<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[BY]onicS &#187; Motor dan HTML</title>
	<atom:link href="http://budiyono.com/category/motor-dan-html/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budiyono.com</link>
	<description>...not just imagining...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jun 2010 05:36:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>HILANG AKAL</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari. Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.</p>
<p>Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.</p>
<p>Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.</p>
<p>Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.</p>
<p>Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.</p>
<p><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/byonics/blog/Picture1.jpg?t=1234187881" alt="Tirev" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begini Ceritanya&#8230;</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/12/begini-ceritanya/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/12/begini-ceritanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 05:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu, kebetulan keluarga dari Bandung hendak berkunjung ke rumah baru gue. Daripada berlama-lama kasih petunjuk arah, gue berinisiatif menjemput mereka di pintu gerbang komplek. Setelah mereka sudah sampai di gerbang, gue dan istri bergegas memacu Tigi menuju gerbang depan. Baru beberapa ratus meter keluar pagar rumah, tiba-tiba dari ujung jalan ada seekor anjing putih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu, kebetulan keluarga dari Bandung hendak berkunjung ke rumah baru gue. Daripada berlama-lama kasih petunjuk arah, gue berinisiatif menjemput mereka di pintu gerbang komplek.</p>
<p>Setelah mereka sudah sampai di gerbang, gue dan istri bergegas memacu Tigi menuju gerbang depan. Baru beberapa ratus meter keluar pagar rumah, tiba-tiba dari ujung jalan ada seekor anjing putih dan besar menghampiri. Melihat anjing mendekat dan mendengar gonggongan anjing tersebut, sontak istri gue teriak histeris. Gue yang awalnya tenang dan berniat menghentikan motor -katanya bila kita berhenti, anjing juga diam yaa?-, ternyata si anjing sialan ini tidak menghentikan gonggongannya. Akhirnya, gue jalanin motor dan menambah kecepatan dengan perkiraan si anjing akan berhenti mengejar. Duh, masih salah juga perkiraan gue. Larinya semakin kencang, dan sudah tepat berada si kaki istri gue. Spontan dia mengangkat kakinya dan menggerakkan badan ketakutan. Jadi lah gue keilangan keseimbangan. Dan&#8230; Sukses nyusruk di pinggir jalan!</p>
<p>Alhamdulillah kita berdua masih sadar, dan gue bisa telepon keluarga Bandung untuk menjemput kami di TKP. Jadi tebalik deh.. hehehe&#8230;</p>
<p>Luka gue paling parah di tangan kiri yang terkuak lebar. Lengan kanan memar dan sulit digerakkan. Kaki kanan pun lumayan ngilu. Entah terbentur benda apa. Istri, luka dan memar di betis, pinggang, dan luka kecil di jari tangan. <em>Yeah, we&#8217;re using full face helmet!</em></p>
<p>Motor, reflektor lampu melesak ke dalam batok yang pecah. Lampu sen patah. Spakboard terbelah dua. Dan segitiga komstir yang bengkok dan menyebabkan roda serong ke kiri.</p>
<p>Kami berdua sudah mendapat perawatan, dan Alhamdulillah tidak ada luka serius. Motor sudah masuk bengkel.</p>
<p>Kita segera melapor ke pengurus RT, tentang keberadaan anjing tersebut. Berhubung kami orang baru, mungkin si anjing mau kenalan.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
Dan, mulai semalam anjing tersebut sudah dirantai. Karena ternyata sudah banyak memakan korban dengan kejadian serupa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/12/begini-ceritanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAMN, Pertamax Naik Lagi</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/06/damn-pertamax-naik-lagi/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/06/damn-pertamax-naik-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2007 14:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2007/06/03/damn-pertamax-naik-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak 01 Juni 2007, harga pertamax naik lagi. Dari harga Rp 6.050/liter, menjadi Rp 6.400/liter. Padahal, harga sebelumnya juga belum lama berlaku. Bener-bener SUX! Dengan demikian, sementara ini jenis minuman untuk kendaraan saya harus diubah dulu. Pada pengisian berikutnya, saya akan membeli Pertamax Plus. Tanggung, beda dikit doank!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak 01 Juni 2007, harga pertamax naik lagi. Dari harga Rp 6.050/liter, menjadi Rp 6.400/liter. Padahal, harga sebelumnya juga belum lama berlaku. Bener-bener SUX!</p>
