Domain

Akhirnya, setelah menjalani proses panjang pemikiran sebuah nama untuk domain, mulai hari ini sudah mempunyai domain pribadi. Nama lengkap menjadi pilihan terakhir dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran yang lebih luas.

Dengan menggunakan jasa hosting dari idwebhost, dan mencoba paket basic, domain pribadi ini akan digunakan untuk belajar lebih dekat dengan webhosting dan selukbeluknya.

Sebelum ini, biasa menggunakan blogger sebagai penyedia jasa blog gratisan yang sangat terkenal. Blog lama bisa dikunjungi di byonics.

Setelah beberapa lama puas menggunakan blogger ini, pada tanggal 27 Agustus 2005 menemukan website penyedia layanan blog lain, yaitu modblog yang fiturnya lebih banyak dibanding blogger. Selama beberapa hari sempat update disini

Ternyata doa dipostingan awal modblog dapat segera terkabulkan dalam beberapa hari saja.
Alhamdulillah…

SuperunknowN

My Bike, code name: SuperunknowN

Tampak samping kiri:
fullbike

Tangki:
tangki

Setelah menjalani prosesi panjang perubahan tiger 1997 menjadi tiger 2010, kini photo model baru tersebut bisa ditampilkan. Photo ini diambil tepat pukul 7.00 WIB dengan menggunakan kamera ponsel nokia 6600.

Harga Sebuah Kesehatan

Sudah seminggu lebih Ibunda tersayang harus dirawat di Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu.
3 hari pertama, hanya menjalani istirahat dirumah dengan pengobatan dokter di dekat rumah. Diagnosa awal adalah infeksi saluran kencing. Sang dokter mengatakan apabila dalam 3 hari tidak ada tanda-tanda membaik, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih detail.
Dan benar saja, setelah 3 hari tidak juga menunjukkan kesembuhan, kami membawa Bunda ke RS terdekat.

Setelah diperiksa selama beberapa jam di UGD, diputuskan beliau harus menjalani rawat inap. 2 hari kemudian hasil lab baru keluar. Dan hasilnya adalah Bunda positif mengidap penyakit batu ginjal. Sebenarnya setelah menjalani rawat inap, hati ini sudah lumayan lega, karena dirasa sudah ditangani oleh dokter yang profesional. Namun setelah mendengar penyakit yang diderita, kembali rasa sedih datang lagi.

Pemecahannya adalah, batu ginjal tersebut harus dihancurkan. Cara pertama adalah dengan menggunakan laser dan dilakukan dari luar tubuh. Maka tanpa pikir panjang, kami segera memutuskan untuk mengikuti saran dokter.
Namun sayang, setelah hari yang telah ditentukan itu tiba, dan Bunda sudah dibawa ke RSCM untuk melakukan penghancuran batu ginjal, berita buruk kembali menyertai. Hasil rontgen, menampakkan batu ginjal sudah bergeser dari posisinya semula. Dan lebih menyesakkan lagi, batu tersebut terjepit tulang.
Sang Dokter pun tidak berani mengambil resiko menembakkan sinar laser dengan kondisi seperti itu. Dikhawatirkan, laser akan mengenai tulang, dan mengakibatkan ikut hancurnya tulang-tulang itu.

Setelah kembali ke RS Yadika, ada solusi lain yang dianjurkan Dokter. Yaitu dengan melakukan operasi kecil dan menembakkan laser dari dalam tubuh. Dan kami pun menyetujuinya.
Maka, diputuskanlah melakukan operasi tersebut pada hari Minggu, 31 Juli 2005.

Mudah-mudah operasi berjalan lancar dan Bunda bisa kembali bersama kami seperti sedia kala…
Amien..

Sabar

Duh, sekarang jadi tidak semangat dalam menjalankan roda-roda ini. Kebencian pada tindakan seseorang kini meluap kepermukaan.
Rasa hati ingin berteriak dan berteriak sekencang-kencangnya. Serasa ingin memekakan telinga semua orang dalam satu ruang yang sekarang menjadi tempat yang paling dibenci.
Mengapa ketidaksukaan terhadap sesuatu itu tidak disalurkan pada jalur yang benar. Perbedaan pemikiran itu khan wajar. Namanya juga manusia, yang beda kepala, beda otak, beda mata, dan beda telinga. Toh, semuanya sudah melalui diskusi yang dipikirkan dengan masak dan sesuai dengan prosedur dan birokrasi.

Tapi semua sudah terjadi, semua sudah terlepas, semua sudah mengalir. Tak terbendung, tak dapat dihentikan, apalagi untuk dibinasakan dari muka bumi ini. Hanya dapat mengelus dada dan berdoa mohon diberikan seribu kesabaran. Tangisan dan jeritan dalam hati ini pun sudah harus dibekap dan dibuang jauh-jauh.

