Target I: Vila Dago Pamulang

Uedan..!
Begitu teriakan pertama yang keluar ketika hari ini saya mengunjungi Vila Dago. Sebuah perumahan ‘dengan harga terjangkau’ di Pamulang. Dengan sedikit terlewat dan salah jalan, lebih dari 1,5 jam saya habiskan untuk menuju tempat ini. Teriakan di depan bukan teriakan kekaguman akan kondisi perumahan tersebut. Namun lebih karena jarak tempuh dari rumah saya menuju lokasinya. Edunz, jauh banget!

Dengan suasana resort yang dipromosikan, terbentang luas deretan rumah mewah yang membuka jalan menuju deret hunian lainnya. Type ukuran 36 dan 45 masih harus masuk ke dalam lebih dari 1 km. Tak heran bila di pintu gerbang sudah menunggu jasa ojeg yang siap mengantarkan penghuni menuju rumahnya. Suasana panas masih menyelimuti jalan utama. Mungkin karena belum banyak pohon yang seharusnya menghiasi jalan ini.

Menggunakan sepeda motor, saya menghitung dari pintu pagar rumah sekarang, sampai pintu gerbang Vila Dago, berjumlah 34 km. Route yang saya pilih melewati Kalimalang – Gatot Subroto – Blok M – Pondok Indah – Ciputat – Pamulang. Entah karena tidak biasa berjalan jauh, apalagi dengan membayangkan rute ini akan saya lalui setiap hari, rasanya jarak sebanyak itu belum layak untuk saya jalani. Itu belum menghitung kemacetan di Pasar Ciputat, putaran balik ke PI, dan wilayah Sudirman. Biasanya saya hanya menempuh jarak kurang lebih 10 km dari rumah menuju kantor, dengan kemacetan tidak begitu parah.

Memang, dengan harga yang terjangkau dan suasana resort-nya, perumahan ini sangat menggoda untuk disurvey. Dengan uang muka sebesar Rp 25 juta dan cicilan sekitar Rp 1,5 juta per bulan selama 15 tahun (fax terakhir dari developer – 020706) , kita sudah bisa menempati sebuah rumah dengan type T-45/97 di sana. Harga yang sangat tidak mungkin kita dapatkan di 5 wilayah Jakarta.

Well, target pertama sementara ini saya coret dari daftar pilihan lokasi rumah tinggal. Next target, Depok!