Home > Motor dan HTML > Turun Mesin
Dec
10

Turun Mesin

Menginjak awal usia 9 tahun (1997-2006), motor saya mulai menunjukkan gejala kerusakan pada bagian mesin. Dari tarikan yang kelewat berat, asap hitam mengepul pada rpm tinggi, sampai berkurangnya ukuran oli pada kilometer ke-500. Dari gejala ini sebenarnya sudah bisa dipastikan obat satu-satunya adalah dengan melakukan ritual ‘turun mesin’. Minimal, kerusakan pada area klep, seher, dan rumah kopling menjadi tujuan utama service besar selanjutnya. Kondisi ini yang menyebabkan tak pernah percaya diri lagi untuk turing bareng teman satu komunitas atau menempuh perjalanan yang agak jauh.

Jumat malam, tepatnya tanggal 1 Desember 2006, seperti yang sudah dijadwalkan, saya membawa motor ke bengkel langganan. Dengan target maksimal 2 hari -berharap hari Senin sudah selesai-, saya paparkan semua yang mungkin harus diperbaiki. Tanpa sadar, banyak sekali kekurangan yang harus dibenahi. Dari ritual turun mesin tadi, perbaikan harus merembet pula ke area komstir, kabel body, gir depan, kanvas rem belakang, sampai indikator bensin.

Ya, memang wajar, dengan umur motor yang tergolong tua, dan digunakan harian, apalagi saya sudah jarang ‘mengelus’ motor ini sejak beberapa bulan lalu… ;) . Tapi saya cukup bangga juga dengan ketahanan mesin keluaran ’97 ini. Sudah banyak kerusakan serupa timbul pada motor keluaran baru yang belum genap berusia 5 tahun.

Setelah mendapat estimasi biaya -dem, mahal bener yaa- saya masih mempunyai keinginan untuk mengganti stang standar dengan stang YT yang biasa digunakan untuk motor trail. Selain untuk variasi, dengan bentuk yang lebih lebar, diyakini membuat posisi duduk pengendara menjadi lebih santai. Dan kabarnya, stang ini bisa menjadi penyeimbang untuk motor yang ditambah aksesoris box di belakang. Kekurangannya, bila dalam keadaan macet, agak sulit untuk melakukan aktivitas ‘selap-selip’.

Stang YT

Molor satu hari dari jadwal semula, motor saya baru selesai Senin sore. Bukan tanpa sebab, perbaikan kabel body memakan waktu yang lebih panjang. Kondisi kabel yang sudah carut marut, dirapikan satu persatu oleh sang mekanik. Begini lah bila terlena dengan aksesoris kelistrikan sejak dulu. Dari klakson yang bermacam-macam, sirine, sampai flasher dan strobo pernah hinggap di motor ini. Selain flasher, sekarang semua aksesories tersebut sudah dilepas dan meninggalkan bekas yang merepotkan.

Setelah diperiksa secara keseluruhan, langsung saya tancap gas menuju rumah. Wuiih, serasa motor baru lagi. Tarikan enteng, bunyi halus, dan dudukan yang nyaman dengan stang yang lebar. Manstab, dan siap turing lagi. Yeah!

12 Responses to “Turun Mesin”

  1. December 10th, 2006 at 14:55 | #1

    bud, beli stang gitu dimana? *lostfocus

  2. December 10th, 2006 at 17:19 | #2

    jadi keinget motorku yang udah 6 bulan lebih belom pernah berkunjung ke bengkell… hiks.. :(

  3. [BY]onicS
    December 10th, 2006 at 17:22 | #3

    #Ndra
    Banyak koq di Otista/Bonjer.
    Bilang aja cari stang YT, harga kisaran IDR 40-50 ribu.
    Pssst, ati-ati dah ada yang palsu seharga 25 ribuan.

  4. December 10th, 2006 at 17:59 | #4

    keren bud, jadi totalnya habis berapa tuh

  5. December 11th, 2006 at 14:48 | #5

    entu stang ditemplokin kemotor bebek “limited edition” bisa ga om budi..:)

  6. December 12th, 2006 at 16:46 | #6

    wiw.. ga ngerti deeeh :D
    maaf ga sengaja ke klik link nya dari blog om boku_baka :D

    *PISSS*ang molen :D

  7. December 15th, 2006 at 13:36 | #7

    jadi mirip belalang tempur yach??
    *kaborrr*

  8. sugab
    December 19th, 2006 at 06:35 | #8

    toda oil ada dimana aja yak? pfffftttt

  9. December 20th, 2006 at 17:58 | #9

    sepertinya kondisi motornya masih bagus nih, apik banget ngerawat motornya…tapi keuntungan dari bermotor itu kan selap-selip, lha ini kok jadi jual mahal gini yah.

  10. tomat
    December 22nd, 2006 at 08:57 | #10

    aihh nyelip…kayak cd aja nih…nikmat dong… :P :P

  11. January 12th, 2007 at 01:03 | #11

    kok liat dari motor ma nicknya dah ga asing lagi yah? met pagi om

  12. October 7th, 2007 at 03:59 | #12

    wah, di bali .. kaya’nya mahal dee … :(

Add reply