Home > Kesehatan > Cabut Gigi Itu Tidak Sakit
Feb
17

Cabut Gigi Itu Tidak Sakit

Lebih dari dua tahun saya menahan diri untuk tidak mencabut gigi geraham kiri. Padahal, sudah sejak itu pula, dokter gigi mem-vonis geraham ini segera dicabut. Istilahnya, gigi itu sudah mati dan tinggal sampahnya saja. Memang, geraham kiri saya sudah sejak lama patah bagian atasnya. Hanya akar saja yang tersisa. Permukaan pun nyaris tertutup gusi. Pantas bila disebut sampah.

Rupanya, kondisi geraham kiri membuat iri geraham kanan. Mungkin, melihat saudara kembarnya asik-asikan hidup tenang di bawah gusi, tanpa menjalankan tugas mengunyah makanan, membuat si geraham kanan membuat keputusan yang sama. Tahun lalu, geraham kanan mulai patah pada satu sisinya. Goyang inul setiap ada tekanan. Dan beberapa kali membuat tuannya merasa sakit tak tertahan. Puncaknya, bulan puasa silam, sakit gigi membuat kehidupan saya agak merana. Nyaris setiap detik saya harus menahan rasa nyeri. Benar-benar lebih nyeri dari sakit hati *spontan nyanyi dangdut*.

Dari situ, saya memantapkan diri untuk segera mencabut gigi geraham sialan ini. Sambil menunggu sembuh, saya mencari informasi tentang proses pencabutan gigi. Damn! selain kisah yang amat menakutkan, bumbu-bumbu dari teman yang tak bertanggung jawab membuat nyali saya ciut juga. Apalagi bila dikaitkan dengan jarum suntik. Eit, bukannya saya takut jarum suntik, lho.. Cuma, saya agak menghindari benda-benda tajam mendekati, apalagi masuk ke dalam tubuh saya. Sekecil apapun. Hehehe..

Selepas masa tersiksa, kondisi gigi berangsur pulih. Rasa sakit yang pernah datang seakan terlupakan. Niat untuk menghilangkan sumber sakit sudah tidak terlintas lagi. Untuk sementara, saya membiasakan hidup dengan gigi geraham kanan yang patah setengah, dan goyangan mautnya yang siap menusuk gusi dengan rasa perih suatu hari nanti.

Sampai akhirnya, datang niatan mulia itu. Senin kemarin, sambil ber-narsis diri di depan cermin, iseng saya perhatikan setiap sisi gigi geraham. Panik juga dengan kondisi patahan yang sudah semakin parah. Warna hitam di bawah patahan sudah mulai melebar. Hmm, harus ambil tindakan tegas. Cabut!

Kebetulan, Rabu kemarin seorang teman kantor, mengutarakan niatnya untuk berkunjung ke dokter gigi. Moment yang pas!
Dengan mengumpulkan informasi dan persiapan menghadapi benda kecil, lancip, dan menakutkan itu, saya siapkan satu hari cuti untuk benar-benar fokus. Karena salah fokus itu sux!

Kamis, 14 Februari 2008, lebih dikenal sebagai hari kasih sayang untuk sebagian orang. Hari yang pas untuk merasakan indahnya pergi ke dokter gigi. Adalah RS Abdi Waluyo di bilangan Menteng, yang menjadi tujuan saya. Hujan yang turun sejak pagi, seakan siap mengiringi keberangkatan saya menuju tempat yang tidak rela untuk saya kunjungi tersebut.

Tepat pukul 10.30, saya mulai duduk di ruang tunggu. Menunggu giliran untuk dieksekusi. Teman saya masuk duluan untuk memeriksa giginya. Setengah jam berlalu, nama saya pun akhirnya dipanggil. Seorang dokter cantik, menyambut saya dengan riangnya. Dr. Maja -baca Maya-, nama dokter itu. Rambutnya ikal sepundak, kulit putih bersih, dan tubuh yang langsing itu, menyambut saya seperti telah mengenal ribuan tahun lamanya. Sapaan akrabnya jelas membuat pasien panik seperti saya bisa langsung terobati. Sedikit melupakan jarum suntik, saya lancar mengutarakan keluhan. Uhm, jago lu, Dok!

