<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hujan dan Flu</title>
	<atom:link href="http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/</link>
	<description>...not just imagining...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 21:31:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: fanabis</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-536</link>
		<dc:creator>fanabis</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2006 02:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-536</guid>
		<description>Kalau saya takut naik motor di jakarta. Sebab disini jalanan seperti hutan belantara tanpa peraturan. Plat-plat tanda lalu lintas mungkin terlihat transparan oleh kaca helm/mobil.

Buktinya sebagian pengendara mobil/motor seenaknya saja berzig-zag menabrak marka-marka jalan, menelusup diantara jajaran mobil yang hanya berjarak beberapa cm. Juga menerobos lebih kencang ketika rambu-rambu berwarna kuning.

Pernah kepikir ingin menulis buku &quot;cara berkendara di jalan raya&quot;. Tapi saya yakin buku itu tak akan laku. Karena sebenarnya mereka sudah tahu bagaimana cara berkendara yang benar. Hanya mereka tidak mau melakukan.

Saya terpaksa memilih naik angkutan umum. Memang bukan pilihan lebih baik. Tapi setidaknya saya bisa mengantuk dalam kepengapan. Bisa melihat wajah-wajah yang selalu &quot;asing&quot;. Dari ekspresi wajahnya ketika kenek memerintah bergeser selangkah kesamping, dari aroma minyak rambut yang dipakai, dari topik yang dibicarakan, dari buku yang dia baca,  lalu saya bisa menduga karakter-karakter mereka seperti apa.

Tentu saya tidak bisa mengklaim dugaan saya sepenuhnya benar. Yang pasti benar, ketika musin hujan seperti sekarang ini para penumpang angkutan umum akan lebih rawan kena penyakit menular dibanding pengendara motor. Sebab di dalam angkutan, orang saling bertukar virus lewat nafas. Pintu jendela yang tertutup mempercepat virus menyeberang dari paru-paru yang satu ke yang lain.

Di halte saya suka memperhatikan perilaku orang-orang. Ketika ada seseorang yang melihat saya lebih dari sekali, pasti dia punya tujuan tertentu.  Dan benar, mereka bertanya lalu meminta uang buat ongkos dan segala macam. Meminta ya bukan memalak. Saya pernah mengalami tiga kali.

Ketika ada sekelompok laki-laki, biasanya lebih dari 3 orang naik, saya harus curiga. Mungkin mereka itu para pencoleng. Lihat tampang dan &quot;kesan&quot; yang tergambar dari wajah dan gerak mereka. Saya kesulitan menggambarkan ekspresi mereka di sini. Tapi ketika berhadapan langsung saya akan tahu. Dan &quot;dugaan&quot; saya sudah terbukti tiga kali.

Pertama di bus umum ketika saya akan ke glodok, cari dvd bokep. Para pencoleng naik dari sarinah, thamrin. Untung saya duduk di depan, ketika terjadi ribut-ribut dibagian belakang, saya langsung turun di depan ICMI. Yang kedua di angkot mobil kecil yang meuju pamulang. Di sekitar ciputat ada empat orang naik. Saya sudah menduga, tapi saya tidak yakin. &quot;Masa di angkot kecil begini ada penjahat&quot;? Dan pagi itu saya kehilangan hp dan sejumlah uang.

Peristiwanya seperti di film. Pertama saya ditanya anak mana dan segala macam. Kesannya saya orang yang suka berantem. Dan saat itu mereka sedang mencari seseorang yang malam itu melukai temannya. Katanya saya mirip dia. Saya tahu, ini alasan belaja, masak wajah imut begini dibilang tukang berantem.

Mereka akan memeriksa tas yang kubawa. Tentu saja saya menolak. Lalu salah satu dari mereka menempelkan pisau ke leher sambil menjambak kaos yang kupakai. Salah satu temannya menggeledah tas dan menguras isinya. Sebenarnya saya tak yakin mereka &quot;mampu&quot; menusukkan pisaunya.  Tapi saya mengalah, karena dalam mobil hanya ada satu penumpang beneran, bapak-bapak yang akan ke undangan. Jalanan masih sepi, karena hari minggu itu masih sangat pagi.

