<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[BY]onicS &#187; Gadgetory</title>
	<atom:link href="http://budiyono.com/category/gadgetory/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budiyono.com</link>
	<description>...not just imagining...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Oct 2011 09:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Nexus One Vs HD2</title>
		<link>http://budiyono.com/2010/06/nexus-one-vs-hd2/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2010/06/nexus-one-vs-hd2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 05:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>[BY]onicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/2010/06/nexus-one-vs-hd2/</guid>
		<description><![CDATA[Karena yang gue pegang duluan adalah Nexus, gue coba mulai review dari ponsel sexy ini. N1 Hardware Dari tampilan, gue merasa ponsel ini sangat sexy. Lekuk tubuhnya sangat aduhay dibanding beberapa superphone lain yang biasanya berbentuk kaku. Dari fisik, tidak &#8230; <a href="http://budiyono.com/2010/06/nexus-one-vs-hd2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena yang gue pegang duluan adalah Nexus, gue coba mulai review dari ponsel sexy ini.</p>
<p><strong>N1</strong></p>
<p><strong>Hardware</strong></p>
<p>Dari tampilan, gue merasa ponsel ini sangat sexy. Lekuk tubuhnya sangat aduhay dibanding beberapa superphone lain yang biasanya berbentuk kaku. Dari fisik, tidak ada nama merk atau seri di sisi depan. Hanya stempel Google yang menghias di body belakang.</p>
<p>Ini lumayan membantu bila ada orang iseng yang suka comment kenapa gue seneng gonta ganti HP. Tinggal bilang aja, ini HP china. Habis perkara. Karena biasanya mereka suka bawel kalo liat HP baru. Kalo HP china, selesai.</p>
<p>Layar 3,7” sudah cukup lega untuk membaca ebook, atau browsing. Teknologi amoled terlihat lebih tajam dan menarik. Touch button menyatu dengan screen. Plus trackball yang memudahkan kita untuk select text.</p>
<p><strong>Software</strong></p>
<p>Lanjut ke daleman OS-nya. Dengan Android 2.1 (out of the box), nexus one sudah terasa stabil dan cepat. Prosesor 1 Ghz-nya sangat berasa untuk buka dan tutup aplikasi. Nyaris tanpa lag. Setup email dan configurasi juga mudah. Karena ini milik google, dengan mendaftarkan user gmail, semua langsung terkait antara email (gmail appz), Gtalk, sampai ke market. Selesai mendaftar, kita langsung bisa menggunakan semuanya tanpa perlu setup satu-satu. Termasuk contact list bila kita aktifkan google sync.</p>
<p>Saat ini, nexus one sudah bisa upgrade ke OS google varian berikutnya, Frozen Yogurt (Android 2.2). Jadi review akan berkiblat ke OS ini.</p>
<p>Gue coba mereview beberapa aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari. Pertama adalah email. Ini aplikasi email paling hebat yang pernah gue pake. Kalo kata BS, gokil abis. Full integrasi dengan gmail web. Nyaris semua fungsi bisa kita dapatkan di sini. HTML email, attach file, preview attachment, dan lain-lain. Threaded emailnya sempurna, send and receive cepat, dan bila jaringan lagi busuk, tidak takut untuk double send seperti di gmail apps BB. Gue pernah coba kirim ratusan email dalam beberapa menit. Semua email terkirim dengan sempurna. Intinya, ini management email terbaik yang pernah gue coba di ponsel. BB yang dilengkapi gmail plugin pun gak bisa ngalahin kenyamanan beremail di sini.</p>
<p>Aplikasi kedua yang sering gue pake adalah chat. Gtalk terbaik di sini. Untuk YM, bisa menggunakan banyak aplikasi yang tersedia di Market. Banyak juga yang free.</p>
<p>Hal menarik lainnya di android adalah Market. Ribuan aplikasi gratis dan powerfull tersedia di sini. Dari aplikasi internet, office, game, sampe yang esek-esek pun ada. Update setiap aplikasi juga cepat. Gak akan bosen deh untuk mencoba hal baru di Android. Untuk yang versi inul, ada juga lho pasar gelapnya, biasa disebut pasar malam di milis sebelah.</p>
<p>Aplikasi multimedianya lengkap. Dari nonton film, putar music, sampai edit-edit photo asik banget. Aplikasinya juga bervariasi. Sayang N1 belum ada radio tuner.</p>
<p>Masih banyak aplikasi lain yang disiapkan android, untuk meracuni rekanan kita. Dari live wallpaper, shazaam, sampai game dengan berbagai pilihan. Dari semua aplikasi itu, semua seakan menyatu. Contohnya, bila kita ambil photo, hasilnya bisa langsung dishare lewat beberapa aplikasi. Nice banget.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Stabilitas</strong></p>
<p>Dari sisi stabilitas OS, Android ini seperti OS ponsel-ponsel jaman dulu. Nyaris tanpa hang, atau bisa dibilang, gak pernah hang. Crash hanya terjadi bila ada program yang force close. Tinggal kita klik force close, system back to normal dalam hitungan detik. Tanpa pencet tombol reset, dan tanpa cabut battery 3 menit. Indah sekali.</p>
<p>Gue udah terpukau dengan Frozen Yogurt. Bagaimana nanti bila Ginger Bread keluar yaa?</p>
<p>Yang masih pengen menggunakan Éclair (2.1), bisa dicoba rom Cyanogen. Gue pake ini, dan lebih baik dari stock ROM.</p>
<p>Dengan gaya pemaikaian sama di BB Storm, gue bisa 3 kali restart dalam sehari. Mirip kayak WM jaman dulu…</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Battery</strong></p>
<p>Untuk pemakaian yang sama, daya tahan Nexus One bisa mengimbangi BB Storm. Beda-beda tipis lah. Apalagi kalo pasang aplikasi-aplikasi model Juice atau apn droid untuk mengatur alur data yang masuk. Bisa lebih irit lagi.</p>
<p>Gue dengan pemakaian lumayan aktif, ribuan email dalam sehari, chat, browsing, dan game ringan, cabut jam 6 pagi, bisa tahan sampai jam 6 sore.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Kelemahan</strong></p>
<p>Daya tangkap sinyal 3G agak kurang untuk daerah dengan sinyal seadanya. Di rumah gue, HD2 bisa dapet HSDPA, tapi Nexus cuma dapet EDGE. Tapi untuk di daerah yang sinyal 3G-nya stabil, ponsel ini gak kalah daya tangkapnya.</p>
