Archive

Archive for 2006

Aug
21

Dering ponsel pagi itu, lantang menggugah jiwa yang masih terombang mimpi tak beralur. Pukul 5 pagi memang sudah direncanakan untuk bergegas menuju kumpulan bus jurusan Bandung. Segelas teh manis nyaris habis bila kepanikan tidak datang bersamaan dengan tatapan tajam pada jam dinding. Berlari kecil pun harus dilakoni agar tidak menerima nasib tertinggal mobil bongsor yang akan mengantarkan saya ke Kota Kembang itu.

Yaa, deretan tanggal berwarna merah di bulan Agustus ini memang saya rencanakan untuk berkunjung ke Bandung. Tamasya ke Pantai Anyer pun sudah terselip bersama keluarga di sana. Sabtu pagi, pukul 8.30 WIB, saya sudah menginjakkan kaki di kota yang terkenal dengan udara ‘nyaris’ sejuk itu. Namun, belum benar-benar sampai ke tempat tujuan, sebuah sms mengabarkan bahwa rencana ke Anyer harus dibatalkan. Kendaraan yang akan digunakan, harus dipinjam oleh kerabat yang lebih membutuhkan.

Kini, sesampainya di rumah asri dengan halaman yang luas, saya langsung melahap makanan yang tersedia di meja. Makhluk-makhluk dalam perut yang semenjak tadi berdemo, sudah diam dan tenang. Entah karena pengaruh kenyang atau kurang tidur semalam, mata ini menjadi sangat berat, dan semakin berat. Hingga tak terasa, saya sudah membuang waktu siang ini dengan mendengkur selama kurang lebih 4 jam.
Read more…

Jul
21

Sorot matanya tajam namun menyejukkan. Mengeluarkan tatapan yang membuat hati selalu tenang.
Senyum keluar dari bibir manis yang merekah seakan mendorong setiap raga untuk mendekat.
Hidung mancung dengan bentuk indahnya menyiratkan lembar kasih sayang yang tiada duanya.
Dagu manis sangat sempurna mengiringi setiap senyum yang keluar dari nurani.
Rambut lurus sebahu tergerai berkilau sangat terawat.

Kulit kuning langsat sehalus sutra pasti membuat diri ini tak bosan untuk bersentuh.
Tinggi semampai dan berat proposional membentuk tubuh sexy terbalut rapi pakaian yang sopan.
Jemarinya yang lentik, pasti akan memberi kehangatan siapapun yang menggenggamnya.
Betis indah akan membuat penasaran setiap lawan jenis yang memandang keduanya.

Gaya bicara mencerminkan pengetahuan yang luas merupakan nilai tambah untuknya.
Hampir tak ada cela ketika dia berbicara di muka umum mengungkapkan ide-ide cemerlang.
Walau dengan bahasa asing sekalipun, terdengar fasih layaknya bahasa negeri sendiri.
Topik-topik menarik selalu membuat siapa pun tak akan bosan untuk terus berbincang dengannya.

Namun, sayang seribu sayang ketika menyadari saya hanya bisa membayang, memandang dan menyapa, tanpa bisa sedikit pun menjamahnya. Terus terang, saya benci wanita cantik itu!

Jul
15

Beberapa waktu lalu tiba-tiba saya teringat akan kejadian-kejadian di masa kanak-kanak yang belum bisa hilang dari memori. Sambil mendengarkan lagu Penggalan Kisah Lama-nya Laluna, menulis beberapa hal yang tak terlupakan itu.

Umur 5 tahun, saat itu masih duduk di bangku TK. Berjalan pulang setelah jam belajar selesai. Beberapa ratus meter sebelum tiba di rumah, seekor anjing besar dengan gonggongannya mengejar saya. Sudah pasti saya berlari tunggang-langgang sambil menangis histeris. Hampir seluruh barang bawaan seperti tas ransel dan botol minuman saya buang sambil berlari sekencang-kencangnya.

Umur 6 tahun, menginjak kelas 1 SD. Ngambek hebat ketika tidak mau sekolah dan ingin ikut ibu ke pasar. Sampai diantar ke sekolah dan diberi uang jajan lebih pun tetap memaksa untuk ke pasar. Lucunya, hampir semua guru pun ikut turun tangan untuk membujuk agar saya mau masuk kelas. Akhirnya, hanya mendapat hukuman kurungan dalam kamar sehari penuh.

Kelas 2 SD, pertama kalinya mendapat rangking 1 di sekolah. Sebelumnya hanya selalu diurutan 2.