Sesi ‘nyaman’ itu tak berlangsung lama. Saya dipersilakan duduk di kursi ‘pembantaian’. Rasa ngeri spontan datang lagi, setelah melihat berbagai peralatan di meja praktek. Tang, besi-besi tajam, dan berbagai peralatan lain yang siap mengobrak-abrik gigi geraham saya. Blast! lampu besar menyala menyinari seluruh isi mulut. Dr Maja dengan santainya memeriksa sambil sesekali tersenyum manis menenangkan. Sungguh cara yang pas, dari dokter yang menarik.

Entah apa yang dia lakukan pada gigi saya, yang jelas saya hanya merasakan benda kecil menyentuh lembut gusi saya. Tidak ada rasa sakit sedikit pun. Beberapa kali diminta kumur-kumur, dokter bertanya apakah sudah ada rasa tebal di gusi. Lho, memangnya sudah dibius? Koq tidak ada rasa sakit? Koq saya tidak melihat jarum suntik? Koq?

Dan benar saja, ternyata memang obat bius sudah melesak ke dalam gusi. Entah cara apa yang digunakan, yang jelas, setelah itu dokter sudah dengan santainya mengeluarkan rongsokan geraham saya. Tidak ada rasa sakit sedikit pun sampai saya melihat seluruh gigi beserta akar sudah berpindah ke meja praktek. And, that’s it! Cabut gigi sudah selesai tanpa ada rasa sakit sedikit pun. Huaaaah, legaaa…!

Saya masih berpikir, teknologi apa yang digunakan untuk membius. Apakah disemprot, atau tetap disuntik dengan jarum yang kecil? Hasilnya, prosesi pencabutan gigi lancar jaya, dan jauh dari kesan menakutkan. Saya hanya tinggal menggigit kapas selama 2 jam, dan semua telah selesai.

Dan, dalam waktu dekat, saya akan balik lagi untuk mencabut geraham kiri yang tinggal akarnya. Bedanya, sekarang tanpa rasa takut sedikitpun. Cheers…!

24 Responses to “Cabut Gigi Itu Tidak Sakit”

  1. February 18th, 2008 at 06:07 | #1

    wahk…ternyata elo takut jarum suntik ya Bud? alamaakk… hahaaha.. *ngakak…*

  2. February 18th, 2008 at 21:01 | #2

    ah tenyata kamu bud :)

  3. February 20th, 2008 at 18:24 | #3

    disuntik sama dokter yang rambutnya ikal sepundak, kulit putih bersih, dan tubuh yang langsing kok malah takut..kan udah biasa “nyuntik” entu kan.. ;)

  4. February 23rd, 2008 at 21:36 | #4

    Hm.. sewaktu melesakkan anestesi tetep nyelekit! :smile:

  5. [BY]onicS
    February 24th, 2008 at 10:16 | #5

    @Pudakonline
    Nyelekitnya dikit koq..
    Gak kayak jarum gemblung itu.. ;-)

  6. May 6th, 2008 at 11:49 | #6

    hiks.. ini lagi sakid gigi, dan sama banget kejadian nya.. aku takud ke Dr. Gigi. waaahhh beneran ga sakid ya?? kek nya ntar balik kerja aku mo cari Dr. Gigi ah.. klo sakit harus tanggung jawap karena informasi inih boong.. xixixi wish me luck..