<p>Kelemahan kedua adalah speaker. Suaranya terbilang kecil untuk ukuran ponsel sebesar ini.</p>
<p><strong>HD 2</strong></p>
<p><strong>Hardware</strong></p>
<p>Kecepatan prosessor sama dengan Nexus One, 1Ghz. Kayaknya ini bakalan jadi standar untuk superphone berikutnya. Button terpisah dari layar. Beberapa orang lebih menyukai ini dibanding touch button di Nexus. Mencetnya lebih berasa. Ini juga mirip dengan tombolnya Desire.</p>
<p>Kalo di Nexus polos, bagian depan HD2, ada stempel HTC di bawah layar. Jadi gue gak bisa bilang ini HP china lagi. Nama ini lebih familiar dibanding Nexus One. Bagian belakang ada tambahan ’With HTC Sense’.</p>
<p>Yang paling menarik dari tampilan HD2 adalah layarnya. Ini yang gokil banget. Dunia serasa lega bila memandang ke sini. Buat baca ebook, email panjang, atau nonton flv kepuasannya tiada tara. Tapi, walaupun dengan layar segede gaban, HD2 tetap nyaman dipegang. Walau tidak se-sexy Nexus One. Layar gede ini, lumayan eye catching. Gue pernah disamperin orang sewaktu maenan ini di KFC. Dia tertarik melihat besarnya layar, dan gak kuat untuk gak nanya. Hehehe.</p>
<p><strong>Software</strong></p>
<p>HD2 dibundle dengan OS WM 6,5. Kalo yang udah maenan WM dari dulu, menu-nya gak nyusahin. Gak banyak berubah dari jaman WM 5.0. Out of the box, OS HD2 belum bisa dibilang sempurna. Masih banyak lag dan gak berasa kecepatan 1 Ghz.</p>
<p>Yang paling menarik adalah keberadaan HTC Sense. Berasa punya OS baru lagi. Dengan ciri jam digital besar menghiasi layar, plus perkiraan cuaca yang bisa diset update dalam beberapa waktu. Animasinya keren banget. Kalo lagi cuaca cerah, akan ada sinar mentari yang menghiasi layar. Bila berawan, segerombolan awan kelabu berjalan menyisir layar. Dan bila hujan, akan keluar rintik-rintik air, dibarengin dengan wiper yang mengelap layar. Takjub ngeliatnya.</p>
<p>Di deretan bawah, ada deretan icon yang siap digeser untuk menunjukkan menunya. Dari sms, email, twitter, picture, footprint, sampai settingan. Baca email dari sini juga menarik dan attraktif. Walau cuma potongan text file, tapi animasi dan kecepatannya bikin ngiri.</p>
<p>Seperti ritual sebelumnya, gue selalu mencari ROM-ROM terbaik untuk dipasang. Jalan-jalan di XDA-developers, bertaburan OS masakan yang siap hidang. Tapi sebelumnya lakuin HSPL dulu yee…</p>
<p>ROM pertama yang gue coba Artemis. Karena rom ini cocok dengan versi radio gue. Jadi gak perlu update lagi. Pertama pasang, ini ROM cukup menggiurkan. Cepet banget. Di sini baru berasa kehebatan prosesor 1 Ghz. Gak jauh beda dengan android di Nexus. Tapi sayang, sekali crash, gak mau direset. Harus di hard reset *sigh*. Coret deh.</p>
<p>Berikutnya gue cari Energy ROM. Nama ini udah familiar dari review HD2 di milis sebelah. Tapi, berhubung versi radionya berbeda, gue urungkan di awal. Sekarang bulat gue coba ROM ini, dan update radio menyesuaikan dengan requirement.</p>
<p>Versi 11 Juni, dan HTC sense standar, jadi pilihan gue. Harapannya gue masih bisa menikmati keindahan Sense original di sini. Rupanya review kehebatan ROM energy memang bukan isapan jempol. ROM ini sangat cepat, stabil, dengan tampilan icon yang baru. Ini WM yang sangat perfect. Jauh dari hang atau crash yang jadi image sebelumnya. Dan, karena ini diambil dari WM 6.5.5, sekarang email standar sudah dengan menu conversation. Lebih nyaman baca banyak email, bagai di gmail.</p>
<p>Penggunaan aplikasi lain, sama dengan di android. Hanya dengan tampilan yang lebih lebar..</p>
<p><strong>Stabilitas</strong></p>
<p>Out of the box, memang HD2 belum bisa dikatakan stabil. Tapi dengan ROM masakan, HD2 udah sangat stabil dan cepat. Walau belum bisa disamakan dengan ke stabilan OS Android. Harapannya HD2 ini bisa dipasang WP 7, atau bahkan dual boot android. seperti di TP2. Sehingga dengan hardware yang powerful, akan berasa kenyamanan dengan pilihan banyak OS.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Battery</strong></p>
<p>Dengan layar besar dan HTC sense, awalnya gue piker HD2 akan jadi ponsel super boros. Apalagi WM-WM yang pernah gue pake sebelumnya, batereinya bisa dibilang lemah. Gak lebih dari 4 jam dengan koneksi data udah harus di charge lagi. Tapi ternyata dugaan gue meleset. HD2 terbilang cukup irit. Dengan pemakaian yang sama, HD2 masih bisa bertahan di atas 8 jam. Beda dikit dengan nexus one, cukup lah buat gue.</p>
<p><strong>Kelemahan</strong></p>
<p>Dari rangkaian review di atas, kelemahan dari HD2 ada di ROM standard dan battery. Tapi bisa ditanggulangi dengan OS masakan dan battery gendong. Berikutnya adalah market yang seadanya. Aplikasi juga banyakan berbayar. Gak seru, ah. Tapi aplikasi-nya inul banyak juga di forum sebelah.</p>
<p>Oh iya, kalo punya ini, jangan beli case-mate deh. Walau nge-plug di tubuh HD2, buka-nya susah banget. Gak cocok buat yang suka gonta ganti batere atau SIM. Bisa-bisa baret body-nya.</p>
<p>Kesimpulannya, kalo bingung pilih HD2 atau Nexus, gue juga masih bingung sih. Beli aja 2-2-nya. Hehehe…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2010/06/nexus-one-vs-hd2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Storm Dengan OS 5</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 06:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Beredarnya versi leaked Operating System Blackberry versi 5, memang sudah lama terdengar. Dari beberapa forum blackberry, pasti dibahas tuntas keunggulan dan kelemahan dari versi leaked tersebut. Review dari pengguna langsung pun mudah kita temui. Berbagi pengalaman antar pengguna, bisa menjadi &#8230; <a href="http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beredarnya versi leaked Operating System Blackberry versi 5, memang sudah lama terdengar. Dari beberapa forum blackberry, pasti dibahas tuntas keunggulan dan kelemahan dari versi leaked tersebut. Review dari pengguna langsung pun mudah kita temui. Berbagi pengalaman antar pengguna, bisa menjadi dasar, apakah kita akan menggunakan versi tersebut, atau tetap dengan versi yang sudah stabil di handheld kita.</p>