Sekitar kelas 3 SD, mengikuti plonco yang diadakan ‘gang‘ rumahan untuk manjadi anggota. Sekitar pukul 8 malam, digiring para senior untuk memasuki ruang gelap yang telah dipersiapkan sebelumnya. Di ruang itu, saya ditinggal sendiri. Hanya diberi satu kursi untuk duduk dan siap menerima ujian mental. Hampir seperti rumah hantu, di ruangan itu tiba-tiba banyak gerakan dan suara aneh yang sangat menakutkan. Ingin rasanya lari dan menjerit. Namun mengingat waktu itu membutuhkan pengakuan dari anggota gang, maka saya memberanikan diri untuk tetap duduk di bangku itu. Syukur, setelah 15 menit lampu pun menyala. Sorakan selamat dari para senior mengakui saya bagian dari ‘gang‘ itu.

Memasuki tahun ajaran baru di kelas 4 SD, masuk anak baru pindahan dari sekolah lain. Seorang gadis putih dengan muka oriental. Ah, indahnya bila sedang merasa ‘suka’ dengan lawan jenis. ;)

Diakhir kelas 5 SD, pertama kalinya mempunyai gadget. Sebuah gamewatch kapal selam seharga Rp 35.ooo rupiah. Sayang, untuk mendapatkannya saya harus melakukan khitanan dulu. Setelah obat biusnya hilang, perih euy!

Penghujung masa sekolah dasar, menikmati permainan anak-anak di bulan puasa yang bernama ‘Dor Nama”. Salah satu permainan favorit dari sederet permainan anak-anak lainnya. Jam mainnnya biasa dimulai setelah sahur selasai. Dengan membagi dua team, masing-masing harus mencari musuh yang menyebar di seantero kampung. Siapa yang melihat musuh, harus cepat menyebut ‘dor’ dan diikuti namanya. Sang korban yang telah disebut namanya akan mati layaknya tertembak musuh.

Jul
02

PenontonPiala dunia yang sudah dimulai sejak pertengahan Juni lalu -akh, basbang baru dibahas sekarang-, membuat rasa ingin nonton pertandingan sepak bola keluar lagi. Padahal, lebih dari dua tahun ini saya tidak pernah lagi menonton pertandingan sepakbola. Baik luar maupun dalam negeri.

Sebelum Piala Eropa dua tahun lalu, saya termasuk orang yang senang menyaksikan pertandingan olahraga yang satu ini. Apalagi bila waktunya Liga Italia berlaga. Pasti saat itu sudah nongkrong di depan TV minimal 15 menit sebelum pertandingan dimulai. Belum lagi bila yang akan bertanding adalah club-club favorit seperti Juventus, Intermilan, atau AC Milan. Sampai pagi pun, pasti saya lakoni untuk menontonnya.

Belakangan, kegemaran menonton sepakbola hampir pupus sama sekali. Menyaksikan dua team dalam satu babak saja sudah terasa lama dan membosankan. Apalagi bila tidak ada satu gol pun tercipta. Pasti langsung pindah channel.
Read more…

Jun
10

Tak terasa, sudah 29 kali aku mengitari matahari.

May
31

rokokSehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada
tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini,
bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya merokok:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN.
Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok
tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.

2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun
sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar,
full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free,
organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products),
harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan
bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa
label-label tersebut.

3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi
WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus
bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani
perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

[BY]onicS

May
20

Lagi-lagi saya harus mengalihkan perhatian ke provider lain untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data. Setelah kurang lebih 6 bulan menggunakan Matrix dengan tarif flat-nya, saya harus puas dengan keputusan Indosux untuk menutup paket flat internetnya akhir tahun lalu. Sebagai gantinya, dikeluarkan paket yang kurang pas dengan aktivitas saya.

Kemudian dilanjutkan dengan memakai jasa CDMA Starone dengan paket 1 gb-nya, yang lagi-lagi keluaran Indosux, sampai hari ini.
Dengan paket yang terbatas dari Starone ini, membuat pemakaian internet terasa kurang nyaman. Kekhawatiran akan melewati batas pemakaian sudah pasti membayangi. Berbagai program untuk memblok berbagai jalur yang tidak penting menjadi kebutuhan primer yang harus dipasang.

Bukan sekedar mahalnya biaya yang akan ditanggung dengan berdasarkan kelebihan pemakaian dan kelipatannya, namun keterkenalan Indosux dengan kekacauan billing-nya juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Beruntung, selama kurang lebih 5 bulan, pemakaian masih dalam batas paket yang sudah ditentukan.
Read more…

May
02

“Gimana? Udah isi?”
“Udah ada hasilnya belum?”
“Tokcer, nggak?”
“Udah jalan berapa bulan?”
Dsb, dsb..

