<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[BY]onicS &#187; Komputer</title>
	<atom:link href="http://budiyono.com/category/komputer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budiyono.com</link>
	<description>...not just imagining...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Oct 2011 09:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Telkomsel Flash Dan Fastnet</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Caci maki yang ditujukan untuk Telkomsel Flash unlimited di dunia maya belakangan ini, juga berlaku untuk kartu halo saya. Sudah lebih dari 2 bulan, koneksi dari provider terkemuka ini tidak bisa diandalkan. Kecepatan maksimal yang sering saya dapatkan bila digunakan &#8230; <a href="http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Caci maki yang ditujukan untuk Telkomsel Flash unlimited di dunia maya belakangan ini, juga berlaku untuk kartu halo saya. Sudah lebih dari 2 bulan, koneksi dari provider terkemuka ini tidak bisa diandalkan. Kecepatan maksimal yang sering saya dapatkan bila digunakan di sekitar Jakarta Pusat sudah tidak kentara lagi. Biasanya saya download di 30 kbps, dan stabil. Belakangan, hanya diam di 5 kbps saja. Tidak stabil bila di jaringan 3G. Jadi terpaksa turun ke jaringan gprs.</p>
<p>Bulan pertama masih sabar. Tapi tidak untuk bulan kedua. Dan berita duka secara resmi pun keluar dari Telkomsel. Perubahan <em>fair usage</em> untuk masing-masing paket berubah total. Saya tambah yakin untuk berhenti berlangganan Telkomsel Flash sementara waktu.</p>
<p>Sekarang kartu berpindah tangan ke teman kantor, berlaku sejak awal bulan ini. Nanti, bila ada perubahan ke depan, mungkin saya akan menggunakannya lagi. Dan tidak perlu repot untuk mengurus ke Grapari karena status kartu masih aktif.<br />
<span id="more-177"></span><br />
Bertepatan dengan itu, saya menambah paket Firstmedia. Yang awalnya hanya untuk <em>home cable</em>, kini saya tambah paket Fastnet. Kebetulan ada promo bebas iuran bulan pertama, dan diskon 50% untuk modem.</p>
<p>Untuk percobaan, saya ambil paket 384. Dengan biaya bulanan 135 ribu, belum termasuk ppn. Setelah satu minggu pemakaian, lumayan OK koneksinya. Walau kadang kecepatan berkurang, namun masih bisa ditolerir. Yang jelas, jauh lebih baik dari Telkomsel Flash. Kekurangannya hanya gak bisa dibawa ke mana-mana. Tapi bila koneksi-nya selalu stabil seperti sekarang, mungkin saya pindah ke paket yang lebih tinggi lagi. <em>Let see.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HILANG AKAL</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari. Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa &#8230; <a href="http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.</p>
<p>Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.</p>
<p>Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.</p>
<p>Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.</p>
<p>Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.</p>
<p><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/byonics/blog/Picture1.jpg?t=1234187881" alt="Tirev" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huawei E220</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 05:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.</p>
<p>Namun, setelah kemarin saya melepas PDA, melintas iseng ingin mencoba ketangguhan Huawei E220. Kenapa saya pilih ini, jawabannya super simple. Karena type inilah yang bolak balik saya lihat dan baca di milist atau forum yang membahas per-gadget-an. Sekedar informasi, modem ini sudah mendukung koneksi HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Spek lengkapnya, bisa minta bantuan Om Google.</p>
<p>Buka online store, mencari stok dan siap cash on delivery. Sore itu juga saya minta barang diantar. Setelah saya terima, langsung colok ke notebook. Modem ini sudah bundled driver dan aplikasi di dalamnya. Tanpa CD. Setup sana dan setup sini, akhirnya saya berhasil download internet. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat itu, saya masih menggunakan settingan default. Salah satunya untuk koneksi yang WCDMA preferred. Ternyata dengan opsi ini, kecepatan kurang stabil. Bila sinyal HSDPA atau 3G hilang, langsung berpindah ke gprs. Ini yang membuat kecepatan menurun drastis.<br />