<p>Sebelumnya, saya kurang tertarik untuk mencoba OS versi 5 Storm. Banyak bug yang kurang pas saya dapatkan, hanya untuk mencoba OS baru. Sampai minggu lalu, saya masih bertahan di OS versi 4.7 Official.</p>
<p>Tapi pikiran ini sudah berubah. Tidak kurang dari seminggu yang lalu, situs ternama yang membahas ihwal BB -crackberry- mengabarkan keluarnya OS 5 versi leaked 5.0.0.328. Seperti biasa, saya mengikuti thread &#8216;finding and fixes&#8217; untuk OS tersebut.</p>
<p>Dari sekian banyak member crackberry yang sudah mencoba, saya melihat lebih dari 90% menceritakan kekagumannya atas OS tersebut. Banyak sisi positif yang didapat, dibanding bug kecil yang dialami. Nah, mulailah saya berpikiran untuk mencoba merasakan dahsyatnya OS 5 besutan RIM ini. OS yang hanya ditanamkan pada device keluaran terakhir milik mereka.<br />
<span id="more-200"></span><br />
Akhirnya saya download, instal dan siap update ke BB. Percobaan pertama, gagal! <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
Kegagalan yang membingungkan sebenarnya. Karena dari cara yang sudah saya jalani, hampir semua sesuai dengan petunjuknya. Berbagi pengalaman dengan komunitas ID-BB dan crackberry pun, menemui jalan buntu. Mereka juga bingung atas apa yang saya alami.</p>
<p>Jadi, problemnya adalah aplikasi loader untuk update, tidak mengeluarkan OS yang ada. Seakan handheld tidak cocok dengan OS yang saya download. Tindakan pertama saya melakukan download ulang. Hasilnya sama. Sampai download yang ke-3 kali, hasilnya tetap sama.</p>
<p>Berikutnya, saya utak atik desktop manager. Coba downgrade ke versi sebelumnya. Kemudian coba instal ulang, disconnect internet, dan beberapa hal lain, tetap tidak berhasil. Anehnya, bila saya coba update dengan versi 4.7, proses berjalan lancar. Tidak bermasalah sedikitpun.</p>
<p>Nyerah? Belum, donk. Masih banyak jalan menuju Roma. Walau akhirnya saya hentikan experiment saat itu. Coba cari suasana baru. Main ke Mall. Lihat SPG yang menjajakan dagangannya. Dan membeli makanan ringan. hihihi.</p>
<p>Pulangnya saya coba lagi untuk update. Penasaran di dada sudah sangat memuncak. Dan, bukan sulap, bukan sihir. Update OS 5 berjalan lancar. Tanpa suatu apapun. *heran*</p>
<p>Jadilah malam itu, saya disibukkan dengan exploring OS baru. Kesan pertama sangat menggoda. Storm menjadi sangat responsif, flick scrolling, beberapa icon baru, perubahan tampilan, dan beberapa hal menarik lainnya. Aplikasi yang saya gunakan sehari-hari juga berjalan sempurna.</p>
<p>Proses restore data sebenarnya berjalan mulus dari OS sebelumnya. Data contact dan dokumen sudah kembali. Hanya satu yang agak membingungkan. Walau restore tidak ada pesan error, BBM Groups tidak ada yang muncul. Kebetulan ada 4 grup BBM yang saya ikuti. Dan 3 diantaranya, menjabat sebagai admin. Bingung juga bila saya tidak bisa restore group-nya. Bakalan dicerca puluhan member lain, karena grup mereka berjalan tanpa admin. hihihi..</p>
<p>Esoknya, saya menemukan cara untuk mengembalikan group. Yaitu dengan scan barcode group terkait. Begitu terdeteksi, user kita akan otomatis join dan confirmed. Dengan posisi yang sama. Fiuh!</p>
<p>Sampai tulisan ini dibuat, saya sudah menggunakan OS 5 selama seminggu. Kesannya masih sama. Cakep! Kekurangannya baru satu yang saya temui. Batere seakan lebih boros. Saya jadi harus charge sehari dua kali untuk tetap terhubung dengan dunia maya. Hmmm, atau karena belakangan ini saya lagi senang chatting yaa? *lirik someone*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Windows Mobile 6.5</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan. Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang &#8230; <a href="http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.</p>
<p>Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa &#8216;aman&#8217; juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.</p>
<p>Sumber OS yang mejadi favorit banyak orang, tentu dari forum xda-developers.com. Banyak pilihan OS dan review langsung dari penggunanya.<br />
Kali ini saya memilih OS buatan Tai_SW, untuk versi 13. Kebetulan, versi dari developer ini menjadi thread yang paling atas pada saat saya browsing WM 6 untuk Hermes. Dan kebetulan pula banyak user yang memberi kesaksian positif untuk versi ini.</p>
<p>Proses download tak berlangsung lama, karena file mentahnya hanya sekitar 50 mb. Setelah mengikuti semua petunjuk upgrade ROM, Windows Mobile 6.5 mulai berjalan di HTC Hermes.</p>
<p>Kesan pertama adalah sensasi perbedaan. Home screen dan tampilan menu berubah total. Penuh animasi yang menarik dikemas dengan huruf yang jauh lebih besar. Dikenal sebagai gaya Titanium. Walau ada pilihan untuk balik ke tampilan versi lama, namun default homescreen 6.5 adalah titanium. Tap tombol star di pojok kiri atas, bukan lagi memanggil scroll menu yang berisi deretan program Windows Mobile, namun langsung masuk ke deretan icon program dan icon setting untuk setup OS sesuai keinginan kita.</p>
<p>Layaknya device Windows Mobile saya sebelumnya, PDA phone ini saya gunakan untuk kepentingan email, chat, dan browsing. Maka, utak-utik pertama kali adalah mencoba outlook mobile yang saya setting untuk menerima email rutin. Untuk yang satu ini, tampilan tidak banyak berubah. Termasuk menu dan kolom-kolom yang harus diisi. Satu hal yang menarik buat saya, kini scroll dengan jari sudah sangat sempurna. Tidak diperlukan lagi scrollbar di sisi kanan. Cukup menggerakkan jari ke atas, bawah, atau samping di mana pun, maka text akan mengikuti pergerakannya. Nice. Kini saya tidak tertarik lagi untuk instalasi email client lain.</p>
<p>Untuk browsing, saya masih setia dengan Opera. Internet Explorer bawaan terasa berat untuk di jalankan di Hermes. Ntah bila dengan device terbaru yang memiliki memori lebih besar. Kebutuhan chat saya percayakan kepada Slick. Selain gratis, aplikasi ini lumayan stabil dan ringan.</p>
