Home > BlogMe > Selamat Hari Raya Idul Fitri
Nov
03

Selamat Hari Raya Idul Fitri

kartuSuara takbir mulai terdengar diiringi bunyi bedug menggema dari mesjid dekat rumah menandakan datangnya hari kemenangan bagi umat muslim di seluruh jagad raya. Hari ini, tepatnya 1 Syawal 1426H gelora kemenangan sudah melekat semenjak matahari baru saja keluar dari sarangnya. Hari raya yang ditunggu-tunggu telah datang, walaupun diselingi kesedihan karena ditinggal bulan yang paling mulia yaitu bulan Ramadhan.

Pukul 05.30 WIB bunyi alarm dari M65 mulai terdengar. Masih berat rasanya kedua mata untuk membuka pertama kalinya dihari yang indah ini. Namun persiapan untuk sholat ied harus dilakukan, segera bergegas bangun dan menyiapkan semuanya. Sebenarnya sudah diniatkan untuk menyantap mie rebus kesukaan sebelum berangkat ke mesjid, namun melihat waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya niat itu diurungkan dahulu. Rasa kangen akan rasa mie sudah mulai terasa semenjak puasa terakhir kemarin. Memang, selama bulan ramadhan ini total tidak menyantap mie rebus maupun mie goreng favorit. Padahal biasanya dalam satu minggu minimal dua bungkus mie masuk kedalam perut. Ritual menyantap mie sebelum sholat ied ini pun sebenarnya sudah menjadi kebiasaan semenjak kecil. Entah kenapa keinginan itu selalu timbul setiap tahunnya.

Setelah seluruh persiapan selesai, tepat pukul 06.30 melangkahkan kaki menuju mesjid dekat rumah. Diperjalanan bertemu teman-teman masa kecil yang memang sudah lama tidak berjumpa. Begitu juga di pelataran mesjid yang sudah mulai penuh dengan umat yang akan menunaikan sholat berjemaah. Sudah lama tidak kongkow bersama lagi , mulai terbayang nostalgia masa kecil dan remaja yang selalu dihabiskan dengan penuh sukacita dan belum diberatkan oleh pikiran lika liku kehidupan. Saling menyapa dan menanyakan kabar, beragam cerita pun mengalir sambil menunggu waktu sholat. Masih dengan canda dan tawa ketika mengingat masa-masa itu. Masa yang sudah hilang dan ditelan kesibukan masing-masing.


Pukul 7.00 sholat ied pun dimulai dan diteruskan dengan ceramah dari Khatib. Sekitar 1 jam berselang, rangkaian sholat selesai. Bersilaturahmi dengan beberapa jemaah lain saling meminta maaf atas segala kesalahan.

Karena ingin segera ‘sungkem’ kepada orang tua, tidak berlama-lama bersilaturahmi di mesjid. Langsung mengayunkan langkah menuju rumah. Sambil menunggu seluruh anggota rumah kembali dari masjid, keluarkan motor dan berbenah merapikan beberapa barang. Tak lama kemudian kedua orang tua dan satu kakak sudah berkumpul, dan kami melakukan sujud sungkem meminta maaf lahir bathin atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Diteruskan dengan beberapa tetangga dekat rumah yang mulai berdatangan dengan tujuan yang sama. Diselang waktu senggang, menyempatkan memasak mie rebus untuk sarapan pagi ini. Aaaah, rasa puas tak terkira menyantap dua bungkus sekaligus mie rasa ayam bawang dan kari ayam. Rasanya tak tertandingi dengan berbagai makanan yang sudah tersedia di atas meja.

Dari waktu ini beberapa kerabat dan tetangga rumah terus berdatangan silih berganti untuk bersilaturahmi. Bila dihitung mungkin sudah lebih dari 200 orang yang mampir ke rumah. Dan ini memang sudah biasa dari tahun ketahun bila rumah kami dikunjungi dan kadang menjadi tempat bertemu beberapa keluarga, saudara, atau tetangga dekat rumah. Ajang silaturahmi ini mulai surut ketika memasuki waktu maghrib, walaupun malamnya masih ada beberapa orang yang singgah. Rasa lelah seharian menjadi alasan menolak ajakan teman SMA untuk berkunjung ke rumah temah dibilangan Pondok Bambu. Malam ini mungkin akan dihabiskan untuk beristirahat saja.

Setelah mandi, menyempatkan sejenak untuk membuka internet sekedar cek email yang ditinggal seharian. Beberapa milist memang tampak sepi, namun yang aneh ketika melihat milist id-gmail benar-benar kosong semenjak ditinggalkan dari semalam. Rasanya ini diluar kebiasaan. Apakah karena lebaran? Ah, tidak juga, karena setelah membuka groups, ternyata masih banyak orang yang posting dihari ini. Mencoba posting dari groups, tiba-tiba ada pesan seperti ini: “You have recently posted more messages than Google Groups allows in a given time period. You will not be allowed to post until you contact customer support”. Duh, ternyata akibat nge-junk semalaman, account byonics disuspend oleh Om Google. Walaah…! Jadi terpaksa subscribe dengan account lain ke milist ini sambil menunggu aktivasi dari groups.

Sampai pukul 20.00 malam ini, menerima sms ucapan selamat lebaran sebanyak 30 buah. Beberapa rekan yang mengirimkan antara lain berasal dari teman-teman HTML, kantor, kampus, SMA, milist, dan beberapa rekan lainnya. Tapi sampai malam ini belum membalas sms-sms tersebut. Niatnya dikumpulkan dulu seluruh sms yang masuk sampai besok, dan membalasnya sekaligus.

Akhir kata, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1426 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

7 Responses to “Selamat Hari Raya Idul Fitri”

  1. November 3rd, 2005 at 21:26 | #1

    masa kecil emang masa yang indah. makin tua kita ternyata makin egois yah ^^, dalam arti positif :)

    met lebaran juga …

  2. November 4th, 2005 at 05:33 | #2

    salam…………………………..

  3. November 4th, 2005 at 16:11 | #3

    met lebaran jugah yah

  4. November 5th, 2005 at 19:02 | #4

    Hmm.. kalo aku pagi-pagi makan ketupat+opor ayam duluw.

    Mosok mie instan sih? kan -katanya- bikin tipus tuh. Lagian, apa bedanya lebaran ama prihatin di kos-kosan..

    hehehe

  5. byonic
    November 5th, 2005 at 19:13 | #5

    Hehehe, sayang gw gak pernah ngerasain nge-kost, jadi gak tau kalo makan mie instant itu jadi prihatin..
    Hidup mie instant!!™

  6. November 6th, 2005 at 04:05 | #6

    lho…saya keenam??
    dimaafin kok Bud…xi xi xi…:))

  7. November 9th, 2005 at 18:32 | #7

    Sama-sama saudaraku, Selamat Hari raya idul fitri mohon maaf lahir batin.
    salam budiyono!! :)

Add reply