Mungkin karena sifat tidak mau merasa terkalahkan, tidak ingin merasa tersudut, tidak ingin jadi bahan tertawaan, dan tidak ketinggalan pandangan egosentris yang luar biasa.
Pemahaman yang salah terhadap sesuatu sudah bias dengan pembenaran pribadi. Pembelajaran dari ruang waktu yang sudah pernah dilewati seakan punah tertelan keinginan untuk selalu menang dan terbang keatas singgasana yang tak pasti.

Kini ratapan dan kekecewaan itu hanya menjadi bentuk penyesalan dan kekonyolan dalam diri…
Dan… sumpah serapah kepada yang berhak menerimanya…

Spion Hancur

Pagi ini, ketika mentari bersinar dengan cerahnya, ketika musik-musik rock mengalun dari ponsel kesayangan, ketika jalan kota Jakarta yang ramah dan bebas dari kemacetan, terselip satu accident kecil yang menimpa si tigi.
Hari Sabtu ini mengunjungi Grapari Terlkomsel di Wisma Alia Jakarta Pusat dimana accident itu terjadi. Parkiran motor di basement gedung itu sebenarnya tidaklah ramai atau krodit layaknya mal-mal di Jakarta. Jarak renggang antar motor pun sebenarnya sangat terbilang longgar.
Namun memang apes nian hari itu. Sewaktu hendak bersiap-siap meneruskan perjalanan, ada yang terlupakan untuk dibuka yaitu kunci disk. Langsung saja beranjak dari motor untuk membuka kunci itu.
“PRAAAANG….!” ternyata anggapan bahwa standar samping masih menyangga adalah kesalahan besar. Standar samping itu sudah kembali ke tempat asalnya, sehingga tidak dapat menyangga seluruh badan motor. Tangan yang memang tidak dipersiapkan untuk menahan beban motor ini pun tidak kuat untuk menopang berat motor ini.
Tidak kurang dari handle rem harus bergeser dari tempat semula. Dan yang paling parah adalah kaca spion kiri yang terpecah menjadi bagian-bagian kecil. Tempatnya pun ikut terlepas dari besi penyangga.

Mudah-mudahan tambah hati-hati lagi lain waktu. Walau hanya ditempat parkir.

The Bright Matrix

Kembali lagi setelah lebih dari 2 bulan tidak update blog ini. Kembali ke koneksi yang sudah terbatas dikantor dan lambatnya The Bright Matrix.
The Bright Matrix? Yaa.. sebulan ini apply flat internet via matrix. Namun bukan matrix reguler karena lebih tertarik dengan IM3 bright yang kebetulan sudah bermigrasi ke Matrix juga.

Pada minggu-minggu pertama, koneksi sangat memuaskan, dan berasa sekali keuntungan program ini. Namun seminggu terakhir ini, lambat sekali untuk melakukan segala aktivitas via internet. Walau sabtu ini sudah lumayan -belum sebaik dulu-, koneksi masih agak tersendat.
Mudah-mudahan lambatnya koneksi hanya karena trend sesaat saja.. ;-) dan selebihnya akan cepat seperti biasa.

Semoga..

Solo Touring II

Rencana berangkat pagi-pagi harus tertunda lebih satu jam dari yang direncanakan. Awalnya menetapkan hati pukul 6.00 pagi sudah harus mulai meninggalkan Bandung. Tapi karena banyak persiapan yang harus dilaksanakan, maka keberangkatan baru mulai terlaksana pada pukul 7.30 WIB.

Dengan ditemani sinar mentari pagi, tigi dipacu dengan kecepatan stabil 70 km/jam. Masalah kanvas kopling yang ditakuti tidak terasa disepanjang Jalan Padalarang sampi Cianjur. Masalah baru muncul selepas perempatan Cianjur – Puncak. Berat tarikan hanya pada 50 km/jam. Sementara rpm juga tertahan pada titik 6000. Kepanikan kembali terasa. Dengan terus mengatur irama gas dan kopling, motor tetap dipacu menuju puncak.
Tepat pukul 9, sampai juga di Mesjid Puncak. Beristirahat selama 45 menit untuk sekedar merenggangkan kaki dan berharap mendinginkan mesin tigi untuk meminimalisir masalah pada kopling.
Dan benar saja, setelah didiamkan kini masalah kopling jauh berkurang. Apalagi dengan kondisi jalan yang terus menurun, tidak diperlukan lagi tenaga yang besar untuk menjalankan dua roda tigi. Walaupun macet, tigi tetap dapat berjalan lancar. Terlebih setelah satu jalur dibuka diwilayah Cisarua.

Tigi terus dipacu menuju Kota Bogor. Sempat tersesat sedikit ketika menemui perempatan menuju Terminal Bareneung Siang.
Perjalanan menuju Jakarta ditempuh melalui jalur Kampung Tengah sambil terus mempelajari medan dan menghapal jalan.