<p>Satu hal yang agak mengganjal dari Windows Mobile 6.5, setiap kita memasuki icon atau setup sesuatu, kemudian keluar dengan tombol OK, kita akan selalu dibawa ke menu homescreen. Bukan ke menu sebelumnya. Ini lumayan merepotkan. Terutama bila kita banyak melakukan setting menu atau tampilan WM. Apalagi untuk ukuran saya yang sering gonta-ganti OS atau hard reset.</p>
<p>Kesimpulannya, system operasi bergerak yang layak dicoba. Kita seakan memiliki device baru lagi. Penggunaan jari dimaksimalkan. Bila dipadukan dengan launcher yang banyak tersedia, PDA phone akan menjadi gadget yang sempurna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HILANG AKAL</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari. Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa &#8230; <a href="http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.</p>
<p>Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.</p>
<p>Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.</p>
<p>Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.</p>
<p>Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.</p>
<p><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/byonics/blog/Picture1.jpg?t=1234187881" alt="Tirev" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huawei E220</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 05:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.</p>
<p>Namun, setelah kemarin saya melepas PDA, melintas iseng ingin mencoba ketangguhan Huawei E220. Kenapa saya pilih ini, jawabannya super simple. Karena type inilah yang bolak balik saya lihat dan baca di milist atau forum yang membahas per-gadget-an. Sekedar informasi, modem ini sudah mendukung koneksi HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Spek lengkapnya, bisa minta bantuan Om Google.</p>
<p>Buka online store, mencari stok dan siap cash on delivery. Sore itu juga saya minta barang diantar. Setelah saya terima, langsung colok ke notebook. Modem ini sudah bundled driver dan aplikasi di dalamnya. Tanpa CD. Setup sana dan setup sini, akhirnya saya berhasil download internet. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat itu, saya masih menggunakan settingan default. Salah satunya untuk koneksi yang WCDMA preferred. Ternyata dengan opsi ini, kecepatan kurang stabil. Bila sinyal HSDPA atau 3G hilang, langsung berpindah ke gprs. Ini yang membuat kecepatan menurun drastis.<br />
<span id="more-147"></span><br />
Ketika saya ubah pilihan ini menjadi WCDMA only, hasilnya luar biasa. Walaupun sinyal HSDPA tinggal satu atau hilang sama sekali, kecepatannya tidak berubah sama sekali. Download internet pun tetap lancar jaya. Sejak Jum&#8217;at hingga Minggu pagi, saya sudah memindahkan beberapa giga file dari internet ke notebook saya. Termasuk Heroes episode anyar untuk session 3.</p>
<p>Hal yang sedikit mengganjal dengan mode WCDMA only adalah modem yang cepat panas. Mungkin ini wajar karena device dipaksa untuk terus mencari sinyal 3G atau 3,5G terbaik.</p>
<p>Yang jelas, sampai sekarang saya puas dengan USB modem keluaran Huawei ini. Pas digandeng dengan unlimited Telkomsel flash.</p>
<p><img src="http://img209.imageshack.us/img209/7127/huaweie220ye4.png" alt="Huawei" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Provider</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 15:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2008/07/04/tentang-provider/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas. Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.</p>
<p>Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.</p>
<p>Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.<br />
<span id="more-118"></span><br />
Kita tinggalkan dulu cerita tentang koneksi IM2 yang seadanya itu. Bulan lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya, Telkomsel secara mengejutkan mengeluarkan paket yang jauh lebih menarik dari paket-paket internet yang pernah ada di negeri ini. Flash unlimited. Dengan merogoh kocek sebesar 125.000, kita sudah mendapatkan koneksi internet unlimited dengan kecepatan 256 kbps. Tentu ini bukan satu-satunya paket unlimited. Ada beberapa paket dengan kecepatan lebih tinggi dengan penyesuaian harga. Termasuk beberapa paket dengan modem.</p>
<p>Ironis? Tentu saja. Mungkin tepatnya, ngeselin. Tumben berita ini tidak beredar sebelumnya. Biasanya, di beberapa milis yang saya ikuti, ada berita-berita menarik yang bocor sebelum keluar di pasaran. Tapi yang ini beda. Tentu saya tidak akan apply IM2, bila saya mengetahui tentang paket ini sebelumnya. Yah, sudahlah.</p>
<p>Pada minggu pertama menggunakan IM2, saya sudah berniat menutupnya paling lama setelah billing pertama. Bersamaan dengan niat tersebut, secara paralel, saya mendaftarkan diri untuk menjadi pelanggan Telkomsel, Halo Corporate. Kebetulan kantor saya ada kerjasama corporate dengan provider satu ini. Menariknya lagi, Halo Corporate ini memiliki paket harga tersendiri untuk Flash. Bila personal seharga 125 ribu, maka corporate hanya dikenakan harga 100 ribu rupiah saja.</p>
<p>Proses registrasinya jauh dari merepotkan. Saya tinggal menghubungi PIC, dan aplikasi dikirim ke kantor. Setelah memenuhi segala syarat administrasi, aplikasi diambil dari kantor. Sama sekali saya tidak perlu repot-repot datang ke grapari Telkomsel. Hanya satu hari setelah aplikasi diambil, Halo saya langsung aktif. Siap registrasi Telkomsel Flash unlimited pada billing berikutnya.</p>
