Lamar atau putus?! Salah satu kalimat candaan yang beberapa kali ditemukan di Kampung Gajah. Awalnya mungkin sebuah pertanyaan dari salah seorang wanita kepada pacarnya untuk menunjukkan keseriusan dalam menjalin hubungan. Bila serius silakan dilamar, bila tidak jangan harap bisa dekat atau jalan bareng lagi. Dengan kata lain, putus!
Walau dalam bentuk candaan di milis, pernyataan ini pun bisa timbul dalam kehidupan nyata. Mungkin bentuknya berbeda-beda. Ada yang terang-terangan mengucapkan itu kepada kekasihnya untuk meminta keseriusan, tekanan dari pihak keluarga, atau tekanan dari lingkungan sekitar. Ada pula yang mungkin hanya berupa kalimat atau tindakan yang secara halus menunjukkan pernyataan tersebut. Ini wajar, semua orang pasti ingin mengarungi bahtera rumah tangga dengan orang yang disayanginya. Terlebih bila udah siap lahir dan bathin.
Terlepas dari cerita di atas, sedikit dibahas disini mengenai hakikat lamaran yang sempat saya tanyakan kepada beberapa orang.
Ketika sepasang kekasih sudah menjatuhkan pilihan untuk meneruskan hubungan ke jenjang yang lebih serius, mereka memohon restu kepada orang tua dan kerabat dekat, biasanya pembicaraan akan mengarah ke rencana lamaran pihak lelaki kepada pihak wanita. Pada titik ini, saya sempat bertanya mengenai pengertian lamaran dan beberapa ritual yang dilakukan pada acara tersebut. Beberapa definisi sebenarnya dibuat atas dasar pemikiran pribadi, jadi mungkin tidak sesuai dengan pemikiran orang lain.
Read more…