Berbagai jenis pertanyaan yang kerap kali keluar dari banyak rekan yang menanyakan kabar kehidupan setelah berumah tangga. Dari yang paling edan bertanya pada hari kedua setelah saya menikah, sampai kemarin sore masih ada saja yang menanyakan hal serupa. Dan jawabannya pun saya berikan beragam.

“Masih proses, Mbak.”
“Doanya yaa, Pak.”
“Ajarin donk, Tante.. :-D
Dsb, dsb

Apa yang terpikirkan saat itu, jadilah jawaban yang keluar dari mulut saya. Hampir bosan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa. Apalagi bila yang ‘ditunggu’ tak kunjung datang. Walau belum sampai tahap yang mengkhawatirkan, namun tetap saja hal itu kepikiran. Berbagai ‘usaha’ pun harus ditempuh. Mengurangi aktivitas yang melelahkan, menghindari stress, sambil menamatkan gaya kamasutra.. *Lho?!*

Minggu lalu, saya mendapat kabar bahwa si dia sudah telat datang bulan lebih dari sepuluh hari. Dan kemarin juga sudah mengalami gejala mual sehabis melahap sepiring nasi. Walau belum minta yang aneh-aneh (baca: ngidam), dari dua tanda sebelumnya, saya membeli test kehamilan pribadi bermerk Sensitive *SPAM*, sebelum memeriksakan ke dokter.

Dengan berbekal panduan yang ada di kemasan, sedikit kesalahan merendam dengan bercampur bingung, akhirnya strip keluar juga. Hasil ini keluar lebih dari 1/2 jam setelah digunakan. Mungkin karena kesalahan pemakaian diawal tadi. Dua strip warna merah muda itu tampil perlahan tapi pasti. Sambil mengucek-ucek mata karena belum terlalu percaya, terus memandangi dua strip yang memang sangat diharapkan itu. Dan benar-benar bergembira ketika tampilan strip semakin nyata dan jelas terpampang disana. Alhamdulillah!

Semoga pemeriksaan dokter nanti mendapatkan hasil yang sama. POSITIF!

Apr
29

E450Dengan semakin banyaknya kebutuhan harian yang harus dibawa serta ketika mengendarai motor, box Givi E33 dirasa kurang bisa memenuhinya. Box yang berkapasitas 33 liter dan dapat menampung satu helm full face ini awalnya memang sudah memenuhi kebutuhan saya sewaktu masih sering berkendara seorang diri. Hampir semua barang yang biasa saya bawa dapat masuk di dalamnya. Biasanya saya membawa sebuah tas ransel, jas hujan, dan beberapa toolkit dan sparepart untuk disimpan di box ini. Bila parkir, tas ransel akan bertukar tempat dengan helm.

Belakangan, dengan seringnya membawa boncenger tentu kapasitas box ini menjadi semakin berkurang. Yang pasti, tambahan 1 helm dan 1 stel jas hujan pun harus masuk ke dalamnya. Belum lagi dengan barang belanjaan atau barang bawaan lain yang menjadi sering dibawa.

Setelah berhasil melepas box E33 ini ke seorang rekan kantor, semalam box baru type E450 yang masih keluaran Givi sudah terpasang di motor saya.

E450 – SIMPLY – MONOLOCK®

E450 Simply, the large Monolock case characterized by a wide reflector and a modern design, has now been equipped with a new automatic opening/closing system.

OPENING: simply pushing a button with one finger, even when wearing gloves will easily open the case.

DETACHMENT: The mere rotation of the key and a light pressure on the red push button enables the detachment of the case from the motorcycle. The new E 450 has a security system in case it is closed incorrectly. The pressure with your hand brings the hinge to the correct closing position.

Apr
19

Malam itu, saya baru saja menyelesaikan training dengan empat rekan kantor di luar kota. Berhubung sudah malam, tidak ada supir kantor yang bisa menjemput kami untuk kembali ke Jakarta. Jadi alternatif lain adalah menggunakan angkutan umum untuk pulang ke rumah.

Setelah beberapa lama menunggu bis, kini kami sudah duduk santai di bus jurusan Jakarta. Dan seperti layaknya bus antar kota, ada satu ruang di bagian belakang yang digunakan untuk menyimpan barang penumpang. Kami pun menggunakan termpat itu untuk menyimpan barang bawaan. Hampir seluruh barang kami letakkan di belakang, sementara kami duduk di bangku tengah.

Tak terasa -karena tidur semalaman- hari sudah pagi dan bus yang kami tumpangi sudah masuk terminal Jakarta. Setelah mengambil barang-barang di belakang, kami bergegas turun untuk berpisah menuju rumah masing-masing.
Read more…