<p>Jum’at lalu saya sudah tutup IM2. Pas akhir bulan Juni, yang bersamaan dengan akhir perhitungan billing. Dan awal bulan Juli, saya registrasi Flash unlimited untuk kartu Halo. Dan untuk sementara, saya kubur dulu niatan untuk menggunakan Fastnet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bergaul Dengan Crossbow</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/09/bergaul-dengan-crossbow/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/09/bergaul-dengan-crossbow/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 09:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2007/09/12/bergaul-dengan-crossbow/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal menggunakan Crossbow di BlueAngel telah membuat saya enggan untuk berpindah ke gadget lain saat ini. Segala sesuatunya menjadi begitu baru dan sempurna. Tampilan baru, menu baru, akses cepat, dan tentu, gengsi yang tak ternilai harganya. Beberapa menit bergaul &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/09/bergaul-dengan-crossbow/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak awal menggunakan Crossbow di BlueAngel telah membuat saya enggan untuk berpindah ke <em>gadget</em> lain saat ini. Segala sesuatunya menjadi begitu baru dan sempurna. Tampilan baru, menu baru, akses cepat, dan tentu, gengsi yang tak ternilai harganya. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beberapa menit bergaul dengan aplikasi standar WM 6 buatan Helmi ini, saya langsung menginstal <em>cab</em> tambahan yang disuguhkan Helmi dan Xplode. HTC HomePlugin, HTC Dialer, Live, HTC Streaming sampai Audio Manager, langsung terpasang di BlueAngel. Menjelajah HTC Home, serasa memiliki beberapa aplikasi yang tergabung menjadi satu. Dari <em>shortcut, weather, clock</em>, sampai <em>music player</em>. Profile,<em> device lock</em>, dan<em> speed dial</em> lengkap dengan photo juga langsung terintegrasi dalam HTC Home. Tampilan HTC Dialer juga memberikan suasana berbeda untuk <em>gadget</em> gendut ini. Apalagi dengan tambahan HTC <em>home customizer</em>. <em>Mak Nyuss!</em><br />
 <span id="more-109"></span><br />
Puas bermain-main dengan HTC Home, saya mulai melakukan instalasi segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia internet. Dari <em>setting connection</em>, email <em>client</em> (Flexmail), internet browser (opera) dan <em>instant messaging</em> (im+). Semua program wajib tersebut berjalan dengan sempurna. <em>Restore message</em> dan <em>rules</em> pun berjalan normal dari <em>backup</em> WM5. Kebiasaan saya yang selalu <em>online</em> setiap waktu tidak berpengaruh pada stabilitas WM6 ini. <em>Download</em> ratusan email setiap harinya, <em>chat</em> dengan YM, Gtalk, dan MSN juga tidak ada masalah. Kondisi standby dan over aktif tidak ada bedanya. Oh iya, <em>source</em> WM6 Helmi ini juga sudah dilengkapi <em>autoconfig</em> untuk semua operator di Indonesia. Jadi tidak perlu pusing-pusing setting internet secara manual. <em>Pyuh, puwas!</em></p>
<p>Masalah mulai terasa ketika lagu-lagu dari <em>storage card</em> saya kumandangkan dengan <em>windows media player</em>. Jelas terasa suara  mengalun tersendat dan putus-putus. Beberapa lagu saya coba, hasilnya sama saja. <em>Well</em>, <em>bug</em> nomor satu telah ditemukan. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
Beruntung banyak aplikasi lain dengan fungsi serupa berjalan mulus pada <em>device</em> ini. Sebut saja Pocket Music dan HTC Audio Manager untuk putar mp3, atau Core Player untuk mpeg atau format video lain. <em>Then</em>, <em>bug</em> nomor satu sudah sirna ditelan bumi.</p>
<p>Bermain-main dengan PIM dari hasil <em>restore</em> SPB backup WM5, saya menemukan sedikit masalah. Memang semua <em>contact</em> dan<em> appointment</em> di calender sukses saya <em>restore</em> dan dapat dipergunakan. Namun, data PIM tidak dapat ditambah. Selalu keluar pesan <em>database error</em>. Cari banyak masukan dari beberapa orang yang punya pengalaman serupa, ternyata penyebabnya adalah SPB backup. Program ini nyatanya tidak dapat melakukan restore PIM dengan sempurna, pada kondisi backup WM5 dan restore di WM6. Saya coba perbaiki dengan menghapus seluruh PIM, dan membuat ulang dengan cara manual. Cara ini pun gagal, karena mungkin hasil <em>restore</em> SPB juga sudah merusak database PIM. Hanya satu jalan keluarnya. <em>Hard Reset!</em> Setelah itu, PIM kembali seperti sedia kala. Jadi, bagi yang <em>upgrade</em> dari WM5 ke WM6, gunakan cara lain untuk restore PIM. Bisa dengan aplikasi PIM backup, atau langsung <em>synchronise</em> dengan activesync.</p>
<p>Battery yang sering diulas menjadi sangat boros, tidak saya alami selama beberapa hari ini. Dengan pemakaian normal, tidak mengubah umur battery sedikit pun.</p>
<p>Lain power lain pula koneksi. Masalah pada aktivasi WIFI di WM5 belum hilang. Untuk mengaktifkan WIFI, beberapa kali masih harus melakukan <em>soft reset</em>. Beruntung aktivasi bluetooth tidak mengalami hal serupa. On dan off bluetooth lancar jaya dari CommManager. Hanya <em>auto wake up</em> pada saat bluetooth standby masih berlaku di OS ini. Ah, toh saya bukan type yang suka <em>abuse</em> bluetooth dalam kehidupan sehari-hari. <em>Well</em>, ini <em>bug</em> ke dua yang saya alami.</p>
<p>Kini, sudah lebih dari seminggu BlueAngel saya berjalan di atas WM6. Berbagai software dan aplikasi tambahan juga sudah banyak saya coba dan tidak ada masalah sama sekali. Dari aplikasi PIM, O2Plus, pdf <em>reader</em>, peta, <em>today online search</em>, rss <em>reader</em>, berbagai <em>game</em>, sampai fasilitas<em> windows update</em> berjalan sempurna. Kesimpulannya, tidak ada alasan sama sekali untuk tidak <em>upgrade</em> BlueAngel dengan Windows Mobile 2006.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/09/bergaul-dengan-crossbow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlueAngel Dengan Crossbow</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/09/blueangel-dengan-crossbow/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/09/blueangel-dengan-crossbow/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2007 03:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Tepat tanggal 31 Agutus 2007, secara &#8216;resmi&#8217; master ROM PPC, Helmi, launching OS terbaru untuk BlueAngel. Kini, Windows Mobile 6 Profesional berhasil dicelupkan ke dalam salah satu varian gadget keluaran HTC tersebut. Launching ini bertepatan dengan Gathering XOJ Community (G4) &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/09/blueangel-dengan-crossbow/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat tanggal 31 Agutus 2007, secara &#8216;resmi&#8217; master ROM PPC, Helmi, launching OS terbaru untuk BlueAngel. Kini, <a href="http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=326532">Windows Mobile 6 Profesional</a> berhasil dicelupkan ke dalam salah satu varian <em>gadget</em> keluaran HTC tersebut. <em>Launching</em> ini bertepatan dengan Gathering XOJ Community (G4) di sebuah kafe kecil di pusat perbelanjaan Senayan City.</p>