<span id="more-147"></span><br />
Ketika saya ubah pilihan ini menjadi WCDMA only, hasilnya luar biasa. Walaupun sinyal HSDPA tinggal satu atau hilang sama sekali, kecepatannya tidak berubah sama sekali. Download internet pun tetap lancar jaya. Sejak Jum&#8217;at hingga Minggu pagi, saya sudah memindahkan beberapa giga file dari internet ke notebook saya. Termasuk Heroes episode anyar untuk session 3.</p>
<p>Hal yang sedikit mengganjal dengan mode WCDMA only adalah modem yang cepat panas. Mungkin ini wajar karena device dipaksa untuk terus mencari sinyal 3G atau 3,5G terbaik.</p>
<p>Yang jelas, sampai sekarang saya puas dengan USB modem keluaran Huawei ini. Pas digandeng dengan unlimited Telkomsel flash.</p>
<p><img src="http://img209.imageshack.us/img209/7127/huaweie220ye4.png" alt="Huawei" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.6.1</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 14:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi. &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.</p>
<p>Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, Bung?! hihihi&#8230; Sebelumnya, saya memang sudah puas dengan wordpress versi jadul, 1.5. Baru sekali upgrade dari versi sebelumnya, sewaktu masih di tempat hosting yang lama. Saat itu, menggunakan cpanel, upgrade wordpress semudah menjentikkan jari. Tinggal masuk menu instalasi, dan otomatis akan ditawarkan versi terbaru. Sekali klik, proses upgrade berjalan dengan sendirinya.</p>
<p>Setelah saya pindah <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/03/01/pindah-hosting/">tempat hosting</a>, yang menggunakan DirectAdmin, saya hampir tak pernah melihat menu untuk upgrade wordpress. Ya sudahlah, toh aktivitas blog saya tidak terganggu hanya karena menggunakan versi yang lama.</p>
<p>Sampai sore tadi, saat melihat <a href="http://www.plurk.com/">plurk</a>-an seseorang tentang versi wordpress terbaru, saya tergugah untuk coba-coba upgrade. Seperti biasa, tanya om google dulu bagaimana upgrade wordpress di DirectAdmin. Sampailah saya ke tutorial <a href="http://tech.catscity.net/?p=96">ini</a>. Oh iya, sepertinya ada menu Installatron, yang mungkin fungsinya untuk memudahkan instalasi/upgrade di DirectAdmin. Tapi, untuk sementara saya skip dulu menu ini, dan menggunakan cara upload manual.</p>
<p>Ah, ternyata simple aja yaa. Mulailah saya mengikuti setiap langkahnya. Dari download wordpress 2.6.1 sampai upload ke server nyaris tanpa cela. Ups, ada ding celanya. Berhubung upgrade hanya menggunakan media koneksi gprs, terbayanglah kecepatan proses uploadnya. Mulai proses pukul 16.00, baru selesai pukul 20.00. Padahal, di website WordPress digaungkan proses upgrade hanya memakan waktu tak lebih dari 5 menit saja. hehehe.. Tapi salut juga dengan koneksi Telkomsel hari ini. Notebook saya hidupkan dari pukul 8 pagi, dan langsung sambung ke internet. hanya terputus sekali pada pukul 19.</p>
<p>Sekarang, wordpress saya sudah berjalan dengan versi 2.6.1. Versi paling baru pada saat tulisan ini dibuat. Entah sampai kapan versi ini akan tinggal di server blog saya. Kita lihat saja nanti.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Provider</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 15:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2008/07/04/tentang-provider/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas. Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.</p>
<p>Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.</p>
<p>Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.<br />
<span id="more-118"></span><br />