Sampai sekarang, masih saja tetap memakai angkot. Mau pindah ke Honda Jazz, saya masih takut tergores.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya takut naik motor di jakarta. Sebab disini jalanan seperti hutan belantara tanpa peraturan. Plat-plat tanda lalu lintas mungkin terlihat transparan oleh kaca helm/mobil.</p>
<p>Buktinya sebagian pengendara mobil/motor seenaknya saja berzig-zag menabrak marka-marka jalan, menelusup diantara jajaran mobil yang hanya berjarak beberapa cm. Juga menerobos lebih kencang ketika rambu-rambu berwarna kuning.</p>
<p>Pernah kepikir ingin menulis buku &#8220;cara berkendara di jalan raya&#8221;. Tapi saya yakin buku itu tak akan laku. Karena sebenarnya mereka sudah tahu bagaimana cara berkendara yang benar. Hanya mereka tidak mau melakukan.</p>
<p>Saya terpaksa memilih naik angkutan umum. Memang bukan pilihan lebih baik. Tapi setidaknya saya bisa mengantuk dalam kepengapan. Bisa melihat wajah-wajah yang selalu &#8220;asing&#8221;. Dari ekspresi wajahnya ketika kenek memerintah bergeser selangkah kesamping, dari aroma minyak rambut yang dipakai, dari topik yang dibicarakan, dari buku yang dia baca,  lalu saya bisa menduga karakter-karakter mereka seperti apa.</p>
<p>Tentu saya tidak bisa mengklaim dugaan saya sepenuhnya benar. Yang pasti benar, ketika musin hujan seperti sekarang ini para penumpang angkutan umum akan lebih rawan kena penyakit menular dibanding pengendara motor. Sebab di dalam angkutan, orang saling bertukar virus lewat nafas. Pintu jendela yang tertutup mempercepat virus menyeberang dari paru-paru yang satu ke yang lain.</p>
<p>Di halte saya suka memperhatikan perilaku orang-orang. Ketika ada seseorang yang melihat saya lebih dari sekali, pasti dia punya tujuan tertentu.  Dan benar, mereka bertanya lalu meminta uang buat ongkos dan segala macam. Meminta ya bukan memalak. Saya pernah mengalami tiga kali.</p>
<p>Ketika ada sekelompok laki-laki, biasanya lebih dari 3 orang naik, saya harus curiga. Mungkin mereka itu para pencoleng. Lihat tampang dan &#8220;kesan&#8221; yang tergambar dari wajah dan gerak mereka. Saya kesulitan menggambarkan ekspresi mereka di sini. Tapi ketika berhadapan langsung saya akan tahu. Dan &#8220;dugaan&#8221; saya sudah terbukti tiga kali.</p>
<p>Pertama di bus umum ketika saya akan ke glodok, cari dvd bokep. Para pencoleng naik dari sarinah, thamrin. Untung saya duduk di depan, ketika terjadi ribut-ribut dibagian belakang, saya langsung turun di depan ICMI. Yang kedua di angkot mobil kecil yang meuju pamulang. Di sekitar ciputat ada empat orang naik. Saya sudah menduga, tapi saya tidak yakin. &#8220;Masa di angkot kecil begini ada penjahat&#8221;? Dan pagi itu saya kehilangan hp dan sejumlah uang.</p>
<p>Peristiwanya seperti di film. Pertama saya ditanya anak mana dan segala macam. Kesannya saya orang yang suka berantem. Dan saat itu mereka sedang mencari seseorang yang malam itu melukai temannya. Katanya saya mirip dia. Saya tahu, ini alasan belaja, masak wajah imut begini dibilang tukang berantem.</p>
<p>Mereka akan memeriksa tas yang kubawa. Tentu saja saya menolak. Lalu salah satu dari mereka menempelkan pisau ke leher sambil menjambak kaos yang kupakai. Salah satu temannya menggeledah tas dan menguras isinya. Sebenarnya saya tak yakin mereka &#8220;mampu&#8221; menusukkan pisaunya.  Tapi saya mengalah, karena dalam mobil hanya ada satu penumpang beneran, bapak-bapak yang akan ke undangan. Jalanan masih sepi, karena hari minggu itu masih sangat pagi.</p>
<p>Sampai sekarang, masih saja tetap memakai angkot. Mau pindah ke Honda Jazz, saya masih takut tergores.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: boku_baka</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-535</link>
		<dc:creator>boku_baka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2006 04:39:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-535</guid>
		<description>udah jual aja tigernya ganti Jonda Hazz!
(*fahmi effect*)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>udah jual aja tigernya ganti Jonda Hazz!<br />
(*fahmi effect*)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hericz</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-534</link>
		<dc:creator>hericz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2006 03:22:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-534</guid>
		<description>Ah, itu masuk angin karena keseringan gak pake baju kalo malem.

Makanya, ditutup pake selimut dong.

*melenggang kangkung*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, itu masuk angin karena keseringan gak pake baju kalo malem.</p>
<p>Makanya, ditutup pake selimut dong.</p>
<p>*melenggang kangkung*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Azil Adi Permana Ph.D</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-533</link>
		<dc:creator>Azil Adi Permana Ph.D</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2006 02:49:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-533</guid>
		<description>makanya, pake SUZUKI SMASH!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makanya, pake SUZUKI SMASH!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomat</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-532</link>
		<dc:creator>tomat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2006 01:03:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-532</guid>
		<description>Makanya makan makanan yang enak-enak...
*lho*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makanya makan makanan yang enak-enak&#8230;<br />
*lho*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sun-eV</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-531</link>
		<dc:creator>Sun-eV</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 20:22:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-531</guid>
		<description>Tapi dirumah khan sudah ada yang mijitin. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi dirumah khan sudah ada yang mijitin. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: medon</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-530</link>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 17:02:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-530</guid>
		<description>huss... kebayang lo kalo gak ada hujan omm... pokona cepet smbuh :D&#8482;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huss&#8230; kebayang lo kalo gak ada hujan omm&#8230; pokona cepet smbuh <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &trade;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bi[G]</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-529</link>
		<dc:creator>Bi[G]</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 16:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-529</guid>
		<description>eh...
koq cerita malem pertamanya nggak ada di blog?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh&#8230;<br />
koq cerita malem pertamanya nggak ada di blog?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riky Kurniawan</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-528</link>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 13:37:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-528</guid>
		<description>SOKORRRR...  ;))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SOKORRRR&#8230;  <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: shemut</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/comment-page-1/#comment-527</link>
		<dc:creator>shemut</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 12:43:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/#comment-527</guid>
		<description>&lt;em&gt;&quot;Setelah mengantar istri di salah satu gedung......&quot;&lt;/em&gt;

deeee.... istri....deeee...... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Setelah mengantar istri di salah satu gedung&#8230;&#8230;&#8221;</em></p>
<p>deeee&#8230;. istri&#8230;.deeee&#8230;&#8230; <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