  7. sweetrose1804
    October 28th, 2008 at 06:44 | #7

    Iyaaaa… aku juga takut banget datang ke Dr. GIGI.. udah di bius lokal gigi yang mau dicabut… udah terlanjur lidah dan gusi rasanya tebat.. tapi…. saat tang itu menyentuh gigi geraham.. aduuuhhhhh batal lagi malam itu dicabut giginya…. jadi gimana dunkkkkkkk

  8. kahliljazz
    December 11th, 2008 at 01:52 | #8

    ah masa iya gak sakit? Tadi malam gw cabut gigi geraham karena kata dokter sudah infeksi dan pada saat disuntik waddduuuuhh… sakit sekali. Saking sakitnya gw teriak hehehe.. jadi malu nih. Sekarang nih (saat posting ini) gw masih gigit kapas alias udah 3 kali ganti kapas karna darahnya banyak.. moga2 cepat sembuh, doakan bro…

  9. jetrin
    March 25th, 2009 at 15:27 | #9

    W jg brsan nybut Gigi Graham niiy, coz kte Drx diponis hrz dicabut…waduuuh,,,w s4 tx ma drx atiit g’ dok,,,y ktx skit… jreeng akhrx w braniiin diri jg,,,waw fantstis coy g atit tp w skr blm bz ngp2in agy gigit kapas niiiy,,,diem, melamun, suntuk, BT lg… smbl nunggu drahx brhnti yg ktx 24 jm br ilang…Gubraak… 1 jm z w g nahan niiy,,, mn udh mulai nyut nyut niiy bks cabutan… Aduh lebih baik sakit hati deh dr pd sakit Gigi..hehehe

  10. Li
    June 26th, 2009 at 08:06 | #10

    Aku jg rencanany mw cabut gigi. Tp gk jd2 coz aq tkt. Btw klo k dokter gigi biaya ny brp? Soalny aq mhssw sih, jd msh mkirin biaya ny.

  11. lynn
    July 5th, 2009 at 07:07 | #11

    Wah beruntung bgt deh kamu. Pengalaman cabut gigi pertamaku, geraham kiri atas, sungguh meninggalkan trauma. Kata dokter giginya susah bgt dicabut, jd mesti dibor berulang2 ampe pendarahan dan terakhir ampe sinus robek, jd darah dan air keluar lewat mulut dan hidung, air kumur jg spontan keluar lewat mulut dan hidung. Udah dibor, pendarahan, robek, abis tu dijahit lagi, 2 jam penuh ampe bibir mau robek pula rasanya. Trus pulang rumah, sakitnya ampun2 ampe ke ubun2. Besoknya malah bengkak lagi. Hari ini posting kondisi msh bengkak. JUst wish me luck

  12. marcelino
    July 7th, 2009 at 21:05 | #12

    saya juga punya fobia yang sama , boleh tahu alamat dokternya dan tempat prakteknya ( no. telp juga ) thks. bud.

  13. Ardhi
    August 6th, 2009 at 09:57 | #13

    sakit gigi akan sakit jika ada infeksi pada akar, setiap gerakan menekan dan mengungkit yang dilakukan oleh dr gigi akan membuatnya semakin bertambah sakit.

    bagaimana agar tidak sakit? berdoa saja dan ikhlaskan rasa sakit yang anda dapatkan.

  14. maia
    August 10th, 2009 at 15:06 | #14

    kalo gak disuntik, jd biusny pake apa yah???

  15. mdp
    August 12th, 2009 at 22:58 | #15

    boleh minta alamat dokternya gak bro..?
    kasus gw sama nih ama lu…

  16. [BY]onicS
    August 13th, 2009 at 09:01 | #16

    Langsung datengin aja ke RS Abdi Waluya.
    Di sekitaran Menteng. Saya gak tau alamat detail-nya.

  17. Shima
    October 21st, 2009 at 07:14 | #17

    biaya cabut geraham bungsu berapa ya mas?