Kita tinggalkan dulu cerita tentang koneksi IM2 yang seadanya itu. Bulan lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya, Telkomsel secara mengejutkan mengeluarkan paket yang jauh lebih menarik dari paket-paket internet yang pernah ada di negeri ini. Flash unlimited. Dengan merogoh kocek sebesar 125.000, kita sudah mendapatkan koneksi internet unlimited dengan kecepatan 256 kbps. Tentu ini bukan satu-satunya paket unlimited. Ada beberapa paket dengan kecepatan lebih tinggi dengan penyesuaian harga. Termasuk beberapa paket dengan modem.</p>
<p>Ironis? Tentu saja. Mungkin tepatnya, ngeselin. Tumben berita ini tidak beredar sebelumnya. Biasanya, di beberapa milis yang saya ikuti, ada berita-berita menarik yang bocor sebelum keluar di pasaran. Tapi yang ini beda. Tentu saya tidak akan apply IM2, bila saya mengetahui tentang paket ini sebelumnya. Yah, sudahlah.</p>
<p>Pada minggu pertama menggunakan IM2, saya sudah berniat menutupnya paling lama setelah billing pertama. Bersamaan dengan niat tersebut, secara paralel, saya mendaftarkan diri untuk menjadi pelanggan Telkomsel, Halo Corporate. Kebetulan kantor saya ada kerjasama corporate dengan provider satu ini. Menariknya lagi, Halo Corporate ini memiliki paket harga tersendiri untuk Flash. Bila personal seharga 125 ribu, maka corporate hanya dikenakan harga 100 ribu rupiah saja.</p>
<p>Proses registrasinya jauh dari merepotkan. Saya tinggal menghubungi PIC, dan aplikasi dikirim ke kantor. Setelah memenuhi segala syarat administrasi, aplikasi diambil dari kantor. Sama sekali saya tidak perlu repot-repot datang ke grapari Telkomsel. Hanya satu hari setelah aplikasi diambil, Halo saya langsung aktif. Siap registrasi Telkomsel Flash unlimited pada billing berikutnya.</p>
<p>Jum’at lalu saya sudah tutup IM2. Pas akhir bulan Juni, yang bersamaan dengan akhir perhitungan billing. Dan awal bulan Juli, saya registrasi Flash unlimited untuk kartu Halo. Dan untuk sementara, saya kubur dulu niatan untuk menggunakan Fastnet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACER ASPIRE 4520</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/01/acer-aspire-4520/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/01/acer-aspire-4520/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 17:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Gegap gempita gaung Acer Aspire 4520 menyentak saya untuk memperhatikan keberadaan notebook ini. Dari beberapa forum yang saya jamah, hampir pasti jumlah halaman yang terbentuk akan lebih banyak dari topik-topik yang lain. Pujian yang ada jauh lebih besar dari cercaan &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/01/acer-aspire-4520/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gegap gempita gaung <a href="http://www.acer.co.id/products.php?fl3nc=1&#038;param=c2lkQ29udGFpbmVyPTAwMDUwMDAwMDU0NQ%3d%3d">Acer Aspire 4520</a> menyentak saya untuk memperhatikan keberadaan notebook ini. Dari beberapa forum yang saya jamah, hampir pasti jumlah halaman yang terbentuk akan lebih banyak dari topik-topik yang lain. Pujian yang ada jauh lebih besar dari cercaan yang sempat lewat. Lain forum, lain pula cerita di sebuah mailing list yang diakui sebagai sumber informasi per-gadget-an. Walau belum ada topik khusus tentang ini -afaik-, beberapa orang terlihat memberikan referensi positif yang mengacu pada notebook ber-processor AMD Turion tersebut.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/img_27451_acer_aspire_4520_1_450x360.jpg" alt="Acer 4520" /></div>
<p>Acer 4520 sudah menarik hanya dengan melihat tampak luarnya. Format tampilan baru ini sepertinya sudah menjadi ciri khas untuk beberapa varian Aspire. Dan saya jadi salah satu orang yang tertarik sejak pertama kali melihatnya. Warna hitam pada sisi luar, menutup aura putih yang akan terlihat jelas ketika kita membukanya. Walau warna ini merata di seluruh body dalam, dari list LCD sampai keyboard -ada list LCD dengan warna hitam-, tidak ada rasa bosan untuk memandangnya. Sudut oval membuat tampilan lebih dinamis dan jauh dari kesan kaku. Jejeran icon-icon kecil di bawah keyboard memberikan informasi lengkap tentang hardware dan fitur yang tertanam di dalam notebook super lengkap ini. Balutan luar speaker membentang lurus di atas keyboard dengan didampingi tombol shortcut untuk mengeksekusi beberapa fitur dan aplikasi. Tepat di atas LCD, lekat menempel sebuah benda kecil dan hitam yang mampu menampilkan apapun yang berada di hadapannya. Webcam dengan tajuk Crystal Eye.<br />
