Archive

Archive for 2009

Nov
21

Beredarnya versi leaked Operating System Blackberry versi 5, memang sudah lama terdengar. Dari beberapa forum blackberry, pasti dibahas tuntas keunggulan dan kelemahan dari versi leaked tersebut. Review dari pengguna langsung pun mudah kita temui. Berbagi pengalaman antar pengguna, bisa menjadi dasar, apakah kita akan menggunakan versi tersebut, atau tetap dengan versi yang sudah stabil di handheld kita.

Sebelumnya, saya kurang tertarik untuk mencoba OS versi 5 Storm. Banyak bug yang kurang pas saya dapatkan, hanya untuk mencoba OS baru. Sampai minggu lalu, saya masih bertahan di OS versi 4.7 Official.

Tapi pikiran ini sudah berubah. Tidak kurang dari seminggu yang lalu, situs ternama yang membahas ihwal BB -crackberry- mengabarkan keluarnya OS 5 versi leaked 5.0.0.328. Seperti biasa, saya mengikuti thread ‘finding and fixes’ untuk OS tersebut.

Dari sekian banyak member crackberry yang sudah mencoba, saya melihat lebih dari 90% menceritakan kekagumannya atas OS tersebut. Banyak sisi positif yang didapat, dibanding bug kecil yang dialami. Nah, mulailah saya berpikiran untuk mencoba merasakan dahsyatnya OS 5 besutan RIM ini. OS yang hanya ditanamkan pada device keluaran terakhir milik mereka.
Read more…

Nov
07

Saya kurang tahu pasti apa yang menjadi latar belakang Ciujung dijadikan nama kereta listrik untuk jalur Serpong-Tanah Abang. Yang pasti, nama Ciujung menjadi penting, karena keberadaannya telah memberi warna tersendiri dalam kisah hidup saya. Kereta yang disebut dengan kelas ekonomi AC ini, sudah menjadi alat transportasi utama sehari-hari. Melepaskan identitas ‘biker’ yang pernah melekat selama beberapa tahun terakhir.

Dengan jarak rumah dan kantor yang tidak bisa dibilang dekat, saya nyaris ‘tobat’ dari dunia roda dua sebagai transportasi andalan. Pinggang pegal, tangan ngilu, stress macet, dan sumpah serapah kepada pengendara angkot, mulai saya lupakan. Sekitaran bulan Maret 2009, saya melirik transportasi publik yang berjalan di rel. Mencoba beberapa kereta dan beberapa jadwal, akhirnya saya konsisten di KRL Ciujung pagi yang berangkat pukul 07.30, dari stasiun Sudimara. Pulangnya, masih bervariasi. Tergantung selesainya pekerjaan kantor. Namun, rata-rata masih sering menggunakan Ciujung malam.
Read more…

Sep
05

Caci maki yang ditujukan untuk Telkomsel Flash unlimited di dunia maya belakangan ini, juga berlaku untuk kartu halo saya. Sudah lebih dari 2 bulan, koneksi dari provider terkemuka ini tidak bisa diandalkan. Kecepatan maksimal yang sering saya dapatkan bila digunakan di sekitar Jakarta Pusat sudah tidak kentara lagi. Biasanya saya download di 30 kbps, dan stabil. Belakangan, hanya diam di 5 kbps saja. Tidak stabil bila di jaringan 3G. Jadi terpaksa turun ke jaringan gprs.

Bulan pertama masih sabar. Tapi tidak untuk bulan kedua. Dan berita duka secara resmi pun keluar dari Telkomsel. Perubahan fair usage untuk masing-masing paket berubah total. Saya tambah yakin untuk berhenti berlangganan Telkomsel Flash sementara waktu.

Sekarang kartu berpindah tangan ke teman kantor, berlaku sejak awal bulan ini. Nanti, bila ada perubahan ke depan, mungkin saya akan menggunakannya lagi. Dan tidak perlu repot untuk mengurus ke Grapari karena status kartu masih aktif.
Read more…

May
27

Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.

Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa ‘aman’ juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.

Sumber OS yang mejadi favorit banyak orang, tentu dari forum xda-developers.com. Banyak pilihan OS dan review langsung dari penggunanya.
Kali ini saya memilih OS buatan Tai_SW, untuk versi 13. Kebetulan, versi dari developer ini menjadi thread yang paling atas pada saat saya browsing WM 6 untuk Hermes. Dan kebetulan pula banyak user yang memberi kesaksian positif untuk versi ini.

Proses download tak berlangsung lama, karena file mentahnya hanya sekitar 50 mb. Setelah mengikuti semua petunjuk upgrade ROM, Windows Mobile 6.5 mulai berjalan di HTC Hermes.

Kesan pertama adalah sensasi perbedaan. Home screen dan tampilan menu berubah total. Penuh animasi yang menarik dikemas dengan huruf yang jauh lebih besar. Dikenal sebagai gaya Titanium. Walau ada pilihan untuk balik ke tampilan versi lama, namun default homescreen 6.5 adalah titanium. Tap tombol star di pojok kiri atas, bukan lagi memanggil scroll menu yang berisi deretan program Windows Mobile, namun langsung masuk ke deretan icon program dan icon setting untuk setup OS sesuai keinginan kita.

Layaknya device Windows Mobile saya sebelumnya, PDA phone ini saya gunakan untuk kepentingan email, chat, dan browsing. Maka, utak-utik pertama kali adalah mencoba outlook mobile yang saya setting untuk menerima email rutin. Untuk yang satu ini, tampilan tidak banyak berubah. Termasuk menu dan kolom-kolom yang harus diisi. Satu hal yang menarik buat saya, kini scroll dengan jari sudah sangat sempurna. Tidak diperlukan lagi scrollbar di sisi kanan. Cukup menggerakkan jari ke atas, bawah, atau samping di mana pun, maka text akan mengikuti pergerakannya. Nice. Kini saya tidak tertarik lagi untuk instalasi email client lain.

Untuk browsing, saya masih setia dengan Opera. Internet Explorer bawaan terasa berat untuk di jalankan di Hermes. Ntah bila dengan device terbaru yang memiliki memori lebih besar. Kebutuhan chat saya percayakan kepada Slick. Selain gratis, aplikasi ini lumayan stabil dan ringan.

Satu hal yang agak mengganjal dari Windows Mobile 6.5, setiap kita memasuki icon atau setup sesuatu, kemudian keluar dengan tombol OK, kita akan selalu dibawa ke menu homescreen. Bukan ke menu sebelumnya. Ini lumayan merepotkan. Terutama bila kita banyak melakukan setting menu atau tampilan WM. Apalagi untuk ukuran saya yang sering gonta-ganti OS atau hard reset.

Kesimpulannya, system operasi bergerak yang layak dicoba. Kita seakan memiliki device baru lagi. Penggunaan jari dimaksimalkan. Bila dipadukan dengan launcher yang banyak tersedia, PDA phone akan menjadi gadget yang sempurna.

Feb
09

Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.

Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.

Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.

Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.

Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.

Tirev