  18. eve
    December 25th, 2009 at 13:05 | #18

    aq jg barusan dari Dr. Gigi, parahnya si dokter menvonis semua gigi geraham bungsuku, kanan-kiri, atas bawah, semua rusak, cman yg kanan bawah msih bs ditembel, minggu dpan hrs kontrol lg ke dokter, skalian dicabut gigi, thanks buat infonya,aq hrs kuatkan hati, berdoa, dan ikhlaskan rasa sakitnya.

  19. Gisteen
    January 2nd, 2010 at 11:24 | #19

    Hari ini baru cabut 2 gigi geraham kiri bawah, sama kasusnya tinggal akar doang. Dokter (cewe juga gan..) nanya tunggul geraham tsb sakit nggak, katanya kalau sakit malah nggak boleh dicabut. Pertama dibius pakai alat kayak jarum suntik gitu, tiap sisi gusi di suntik 3 kali. Terasa spt digigit semut merah juga.. :D . terus didiemin sekitar 5 menitan dan ditanya udah terasa kebas blom. Gua sih ngerasanya bukan kebas lagi tapi spt pipi kiri gua berat dan dower gitu. Dan dimulailah acara pencabutan itu. Diawali dgn alat kayak obeng (di congkel congkel dari semua sisi) trus baru deh pakai tang cabut. Krek…krek..! Udah deh. Disuruh kumur kumur dan gigit gulungan kapas. Dikasih obat antibiotik dan anti nyeri (diminum kalo terasa sakit aja). Sampai sore ini nggak ada gua minum krn nggak sakit, cuman sisa kebasnya masih terasa dikit. OK, ini sebagai sharing mana tau ada yg mau cabut gigi juga. Thanks.

  20. dila
    January 12th, 2010 at 09:46 | #20

    doh…. ntar malem mo cabut gigi neh,sakit ga y? bingung masala disuntikny,itu krasa ato kgaa

  21. tugay
    February 6th, 2010 at 03:34 | #21

    Jl HOS Cokroaminoto 31-33,Gondangdia,Menteng
    JAKARTA 10350
    Phone : 021-3144989, 021-3146621, 021-3161451, 021-31930866
    Fax : 021-31930866

  22. zhem muhammad baim
    March 11th, 2010 at 05:54 | #22

    do’ainw bro bcok snin w dah ada janji ma dokter gigi wat perang melawan rongsokan ….moga g sakit

  23. March 11th, 2010 at 08:50 | #23

    TERIMA KASIH YA THANKS BUAT SEMUANYA NICH YANG DAH COMMENT DI SINI, PERTAMA – TAMA PERKENANKANLAH SAYA YANG PERNAH DICABUT GIGI GERAHAM BAWAH KIRI ?. TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN BAIK YANG BELUM MAUPUN YANG PERNAH DICABUT GIGINYA INI AKAN MENJADI KETERGANTUNGAN OBAT – OBATAN PENGHILANG RASA SAKIT PRA BEDAH MULUT UNTUK MENCABUT GIGI DIMAKSUD !. JADI, BAGAIMANA KITA BEBAS DARI KETERGANTUNGAN OBAT – OBATAN DIMAKSUD ?. TRIMS BUAT SEMUA. OH … SEE YOU !!!.

  24. March 11th, 2010 at 08:51 | #24

    TERIMA KASIH YA THANKS BUAT SEMUANYA NICH YANG DAH COMMENT DI SINI, PERTAMA – TAMA PERKENANKANLAH SAYA YANG PERNAH DICABUT GIGI GERAHAM BAWAH KIRI ?. TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN BAIK YANG BELUM MAUPUN YANG PERNAH DICABUT GIGINYA INI AKAN MENJADI KETERGANTUNGAN OBAT – OBATAN PENGHILANG RASA SAKIT PRA BEDAH MULUT UNTUK MENCABUT GIGI DIMAKSUD !. JADI, BAGAIMANA KITA BEBAS DARI KETERGANTUNGAN OBAT – OBATAN DIMAKSUD ?

Add reply