<span id="more-113"></span></p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/acer-aspire-4520-explained.jpg" alt="Acer" /></div>
<p>Puas menikmati tampilan luar, tidak membuat kita terlena untuk melupakan fitur di dalamnya. Sudah ditakdirkan untuk jadi notebook dengan fitur yang lengkap, Acer seri ini jelas menggebrak dunia komputer bergerak. Lihat saja spesifikasi di bawah ini untuk Anda bandingkan dengan notebook yang lain:</p>
<li>AMD Turion™ 64 X2 Mobile Technology TL-60 (2.0GHz, 1 MB L2 cache), supporting AMD HyperTransport® technology<br />
NVIDIA nForce® 610M (MCP67-MV)</li>
<li>512MB DDR2 memory, upgradeable to 4 GB using two soDIMM modules (dual-channel support)
</li>
<li>14.1&#8243; WXGA Acer CrystalBrite™ TFT LCD, 1280 x 800 pixel resolution</li>
<li>NVIDIA® GeForce® 7000M with up to 64 MB of TurboCache™ (64 MB of dedicated system memory)</li>
<li>Dolby® -certified surround sound system with two built-in Acer 3DSonic stereo speakers<br />
Dolby® Home Theater audio enhancement featuring Dolby® Digital, Dolby® Digital Live, Dolby® Pro Logic® II, Dolby® Digital Stereo Creator, Dolby® Headphone, Dolby® Virtual Speaker technologies<br />
S/PDIF (Sony/Philips Digital Interface) support for digital speakers<br />
MS-Sound compatible<br />
Built-in microphone</li>
<li>80GB HDD<br />
Optical Media Driver<br />
DVD-Super Multi double-layer drive</li>
<li>Integrated Acer Crystal Eye webcam, supporting Acer PrimaLite™ technology<br />
WPAN: Bluetooth® 2.0+EDR (Enhanced Data Rate)<br />
WLAN: Acer InviLink™ 802.11b/g Wi-Fi CERTIFIED® solution, supporting Acer SignalUp™ wireless technology<br />
LAN: Gigabit Ethernet, Wake-on-LAN ready<br />
Modem: 56K ITU V.92 with PTT approval, Wake-on-Ring ready</li>
<li>88-/89-key Acer FineTouch™ keyboard with 5-degree curve, inverted &#8220;T&#8221; cursor layout, 2.5 mm (minimum) key travel (Japan 93 keys)<br />
Seamless touchpad pointing device with 4-way scroll button<br />
Empowering Key<br />
Easy-launch buttons: WLAN, Internet, email, Bluetooth, Acer Arcade™</li>
<li>ExpressCard™/54 slot<br />
5-in-1 card reader (SD™, MMC, MS, MS PRO, xD)<br />
Four USB 2.0 ports<br />
IEEE 1394 port<br />
Consumer infrared (CIR) port<br />
External display (VGA) port<br />
S-video/TV-out (NTSC/PAL) port<br />
Headphones/speaker/line-out jack with S/PDIF support<br />
Microphone-in jack<br />
Line-in jack</li>
<p>Apa yang Anda bayangkan bila melihat spesifikasi seperti itu? Mahal? Mungkin satu kata ini sempat terlintas di pikiran beberapa orang. Termasuk saya.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
Tapi nyatanya, notebook ini menjadi bahan pergunjingan menarik karena harganya juga tidak terlalu mahal. Dengan bandrol sekitar 6 jutaan, idealnya tidak ada alasan untuk berkata mahal dengan fitur selengkap itu. Walau beberapa orang mungkin akan terganjal dengan otak notebook ini yang dijejali prosesor AMD, saya yakin kehebatan notebook ini tidak akan pernah sirna. Stabil, tidak berisik, apalagi panas, dual core pula. So? Apa bedanya dengan Intel?</p>
<p>Setelah menetapkan hati, akhirnya saya putuskan untuk memiliki notebook ini. Secara kebetulan pula, &#8216;seseorang&#8217; sudah berniat ingin memberikan hadiah sebuah notebook. Uhmm.. nice, khan?<br />
Hunting notebook dimulai sejak satu minggu lalu. Diawali dari online store untuk perbandingan harga, usut-usut beberapa toko via telepon, sampai jadwal sehari penuh khusus untuk memburu barang ini.</p>