Akhirnya tepat pukul 12.30 solo turing perdana ini berakhir didaerah Kwitang dan sampai dengan selamat.

Alhamdulillah…

Solo Touring I

6.00 WIB, memulai perjalanan menuju Bandung. Tujuan awal adalah Depok untuk menemui seorang rekan yang bersedia mengantarkan sampai Bogor. Dengan perjalanan yang lumayan santai, sampai ke titik pertemuan pukul 7.00. Tanpa banyak cingcong, langsung saja memacu kendaraan menuju Bogor melalui Kampung Tengah. Kondisi jalan pagi itu lumayan lancar dan agak sepi dengan ditemani pancaran sinar matahari pagi.

Sambil menghapal jalan dan mencari tanda-tanda jalan, si tigi dipacu dengan kecepatan rata2 60 km/jam.

Akhirnya tiba dikota Bogor pukul 8.00. Mencari tempat sarapan dan sekedar beristirahat, berhenti di RM Taman Palem. Menyantap nasi uduk dan bubur ayam, dilengkapi segelas teh manis membuat perut serasa penuh kembali.

Tepat pukul 8.30, perjalanan diteruskan. The real solo touring is begin. Berpisah dengan teman di putaran pertama, kini perjalanan langsung diarahkan menuju puncak. Terkejut ketika mulai memasuki arah puncak. Kemacetan luar biasa terpampang jelas di depan mata. Ugh!

Karena putaran terlalu jauh dan mobil seakan terhenti mengantri, maka mencoba menggunakan ‘jalur pintas’. Sayang jalur tersebut agak tinggi untuk dinaiki tigi. Putaran pertama tigi sama sekali tidak berdaya. Dengan rpm tinggi beberapa kali roda hampir tergelincir. Dan akhirnya, setelah boncenger turun, berhasil juga melewati rintangan itu. Namun… ternyata dari sinilah bencana itu dimulai. Setelah dipaksa dengan rpm tinggi, terasa sekali tarikan gas yang berat. Rpm tidak mau lebih dari 6000. Kopling terasa aneh. Ini adalah tanda-tanda plat kopling menipis. I’ve been there before.

Ketakutan menyelimuti sekujur tubuh akan bencana yang mungkin terjadi. Berusaha tetap tenang, permainan gas dan kopling diatur sedemikian rupa. Tapi memang dasar sudah cacatnya plat kopling, dibarengi dengan macetnya jalan, serta tanjakan-tanjakan mematikan, mulai pasrah ketika mesin sempat mati beberapa kali. Pada saat yang genting itu, bertemu dean serombongan HTML Jakarta Selatan. Ingin rasanya meminta pertolongan kepada mereka. Tapi apa? Pemecahannya pasti bongkar mesin, dan itu tidak mungkin dilakukan. Akh,.. Sudahlah! The tour must go on.

Dengan penuh kehati-hatian, perjalanan diteruskan. Alhamdulillah, selepas puncak pas, jalan mulai lancar kembali. Selip kopling mulai hilang. Kini masalah hanya pada tarikan gas yang tetap berat dan rpm yang tetap mandek pada titik 6000. Jadi perjalanan tidak senyaman Jakarta-Bogor. Dengan kecepatan yang sudah mulai stabil, kini sudah memasuki wilayah Cianjur. Sempat salah belok di perempatan kota. Bertanya sedikit dengan supir angkot, perjalanan diteruskan tanpa masalah.

Sampai di Ciranjang, rasa lelah, haus dan panas mulai menggerogoti sekujur tubuh. Ingin mencari tempat beristirahat, namun tidak menemukan tempat yang pas sampai memasuki wilayah Padalarang. Kemacetan kembali terjadi sepanjang jalan. Tapi slip kopling tidak terjadi lagi. Thanx God!

Tepat pukul 11.30 mulai memasukin wilayah Batujajar. Berhenti sebentar untuk membeli oleh2, dan menenggak sebotol Pocari Sweat. Pukul 12.00 perjalanan pertama benar-benar berakhir.

To be continued…

O2 XDA II

xda1xda2xda3
Finally, …
Tanggal 4 kemarin berhasil memiliki pocketpc yang sudah lama didambakan.
Tertarik pertama kali ketika mencoba explorer XDA kakak beberapa bulan lalu. Dari situ berkeinginan untuk menabung dan mendapatkan XDA untuk pribadi.
Karena harga yang masih mahal, sempat juga membeli Smartphone yang fungsinya mirip dengan PDA, yaitu Sony Ericsson P900. Kesan pertama dengan ponsel symbian satu ini memang rasanya gak berlebihan bila dua jempol mengacung.
Terutama suara ringtone dan MP3-nya yang hampir sempurna.
Setelah 3 bulan bermain-main dengan SE P900, rezeki itu datang dan tertukarlah smartphone handal itu dengan XDA II.

N the story of my phonecell now changed to the story of my personal data assistant