<p>Tentu ini kesempatan menarik untuk berkumpul dengan teman komunitas XDA, sekaligus mendapat kesempatan menjadi orang-orang pertama yang menggunakan WM6 di BlueAngel. Nggak nyangka, <a href="http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=325881">banyak orang</a> di dunia yang setia menggunakan BlueAngel, sudah tak sabar menanti <em>launching</em> OS terbaru ini.</p>
<p>Kebetulan, saya mendapat giliran pertama untuk <em>upgrade</em>. Tentu masih dengan kepanikan seperti <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/12/29/blue-angel-dengan-magneto/">upgrade WM 5</a> tahun lalu. Yaa, walaupun dikelilingi master-master ROM secara langsung, tetap saja tidak ada yang bisa menjamin bahwa <em>upgrade</em> akan berhasil 100%. Dan benar saja. Kepanikan saya mencapai puncaknya ketika notebook yang digunakan tiba-tiba mengalami <em>bluescreen</em> dan harus <em>restart</em>. Windows SUX!</p>
<p>Cuma doa yang bisa saya panjatkan, semoga BlueAngel saya masih bisa diselamatkan. Windows pun kembali logon, BA di setting ulang. Cring, Alhamdulillah <em>device</em> saya masih bisa bernapas dan <em>upgrade</em> dimulai dari awal.</p>
<p>Pada kesempatan kedua ini, detik-detik proses menjadi detik yang menegangkan. Kegagalan upgrade pertama lumayan menciutkan hati saya. Tapi, jelas sudah tidak bisa mundur lagi. <em>The show must go on</em>.</p>
<p>Sekitar 10 menit berlangsung, <em>upgrade</em> selesai dan proses setting device dimulai. Setting itu dan setting ini, lancar jaya. Sampai testing beberapa aplikasi standar, mulus dan nyaris tanpa cela. Fiuh, WM6 sukses dibenamkan.</p>
<p>Malam itu, wajah cerah menjadi milik pengguna BlueAngel di sana. Dan mungkin juga di seluruh dunia. Karena malam itu juga, <em>source</em> WM6 langsung di <em>upload</em> ke forum <em>xda-developers</em>.</p>
<p><em>Thank&#8217;s to all of You!</em></p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/imgp0095lc8-2.jpg" alt="G4" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/09/blueangel-dengan-crossbow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blackberry</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/05/blackberry/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/05/blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2007 17:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Tebaran racun di milis Gadtorade bener-bener membuat saya memikirkan Blackberry. Apakah saya sudah membutuhkan gadget yang satu ini? Atau, haruskah saya mencoba kekuatannya? Saat ini saya masih setia menggunakan Pocket PC bermesin HTC BlueAngel. Sudah beberapa tahun menggunakannya, dan belum &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/05/blackberry/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/curve_8800_pearl.jpg" style="float:right;" alt="Blackberry" />Tebaran racun di milis Gadtorade bener-bener membuat saya memikirkan <a href="www.blackberry.com">Blackberry</a>. Apakah saya sudah membutuhkan gadget yang satu ini? Atau, haruskah saya mencoba kekuatannya?</p>
<p>Saat ini saya masih setia menggunakan Pocket PC bermesin HTC <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/10/15/siemens-sx66/">BlueAngel</a>. Sudah beberapa tahun menggunakannya, dan belum bisa berhenti atau berpaling ke lain gadget. Kelengkapannya dalam mendukung mobilitas saya sudah teruji sepenuhnya. Apalagi setelah di-upgrade ke <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/12/29/blue-angel-dengan-magneto/">Magneto</a>.</p>
<p>Salah satu kelengkapan yang paling sering saya gunakan adalah segala yang terkoneksi dengan internet. <em>Browser, messenger</em>, atau <em>email client</em>. Walau masih mengusung teknologi 2,5 G, -<em>beuh</em>, padahal sekarang <em>udah</em> jaman 3,5G-, tetap saja <em>device</em> ini sudah berhasil membuat saya &#8216;autis&#8217;. Dari serunya<em> chatting</em>, sampai membaca ratusan email dari groups favorit. Anteng, walau -mungkin- ada badai datang&#8230; <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kecintaan saya terhadap <em>device</em> ini agak tergoyahkan untuk selintas melirik teknologi lain yang mempromosikan kemudahan beremail. Blackberry. Sebenarnya saya sudah mengenal blackberry sejak awal teknologi ini mulai beredar di Indonesia. Seorang rekan memperkenalkan mesin blackberry, saat dia ditugaskan untuk mencoba layanan ini dengan salah satu provider di sini. Saat itu, alat yang dikembangkan oleh perusahaan Canada yang bernama Research In Motion (RIM), sama sekali tidak menggugah rasa penasaran saya. Walau dengan teknologi <em>push</em> emailnya itu sekalipun. Bentuk dan tampilan layarnya bisa menjadi salah satu penyebab. Kaku dan tidak menarik.<br />
<span id="more-103"></span><br />
Namun, sejalan dengan perkembangan dunia ponsel dan PDA saat ini, jenis-jenis <em>device</em> blackberry juga semakin berkembang pesat. Tampilan dan bentuknya sudah membuat si pengguna berbangga hati. Tidak kaku dan tampak mewah. Jenisnya mulai berlimpah. Apalagi dengan didukung jaringan dari beberapa cell provider di Indonesia. Dan yang tak kalah hebat, racun yang ditebar di beberapa milis gadget besar di negeri ini.</p>