<p>Rupanya, untuk mendapatkan seri 4520 ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dari beberapa toko yang saya tanya dan kunjungi, hampir 90% tidak ada barang. Alias inden. Pasalnya, barang ini sulit didapat. Bila pun ada, pasti cepat terjual. Entah apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Apakah memang notebook ini laku seperti kacang goreng, atau memang Acer hanya memproduksi type ini dalam jumlah terbatas? Yang jelas, beberapa toko malah bermain harga karena langkanya barang ini.</p>
<p>Akhirnya, Sabtu, 19 Januari, saya berhasil mendapatkan notebook ini di toko komputer langganan. Beruntung pula saya mendapat harga di bawah rata-rata pasar, disertai bonus yang menggiurkan. Hari itupun langsung saya benamkan memori tambahan sebesar 1 gb. Lumayan khan memory sebesar itu untuk chating? Hehehe&#8230;</p>
<p>Seminggu bermain-main dengan notebook baru ini, hampir tanpa cela, saya terpuaskan. Uhm, hadiah paling istimewa yang saya dapat di awal tahun.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Review lengkap bisa dilihat di <a href="http://www.priceguru.in/archives/features/895">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/01/acer-aspire-4520/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>95</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer Tua Bisu</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/07/komputer-tua-bisu/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/07/komputer-tua-bisu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2007 01:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari seminggu gue gak bisa mainan komputer di rumah. Setiap gue nyalain, cuma mampu menampilkan gambar jendela depan, lalu sekarat dengan error message kesalahan pada software atau hardware bla bla bla&#8230; Awalnya gue pikir ini masalah klasik pada hardisk &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/07/komputer-tua-bisu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih dari seminggu gue gak bisa mainan komputer di rumah. Setiap gue nyalain, cuma mampu menampilkan gambar jendela depan, lalu sekarat dengan error message kesalahan pada software atau hardware bla bla bla&#8230;</p>
<p>Awalnya gue pikir ini masalah klasik pada hardisk yang memang udah mati segan hidup tak mau. Hardisk ini juga gue pake cuma buat eksperimen kecil-kecilan. Jadi, kalo sesekali mati, wajar aja kali yee&#8230;</p>
<p>Ganti hardisk akhirnya gue lakuin. Tentu dengan hardisk yang original merk-nya, terjamin mutunya, dan banyak debunya. Terakhir gue pake hardisk ini, gak ada cacat sedikitpun. OS juga sudah terinstall dengan rapi.<br />
Tapi sayang, dengan hardisk ini pun, komputer gue masih aja sekarat dengan error message yang gak jelas tadi. Ciri khas windows lah yaa.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>DEMN, berarti bukan hardisk.  Gw mulai cari-cari kambing hitam lain. Yang paling ada motif adalah power supply dan memory. Pasalnya, dua benda itu punya kisah kelam masa lalu yang membuat gue pusing mikirin nasib hidup kompi tua renta ini saat itu.</p>
<p>Copot sana, copot sini. Bongkar sana, bongkar sini. Colek sana colek sini. Hasilnya selalu nihil. Mungkin bukan dua benda ini kali yaa. Secara gue masih bisa ke safe mode untuk sekedar ngeliat gambar buram, warna gak menarik, dan resolusi layar yang lebih kecil dari ponsel sekali pun. Berbeda dengan kisah dulu yang sama sekali gak mau nyala.</p>
<p>Hmm, perhatian gue beralih ke OS-nya. Coba ah, instal ulang! Maka, dengan sedikit semangat membara &#8211; udah jam 1-an -, sambil menahan kantuk karena seharian melotot di kantor, gw instal ulang jendelanya. Tapi malang nasibkuh malam ini. Instalasi gak mampu meneruskan proses pada titik 35%. Sepuluh kali ulang, tetep aja stuck di angka itu. Sebenarnya, kalo aja terhenti pada angka 68%, gue akan sedikit berbahagia. Tapi.. ah, sudahlah..</p>
<p>Gue harus cari kambing hitam lagi nih. Hmmm&#8230;., hardisk bukan, memory bukan, power supply bukan, OS juga bukan. Tinggal processor, soundcard, atau VGA?<br />
