Bedrest, Pindahan, Dan Pegal

Pada usia kehamilan berumur dua bulan, banyak pendapat yang mengatakan untuk lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sangat diyakini bahwa janin yang berusia 1 sampai 3 bulan, masih sangat sensitif. Petuah pasti datang untuk lebih menjaga usia kandungan pada trismester pertama ini. Kegagalan perkembangan janin pada masa ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: faktor produk kehamilan, faktor kesehatan ibu, serta faktor alat reproduksi.

Dengan aktivitas yang memang agak padat semenjak lebaran, tak heran bila faktor kesehatan ibu menjadi mayoritas penyebab keluarnya vonis dokter untuk melakukan bedrest. Batuk dan flu yang diderita sejak hari ke-3 lebaran belum juga sembuh hingga hari ini. Sebelumnya, hanya mengkonsumsi obat-obatan tradisional seperti jeruk nipis, kencur, atau sekedar menambah waktu beristirahat. Saran yang didapat dari sebuah milis yang berdiskusi seputar kehamilan. Namun sudah seminggu, batuk tidak kunjung hilang.

Mungkin, karena waktu istirahat yang agak telat, batuk yang sangat rutin, atau karena kelainan kromosom, kemarin dokter mengatakan bahwa janin sudah berpindah tempat. Dan mendekati keguguran!
Untuk mempertahankan kondisi janin agar berkembang normal, diberikan obat penguat dan beberapa obat untuk mengatasi batuk yang semakin parah. Tidak meninggalkan tempat tidur pun sudah wajib dijalankan. Proses bedrest pun dimulai.

Saat ini, kamar yang ditempati berada di lantai 2. Sudah banyak yang menyarankan untuk pindah ke lantai 1. Naik turun tangga pun diyakini bisa mengganggu kehamilan. Dan, memang sudah terbukti. Mungkin kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab perpindahan janin.

Akhirnya, seharian ini resmi memindahkan seluruh isi kamar di lantai 2 ke lantai 1. Tak terasa, ternyata barang-barang yang ada di kamar itu jumlahnya sangat banyak. Tidak cukup satu hari untuk benar-benar total berpindah tempat. Padahal itu tidak termasuk memindahkan fisik lemari pakaian karena ukuran ruang yang tidak sama. Pegal-pegal di seluruh badan tak terhindarkan lagi. Begini, deh.. bila tidak dibiasakan berolah raga. Kini saya pun harus ikutan bedrest.

11 thoughts on “Bedrest, Pindahan, Dan Pegal

  1. Mungkin kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab perpindahan janin ini.

    Emang Janinnya juga pindah2?
    Katanya 3 bulan pertama itu janin sedang berkembang, makanya tidak boleh cape n jangan melakukan aktifitas yang berat2.
    *yang juga lagi jagain orang hamil*

  2. saat ini sayangilah istri elo secara lebih, beri dia semangat..
    gw turut mendoakan semoga Allah akan memberikan kemudahan dan memberikan nikmatNya untuk elo sekeluarga.. Amien.

    sabar ya by dan tetap berusaha ya bro. jgn putus asa yak..

  3. helo…. thank you udah mampir :) conratulations juga buat kehamilan istrinya, ati ati dijaga Mas….dulu saya sejak hamil 12 minggu dah mulai bleeding dan hampir hampir bayinya ‘pergi’, bedrest is the best sampe waktu lahiran, take care…

  4. lebih serem pengalaman adikku. waktu isterinya hamil enam bulan, di sakit tipus harus dirawat di rs.
    nah gimana nih dampak obatan ke janin?

    ada wacana “obat2″ itu akan merusak janin yang menyebabkan dia nanti cacat atau kelainan lain.

    bagaiamna kalau di aborsi? hmmm tampaknya juga bukan pilihan bagus.

    sekarang anak itu sudah delapan bulan, tidak cacat dan lucu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>