<p>Seorang tokoh di sana, Lucky, sempat menebar racun dengan tulisannya. Dan inilah tulisan yang mengawali pemikiran saya tentang Blackberry:</p>
<blockquote><p>-cut-<br />
<em>Dunia bb lebih asik dari dunia 3g, walaupun terus terang sebuah ppc, atau sebuah palm, bisa diisi dengan berbagai macam software fantastis, atau istilahnya, anda punya pacar yg cantikkkk deh dengan ppc, pada bb anda mungkin hanya memiliki pacar yang manis, tapi anda akan betah dengannya, karena dia tidak matre dan enak sekali diajak bicara, setiap ganti topik dia bisa mengimbangi, dari curhat hingga teknologi masa depan&#8230;. Kalau kata dunia 3g: &#8220;dunia dalam genggaman anda&#8221; , kalau bb autis akan bilang : &#8220;nice peoples around you, always&#8221;, jadi bukan dunianya, tapi orangnya yg ada dalam sentuhan papan ketik anda.</p>
<p>Suatu ketika anda membeli sebuah lukisan yg indah, anda pajang di ruang depan, sehingga selalu ketika anda pulang ke rumah, anda akan menyaksikan lukisan indah tersebut setiap membuka pintu.<br />
Sehari, seminggu, sebulan, anda menikmatinya.<br />
Duabulan, 3 bulan, setahun, anda tau bahwa lukisan itu ada, tapi anda hanya membuka pintu dan melewatinya.<br />
2 tahun, 3 tahun anda tak menyadari lukisan itu ada <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Nah itulah analogi anda pakai device bukan bb, karena di dunia bb katanya ada istilah hanya ada 2 gadgets di dunia, BB dan bukan BB.</em><br />
-cut-</p></blockquote>
<p>Dari sini, saya hampir siap menggaet salah satu mesin Blackberry. Yah, sekedar mencoba, mungkin.</p>
<p>Tapi, kembali saya me<em>review</em> pocket pc kesayangan. Saya bandingkan dengan fitur Blackberry. Apa aja sih, yang belum bisa didapat pocket pc dari layanan blackberry?</p>
<p><strong>Email</strong><br />
Blackberry memang sudah teruji handal dalam ber-email ria. Teknologi <em>push</em>-nya akan membuat semua orang merasa iri. Email kita baca tepat setelah email terkirim ke <em>mailserver</em>. Sangat instant dan &#8216;<em>always on</em>&#8216;. Tapi, bukan pocket pc namanya bila belum bisa mendekati fitur ini. Yang paling mudah tentu metode imap (Internet Message Access Protocol). Karena pop3 (Post Office Protocol) sudah dipastikan mengusung metode <em>pull</em>. Dengan metode imap, kita juga bisa langsung membaca begitu email sampai ke <em>mailserver</em>. Notifikasi langsung tampil di pocket pc, tanpa perlu <em>send n receive</em>. Kita bisa mendapatkan layanan ini dari <a href="http://webmail.aol.com">Aol</a> atau <a href="http://www.fastmail.net">Fastmail</a>. Salah satu <em>email client</em> yang mendukung adalah <a href="http://www.pocketinformant.com/products_info.php?p_id=mail&#038;dir=wm">Flexmail 2007</a>. Memang kita akan memerlukan koneksi internet terus menerus untuk mendapat layanan ini. Flexmail juga tidak bisa melakukan kompresi sehebat blackberry. Ah, tapi ini bukan masalah berarti. Sudah ada provider yang menyediakan <em>unlimited</em> gprs. Walau untuk kalangan <em>corporate</em>. Dengan metode ini, juga akan terasa sedikit lebih lambat. But, <em>we get the point, rite?</em> <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Selain imap, kita juga bisa menggunakan metode <em>exchange mail</em>. Penyedia <em>exchange mail</em> gratisan antara lain <a href="http://live.mail2web.com/">mail2web</a>.</p>
<p>Saat ini, saya masih puas dengan metode pop3. Flexmail sanggup menarik ratusan email di mailbox saya setiap harinya. Dengan interval yang hanya beberapa menit, saya tidak merasa ketinggalan dengan berita dari blackberry mana pun. <em>Rules</em> layaknya di <em>email client</em> PC juga sangat memudahkan saya dalam me<em>manage</em> email.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/Flexmail.jpg" alt="Flexmail" /></div>
<p><strong>IM</strong><br />
YM versi blackberry, awalnya juga membuat iri. Pengalaman rekan saya, YM di blackberry kabarnya lebih unggul dari IM <em>engine</em> untuk <em>pocket pc</em>. Selain bisa <em>customize</em> status, YM BB juga bisa <em>conference</em>. Manstab.<br />
Tak apalah, dengan <a href="http://www.shapeservices.com/en/products/details.php?product=im&#038;platform=none">IMplus</a> untuk ppc, kebutuhan chatting saya sudah terpenuhi. 24 jam sehari, 7 hari seminggu -<em>kalo gak</em> bosen <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> -. Versi terbaru IM+ 3.5 juga sudah bisa <em>customize</em> status <em>message</em>. Sayang, rasanya versi ini belum mendukung <em>conference</em>.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/im.jpg" alt="im" /></div>
<p><strong>Internet Browser</strong><br />
Untuk yang satu ini, belum ada yang bisa menandingi keampuhan Opera Mobile untuk pocket PC. Untuk browsing dunia maya, saya masih sangat nyaman di perangkat windows mobile. Belum bisa ditandingi oleh Blackberry. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/opera.jpg" alt="opera" /></div>
<p>Selain beberapa hal di atas, masih banyak hal-hal menarik dari sebuah pocket pc. Jadi, Dengan berbagai pertimbangan tersebut, saat ini  saya belum butuh blackberry. Mungkin lain waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/05/blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blue Angel dengan Magneto</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/12/blue-angel-dengan-magneto/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/12/blue-angel-dengan-magneto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Dec 2006 05:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Basbang mungkin, bagi sebagian orang. Tapi melakukan upgrade ROM untuk windows mobile sudah menjadi cita-cita saya sejak beberapa tahun lalu. Kala itu, saya masih menggunakan windows mobile Himalaya. Ketika mengakses forum developers, pelajaran tentang mengubah versi ROM Himalaya semakin banyak &#8230; <a href="http://budiyono.com/2006/12/blue-angel-dengan-magneto/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/Today05.JPG" style="float:right;" alt="Today05" />Basbang mungkin, bagi sebagian orang. Tapi melakukan <em>upgrade</em> ROM untuk <em>windows mobile</em> sudah menjadi cita-cita saya sejak beberapa tahun lalu. Kala itu, saya masih menggunakan <em>windows mobile</em> <a href="http://budiyono.com/index.php/2005/01/05/o2-xda-ii/">Himalaya</a>. Ketika mengakses forum <a href="http://forum.xda-developers.com/"><em>developers</em></a>, pelajaran tentang mengubah versi ROM Himalaya semakin banyak didapat. Dari <em>upgrade</em> ke WM2003SE sampai WM2005. Untuk melakukannya? Nanti dulu. Niatnya sih menunggu garansi habis.</p>