Processor kayaknya susah untuk di-test. Lha, gimana ngetesnya? Trus, VGA kayaknya enggak juga. Monitor masih jelas menampilkan suasana dan isi komputer gue. Berarti tinggal soundcard.</p>
<p>Cari obeng kecil, putar ke kiri beberapa kali, dan lepas kabel audio. Hengkanglah souncard live! 5.1 ini dari slot PCI. Restart komputer, Jrenngg.. hilang semua message error tadi, instalasi windows juga berjalan lancar. Akhirnya, ketauan juga biang keladinya.</p>
<p>Dengan sedih, gue hempaskan soundcard yang sudah melayani gue 5 tahun lebih dengan suara digital surround ini. Partner yang udah teruji memberi kepuasan lahir dan bathin untuk main game dan nonton DVD. Kini, Altec Lansing di pojok-pojok ruangan pun hanya bisa diam membisu. Komputer tua ini jadi gagu sementara waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/07/komputer-tua-bisu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Vista?</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/11/karena-vista/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/11/karena-vista/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2006 15:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[SastraGaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Sejak sebulan lalu, gue dah kesel banget sama yang namanya gprs Xplor. Dengan biaya flat yang gue keluarin setiap bulan sebanyak 200 ribu (belum termasuk pajak), gue cuma bisa chating doank. Jangankan untuk download, buka portal aja gak pernah tercapai. &#8230; <a href="http://budiyono.com/2006/11/karena-vista/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak sebulan lalu, gue dah kesel banget sama yang namanya gprs Xplor. Dengan biaya flat yang gue keluarin setiap bulan sebanyak 200 ribu (belum termasuk pajak), gue cuma bisa chating doank. Jangankan untuk download, buka portal aja gak pernah tercapai.</p>
<p>Modem internal pun gak bisa terdeteksi oleh operating system lama (WinXP). Mungkin udah error dari dulu kali yaaa, berhubung gak pernah dipake hampir setahun, tuh modem jadi ngambek. Dan niatan untuk pake telkomnyet sebagai pengganti juga gak tercapai.</p>
<p>Kontan, fakir benwith jadi kesan yang gak akan terlupakan kalo gue lagi stay di rumah.</p>
<p>Lagi iseng-iseng berbengong ria, gue coba jalanin OS Windows Vista beta yang pernah gw instal sejak dahulu kala. Niatnya sih mau maen-maen aja dengan OS yang superberat ini. Tapi tanpa disengaja, pas gue nyoba koneksi internet dengan modem ponsel, browsing jadi ngacir. Donlot pun gak masalah. Lho koq?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/11/karena-vista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pindah Hosting</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/03/pindah-hosting/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/03/pindah-hosting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2006 05:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa waktu &#8216;agak&#8217; bermasalah dengan layanan idwebhost, per tanggal 27 Februari 2006 domain saya berpindah hosting ke A3plusmedia. Dengan bantuan yang tak terhingga dari Bi[G], proses transfer berjalan mulus. Sedikit cerita ke belakang, awalnya saya sangat puas dengan layanan &#8230; <a href="http://budiyono.com/2006/03/pindah-hosting/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa waktu &#8216;agak&#8217; bermasalah dengan layanan <a href="http://idwebhost.com/">idwebhost</a>, per tanggal 27 Februari 2006 domain saya berpindah hosting ke <a href="http://www.a3plusmedia.net/">A3plusmedia</a>. Dengan bantuan yang tak terhingga dari <a href="http://adypermadi.com/">Bi[G]</a>, proses transfer berjalan mulus.</p>
<p>Sedikit cerita ke belakang, awalnya saya sangat puas dengan layanan dari idwebhost. Selain harganya murah, respon dari <em>customercare</em>-nya pun cepat dan mudah dimengerti. Apalagi untuk <em>newbie</em> seperti saya. Pada bulan pertama sampai bulan kelima, hampir tidak ada masalah berarti yang mengganggu aktivitas domain ini. Walau beberapa kali drop, tapi cepat terselesaikan. Waktunya pun tidak berdekatan.</p>
