Berawal dari Mbak PRT yang sedang mengeluarkan piring-piring untuk keperluan tahlil tetangga sebelah. Dia menjerit karena melihat seekor ular melintas. Dan, dengan keyakinannya tentang hewan yang dilihat, dia tidak berani meneruskan pekerjaannya.
Setelah merasa yakin dengan ceritanya, segera saja tim gegini dadakan menyusuri ruang penyimpanan piring-piring itu. Dengan berbekal perlengkapan seadanya, kami menyinari setiap sudut ruang. Beberapa menit kemudian, kami menemukan seekor ular hitam, sedang waspada memandangi manusia yang menghampiri. Dengan panjang sekitar 30 cm, gaya ular itu lumayan membuat gentar anggota tim. Persis seperti tayangan hewan liar di televisi.
Kepala terangkat ke atas, mulut ternganga lebar.
Dengan menggunakan sarung tangan, salah seorang anggota tim langsung mengibaskan selembar kain, dan menariknya ke tempat yang lebih terang. Dan, tanpa basa-basi ular tersebut langsung ditahan dengan besi di atas tubuhnya. Karena berat besi, kontan ular tersebut tidak bisa berjalan. Hanya kepalanya yang dengan garang meliuk-liuk mencoba menggigit apapun yang mendekat. Ada yang bilang, ular ini sejenis cobra. Hah?!
Sayang skrinsut yang ada tidak terlalu tajam terlihat, karena hanya menggunakan kamera seadanya.
Memang, dari warnanya yang hitam dengan corak abu-abu gelap serta gerakan kepalanya yang siap menerkam, bisa dibilang gaya ini mirip sekali dengan ular cobra. Ah, terlepas dari jenis ularnya, yang menjadi masalah adalah bagaimana anak ular ini bisa sampai ke dapur saya?
Dua minggu terakhir ini, beberapa kali saya mendengar bunyi gemeresek dari atas lemari di rumah. Bunyi tersebut biasanya mulai terdengar ketika angka di jam dinding menunjukkan pukul 8.00 atau lebih. Awalnya saya tidak begitu memperhatikan asal bunyi-bunyian tersebut. Namun, menurut pengakuan ‘teman tidur’ saya, bunyi tersebut merupakan suara yang ditimbulkan oleh binatang hitam berbulu dengan ekor panjang menjuntai. Dia mengetahui hal ini karena beberapa kali mendengar bunyi mendecit khas yang keluar dari pita suara binatang itu. Bunyi yang pasti dibarengi dengan teriakan histeris sang ‘teman tidur’. Yaa, kebetulan teman tidur saya ini mempunyai rasa takut luar biasa bila menjumpai binatang yang bernama tikus tersebut.
Piala dunia yang sudah dimulai sejak pertengahan Juni lalu -akh, basbang baru dibahas sekarang-, membuat rasa ingin nonton pertandingan sepak bola keluar lagi. Padahal, lebih dari dua tahun ini saya tidak pernah lagi menonton pertandingan sepakbola. Baik luar maupun dalam negeri.
Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada