan otot-otot yang telah dibahas pada sesi sebelumnya untuk dapat diimplemantasikan pada pekerjaan di kantor.
Sesi kedua lebih bersifat studi kasus, diskusi, presentasi dan pemahaman lanjutan dari otot-otot tadi. Sesi ini diawali dengan prensentasi perkelompok yang menunjuk jurubicara dengan pengalaman paling menarik dalam kelompoknya. Pengalaman ini hanyalah yang terjadi dalam tenggat waktu berakhirnya sesi pertama dan dimulainya sesi pertama. Jadi kasus pun terkesan ringan karena tidak banyak kegiatan yang kita lakukan di masa waktu tersebut.

Kebetulan dari kelompok sendiri, pengalaman pribadi semalam ditunjuk untuk mewakili prensentasi. Setelah semua maju, ternyata 3 kelompok memiliki nilai yang sama. Jadi harus melakukan pengundian untuk mencari pemenang. Sayang kelompok kami belum beruntung..

Kemudian kasus-kasus di kantor pun menjadi pembahasan menarik untuk dijadikan contoh penggunaan otot-otot proaktif dalam memecahkan masalah. Dan pertandingan kelompok dalam presentasi pembahasan ini pun diadakan dengan cara yang hampir sama dalam kontes pengalaman pribadi sebelumnya. Dan Alhamdulillah, kali ini kelompok kami menjadi pemenangnya.

Secara keseluruhan, training ini menarik untuk diikuti. Sangat berguna untuk mengetahui dasar-dasar menjadi proaktif. Lebih baik lagi bila bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada satu catatan kecil, menemukan satu kalimat dalam bahasa latin dari film yang sempat diputar pada akhir sesi yang berjudul A Dead Poets Society. Kata tersebut adalah “Carpe Diem” yang artinya “Raihlah Hari ini”..
Hmmm…. bagus juga untuk signature.. ;-)

Add reply