<p>Masalah mulai timbul pada bulan keenam, kejadian drop dan tidak bisa diakses semakin sering. Baik siang maupun malam hari. Email yang menggunakan domain ini pun jadi sering <em>bounching</em>. Kebetulan mengikuti beberapa milis yang <em>traffic</em>-nya lumayan tinggi, jadi bisa cepat terdeteksi ketika email yang terdaftar dalam milis tersebut bermasalah.<br />
<span id="more-68"></span><br />
Beberapa hari kemudian, masalah drop ini tidak terlihat disiang hari. Dari situ berharap kejadian ini tidak lekas terulang. Tapi sayang, masalah email belum juga berakhir. Melihat stabilitas domain pada siang hari, saya berkesimpulan drop terjadi pada malam hari. Karena email <em>bounching</em> ini saya ketahui pada pagi hari. Jelas beberapa email penting pun jadi terlewatkan. Setiap hari juga harus melakukan aktivasi email tersebut di beberapa milis untuk melepas <em>bounching</em>.</p>
<p>Berkali-kali mengadukan masalah ini ke beberapa <em>customercare</em> yang ada, mereka hanya menjanjikan akan melakukan <em>check</em> atau reset domain saya. Tapi sampai akhir bulan ini masalah tidak juga hilang. Sebagai manusia yang masih sangat buta di dunia hosting dan permasalahannya, tentu saya tidak mau memikirkan kesalahan ada dimana atau bagaimana solusinya. Yang jelas, sebagai <em>customer</em> saya belum bisa menerima masalah yang berlarut-larut seperti ini.</p>
<p>Diskusi dengan beberapa rekan yang menggunakan jasa dari idwebhost, saya mendapat pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang punya pengalaman serupa, namun ada pula yang puas dan jarang mengalami hal seperti ini. Atau mungkin karena perbedaan paket yang diambil? Hmmm&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan di tempat yang baru ini, tidak timbul masalah-masalah berarti dan mengganggu aktivitas yang berkaitan dengan domain saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/03/pindah-hosting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Terpasang Juga</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/01/akhirnya-terpasang-juga/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/01/akhirnya-terpasang-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2006 10:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/01/15/akhirnya-terpasang-juga/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu saya hanya bisa termenung-menung diam saja melihat tutorial yang diberikan Priyadi dalam postingan di blog-nya mengenai plugin wordpress Ip To Country hasil karyanya sendiri. Sebagai seorang absolute newbie, tutorial yang diberikan memang sangat membingungkan. Dan yang jelas &#8230; <a href="http://budiyono.com/2006/01/akhirnya-terpasang-juga/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan lalu saya hanya bisa termenung-menung diam saja melihat tutorial yang diberikan <a href="http://priyadi.net/archives/2005/02/25/wordpress-ip-to-country-plugin/">Priyadi</a> dalam postingan di blog-nya mengenai <em>plugin wordpress</em> <strong>Ip To Country</strong> hasil karyanya sendiri. Sebagai seorang <em>absolute newbie</em>, tutorial yang diberikan memang sangat membingungkan. Dan yang jelas postingan ini agak <em>basbang</em> bagi yang sudah lama pasang plugin ini di blog-nya. Apalagi hanya berbekal pengalaman sedikit utak-atik css dan php dengan logika sendiri dan ini pun baru dilakukan beberapa bulan lalu. Mungkin untuk tutorial memasang  plugin semacam <em><a href="http://priyadi.net/archives/2005/03/29/wordpress-browser-detection-plugin/">browser detection</a></em>, cukup bisa ‘ditelan’ dalam jangka waktu beberapa hari. Namun untuk yang satu ini, yang memerlukan pembuatan table pada <em>phpMyadmin</em> dengan <em>sql</em> -atau apalah namanya- jelas-jelas membuat pusing tujuh keliling.</p>
<p>Kata <em>phpMyadmin</em> sendiri baru saya dengar sekitar 2 hari yang lalu. Yaitu ketika saya sedikit bertanya kepada <a href="http://blog.adypermadi.com/">Bi[G]</a> yang saya tahu blog-nya sudah dihiasi dengan <em>plugin</em> ini. Tapi memang dasar orang besar ini agak gemblung, sehabis memberikan sedikit clue, langsung hilang tanpa bekas. <em>Ugh!</em><br />