<p>Belum habis masa garansi Himalaya, saya sudah terlanjur jatuh cinta pada varian HTC selanjutnya. <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/02/05/xda-iis/">Blue Angel</a>.   Saat itu, <em>developers</em> semakin meningkatkan kinerja dari WM2005 dengan AKU (<em>Adaptation Kit Update</em>)-nya. Kenginan itu semakin kuat. <em>Download source</em>-nya pun mulai saya lakukan. Lagi-lagi masalah garansi membuat saya menunda niatan itu. Oh iya, kenapa masalah garansi ini jadi ganjalan? Terdengar kabar bahwa bila <em>device</em> kita rusak karena masalah <em>upgrade</em> ROM atas keinginan sendiri, garansi hangus. Dan resiko dari <em>upgrade</em> ROM ini juga tidak main-main. Bila ada interupsi sedikit saja pada saat proses <em>upgrade </em>berlangsung, <em>device</em> bisa mati total. Tidak seperti instalasi PC, bila gagal mungkin kita bisa format ulang, masalah beres. Instalasi ROM baru ini juga sangat disarankan menggunakan notebook atau PC dengan UPS. Apabila tanpa diduga listrik mati, PC tidak ikutan mati dan tidak menghentikan proses <em>upgrade</em>.<br />
<span id="more-97"></span><br />
Tapi sayang, sebelum masa garansi habis, saya harus kehilangan Blue Angel pertama setelah tanpa sengaja saya adu <em>screen device</em> ini dengan ujung meja. Dan, hasilnya sudah bisa ditebak. Hancur berantakan. Tidak berlama-lama meratapi kesedihan, karena masih cinta dengan Blue Angel, saya membeli lagi model yang sama. Kali ini dengan <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/10/15/siemens-sx66/">merk yang berbeda</a>.</p>
<p>Kebetulan Blue Angel yang kedua ini saya beli tanpa garansi. Karena memang merk ini tidak beredar resmi di Indonesia. Maka, hampir tidak ada alasan lagi bagi saya untuk takut melakukan <em>upgrade</em> ROM. Kecuali pasrah menanggung resiko kehilangan satu Blue Angel lagi bila upgrade gagal. <em>*fiuh*</em></p>
<p>Setelah mengumpulkan <a href="http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=287448">source terbaru</a>, membaca artikel terkait, sampai bertanya-tanya di <a href="http://uplot.nl/forum/">forum sebelah</a>, saya mulai melakukan ritual persiapan <em>upgrade</em>. Keberanian sudah di ujung kepala, resiko sudah siap ditanggung. Tinggal eksekusi.</p>
<p>BHAM! proses yang berlangsung tidak sampai 10 menit ini membuat keringat dingin keluar. Walau sudah siap dengan resiko, tapi yang namanya kehilangan pasti nangis juga. Apalagi saya <em>upgrade</em> dengan PC biasa, tanpa dilengkapi UPS. Akhirnya masa-masa kepanikan itu berlalu. <em>Upgrade</em> berhasil tanpa masalah. Sekarang Blue Angel sudah berjalan dengan OS WM2005 yang dikenal dengan sebutan Magneto. Helmi BA WM2k5 AKU3.5 (v.1.4). Psssst, <em>developer</em>-nya ini ternyata orang Indonesia lho. Salut!</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/About05.jpg" alt="About05" /></div>
<p>Kesan pertama adalah kecepatannya. Jauh lebih cepat dari WM2003SE. Tampilan juga berbeda. Seperti memiliki <em>device</em> baru lagi. Walau masih versi beta, rasanya saya belum menemukan masalah berarti. Review lengkap tentang Magneto bisa dilihat di <a href="http://www.mobile-review.com/pda/articles/wm2005-magneto-en.shtml">sini</a>.</p>
<p>Dari seluruh fitur baru Magneto, <em>Internet Sharing</em>-lah yang paling menyita perhatian saya. Salah satu kelemahan Magneto adalah dihilangkannya menu <em>wireless modem</em> untuk menggunakan jalur gprs dengan PC. <em>Internet Sharing</em> ini baru dimunculkan di versi 1.4. Fitur ini seakan menjadi pengganti <em>wireless modem</em>. Tentu dengan metode yang berbeda. Jauh lebih simple dari <em>wireless modem</em>. Tidak memerlukan driver, instalasi yang mudah, dan diyakini lebih cepat koneksinya.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/I-netShare.jpg" alt="I-netShare" /></div>
<p>Setelah beberapa hari mencoba, saya yakin bahwa Magneto dengan versi terbaru ini sangat cocok untuk Blue Angel. Jadi gak sabar untuk menunggu <em>full release</em>-nya.</p>
<p>Terakhir, ada satu ROM lagi yang harus saya update, yaitu radio rom-nya. Kebetulan saya masih menggunakan versi yang lama. Sementara versi baru yang jauh di atas versi yang saya miliki sudah tersedia.</p>
<p>Rasa percaya diri yang timbul dengan keberhasilan <em>upgrade</em> ROM utama rupanya tidak membuat <em>upgrade</em> radio ROM langsung berhasil. Tiga kali percobaan yang saya lakukan gagal sama sekali. Beruntung kegagalan upgrade kali ini tidak menyebabkan <em>device</em> saya rusak. Hanya sedikit mengubah settingan yang sudah saya buat.</p>
<p>Hari ini saya mencoba lagi, tentu dengan <em>tools</em> dan <em>source</em> yang berbeda. Bila kegagalan timbul dengan <em>source</em> dari <em>xda-developers</em>, keberhasilan saya raih dengan <em>tools</em> dan <em>source</em> dari <a href="http://sx66-blueangel.home.comcast.net/"><em>SX66 (Blue Angel) Standardization Project</em></a>. Mungkin karena <em>source</em> radio ROM di sana memang dibuat khusus untuk jenis yang saya miliki. Puwas!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/12/blue-angel-dengan-magneto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