<span id="more-61"></span><br />
Akhirnya pada malam minggu terakhir dimasa bujang, ketika sedang iseng <em>browsing, chating</em> dan <em>blogwalking</em> saya menemukan <a href="http://medon.or.id">blog</a> buatan <a href="http://medon.or.id/about/">Yusac Medon</a>. Disini disebutkan beberapa langkah mudah dalam pengimplementasian <em>plugin iptocountry</em> dengan lebih sederhana. Dan <a href="http://medon.or.id/38.13.html">tutorial</a> singkat ini jelas diperuntukkan untuk kaum seperti saya.</p>
<p>Walau masih dalam keraguan untuk menerapkan setiap langkahnya, dengan tuntunan langsung dari si empunya blog dan sedikit masukan dari <a href="http://www.rendymaulana.com/">Rendy</a>, akhirnya saya nekat melakukannya. Sesi pada pembuatan table <em>iptocountry</em> adalah yang paling membuat ragu. Karena sama sekali buta akan SQL dan yang paling ditakutkan apabila hal ini malah membuat masalah pada database lain. Pengalaman untuk <em>backup</em> pun masih nol besar.</p>
<p>Sampai menjelang pagi, saya masih saja mencoba mengenal menu-menu yang ada pada <em>phpMyadmin</em>. Tidak mau gegabah dalam meng-click setiap menunya. Dan sampai mata ini semakin berat dan bantal mulai menghampiri, saya baru melakukan langkah <em>upload plugin, download sql</em> dan <em>download flag icon</em>-nya. Sementara keraguan untuk create table harus pasrah dibawa tidur dulu malam tadi.</p>
<p>Paginya, entah setan apa yang berhasil merayu saya untuk melakukan langkah berikutnya. Begitu menyalakan komputer saya langsung create table baru, tentu dengan tetap mengikuti tuntunan Medon. Beliau pun menyarankan untuk melakukan ini sedikit demi sedikit mengingat value yang ada sangat banyak sekali. Mungkin mencapai puluhan ribu. Apalagi dengan kecepatan koneksi yang seadanya.</p>
<p>Sambil ditemani segelas teh manis, setoples lanting, dan obrolan santai ber<em>chating</em> ria dengan teman kantor, akhirnya proses pembuatan table <em>iptocountry</em> pun usai. Memang memakan waktu agak lama pada proses ini. <em>Space</em> yang dibutuhkan pun lumayan besar. Mungkin lebih dari 1,5 mb. Akibatnya <em>space</em> yang tersedia pada domain saya hanya tinggal sekitar 3 mb dari 10 mb yang disediakan oleh paket basic <a href="http://idwebhost.com/">idwebhost</a>. Sebenarnya terpikir untuk <em>upgrade</em> jumlah <em>space</em> yang ada, namun dengan kondisi idwebhost yang sering sekali down akhir-akhir ini, saya agak ragu untuk melakukannya. Lihat saja nanti bila layanananya semakin baik. Sementara ini sisa 3 mb saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan aktivitas blog.</p>
<p>Singkat kata, setelah table dibuat, saya mulai melakukan <em>upload icon-icon</em> bendera dari berbagai negara yang telah di <em>download</em> semalam. Kemudian sedikit mengedit kode-kode pada <em>comment.php </em>yang juga diinformasikan Medon dalam blog-nya. <strong>Langkah terakhir</strong>, aktivasi <em>plugin</em>!</p>
<p>Dengan kepuasan tersendiri, akhirnya saya berhasil memasang bendera negara para komentator di blog pribadi ini sesuai dengan ip mereka masing-masing. Namun saya masih menemukan sedikit ketidakcocokan negara dengan asal para komentator ini. Ada seorang rekan yang tinggal di Bali, terdeteksi dari negara China. Dan rekan lain yang kantornya berada di Mampang, Jakarta Selatan malah terdeteksi dari negara Australia. <em>Tanya kenapa?<br />
</em><br />
Tapi masalah ini belum terlalu dipikirkan. Yang terpenting tujuan saya untuk memasang <em>plugin</em> ini telah tercapai. Dan sekarang saya bisa melihat berasal dari negara mana mereka-mereka ini. Siapa tahu, bila berkunjung ke negara mereka, saya bisa mendapatkan tempat menginap gratis. <em>Hihihi..</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/01/akhirnya-terpasang-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