<p>Dengan demikian, sementara ini jenis minuman untuk kendaraan saya harus diubah dulu. Pada pengisian berikutnya, saya akan membeli Pertamax Plus. Tanggung, beda <em>dikit doank</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/06/damn-pertamax-naik-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAFETY RIDING COURSE</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/01/safety-riding-course/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/01/safety-riding-course/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2007 02:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan industri di Jawa Barat, meminta kami untuk memberikan Safety Riding Course (SRC) kepada 50 orang karyawannya. Bersama rekan-rekan HTML yang tergabung dalam HTML Safety Riding Team (HSRT), siap memberikan training singkat tentang safety riding di perusahaan yang menyandang nama PT. SUMCO. Segala persiapan mulai dilaksanakan. Meeting pun segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan industri di Jawa Barat, meminta kami untuk memberikan <em>Safety Riding Course</em> (SRC) kepada 50 orang karyawannya. Bersama rekan-rekan <a href="http://www.honda-tiger.or.id">HTML</a> yang tergabung dalam HTML Safety Riding Team (HSRT), siap memberikan training singkat tentang <em>safety riding </em>di perusahaan yang menyandang nama <a href="http://www.sumcosi.com/">PT. SUMCO</a>.</p>
<p>Segala persiapan mulai dilaksanakan. <em>Meeting</em> pun segera digelar. Persiapan yang mendapat jatah waktu satu bulan,  rasanya terlalu cepat. Mengingat semua anggota team juga memiliki kesibukan di kantornya masing-masing.  <em>Meeting-meeting</em> awal hanya bisa dilakukan pada saat weekend. Itu pun sulit sekali mengadakan pertemuan dengan <em>full team</em>. Sehari-hari diskusi hanya melalui milis. Menjelang minggu terakhir, barulah meeting mulai gencar dilakukan. Hampir setiap hari, <em>after office hour</em>, kami selalu menyempatkan bertemu untuk lebih menguatkan seluruh skema  training ini. Dari materi, instruktur, peralatan pendukung, sampai  perhitungan budget makan-makan. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hari yang ditentukan telah tiba. Sabtu pagi (20/01/2007), HSRT, dengan dua mobil dan 10 motor berangkat menuju lokasi. Semua anggota team sudah siap dengan tugasnya masing-masing. Saya sudah siap dengan jadwal acara yang sudah dipersiapkan dengan matang.<br />
Sekitar pukul 07.00 team mobil sudah sampai.  Dan, setelah memeriksa segala sesuatunya, acara dimulai pukul 08.00.<br />
<span id="more-98"></span><br />
Sesi awal, kami mengundang perwakilan dari kepolisian setempat untuk memberikan sedikit gambaran umum tentang pentingnya <em>safety riding</em>.  Sayang, Pak Polisi terlalu bersemangat memberikan penyuluhan. Dari waktu yang seharusnya hanya satu jam, mereka berbicara lebih dari satu setengah jam. Akhirnya, saya lah yang harus memutar otak untuk membuat acara tetap berjalan dengan seluruh materi yang direncanakan. Mengingat materi yang banyak dengan jadwal waktu yang sangat padat.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/SRC.jpg" alt="src" /></div>
<p>Beberapa teori terpaksa saya pangkas waktunya, diskusi juga harus diubah tekniknya. Koordinasi ulang dengan instruktur segera dilakukan. Bahkan coffebreak pun tak luput dari pengurangan waktu. Ini semua dilakukan agar waktu praktik tidak terganggu. Seperti pengalaman sebelumnya, praktik memang sangat menyita waktu dan sulit ditebak.</p>
<p>Sebelum memasuki teori, kami membuat diskusi kecil dengan peserta. Semua dipancing untuk mengemukakan pendapatnya tentang penyebab kecelakaan serta akibat yang ditimbulkan. Sesi ini cukup membuat hangat suasana. Para peserta semangat untuk berbagi pengalaman pribadi, atau pengalaman orang terdekat mereka. Idenya, semakin banyak mereka mengetahui sebab-sebab  kecelakaan, akan meningkatkan perhatian mereka untuk berkendara lebih aman.</p>
<p>Pukul 10.30, materi teori mulai berjalan dengan instruktur dari HSRT. Diawali dengan potensi bahaya dan kelengkapan berkendara. Dilanjutkan dengan teknik individu dan pengetahuan manajemen turing.  Beruntung semua materi teori bisa diselesaikan sampai batas waktu makan siang. Perubahan jadwal berhasil mengejar keterlambatan.</p>
<p>Setelah makan siang, giliran praktik lapangan. Sayang, tampaknya cuaca hari ini tidak berpihak pada kami. Tepat setelah semua peserta dan instruktur berkumpul, hujan turun dengan derasnya. Terpaksa pengantar praktik kami lakukan di tempat yang lebih tertutup. Peserta juga mulai terlihat sedikit enggan untuk melaksanakan praktik. Jadi kami menunggu sampai hujan reda.</p>
<p>Lebih dari 15 menit menunggu, hujan belum juga berhenti. Namun praktik harus tetap berjalan. Beruntung ada satu peserta yang menjadi <em>pioneer</em> dan memberanikan diri untuk melaksanakan praktik dalam hujan. Kami pun menyetujuinya. Akhirnya praktik mulai berjalan. Peserta lain pun terpacu dengan semangat sang <em>pioneer</em>. Kini semuanya ikut berhujan ria turun ke lapangan.  Praktik terdiri dari teknik berkendara di jalan yang tidak rata, papan keseimbangan, teknik manuver dan <em>cornering</em>, serta pengereman.</p>
<p>Dua jam berlalu, praktik pun selesai. Team penilai juga sudah mendapatkan hasil peserta terbaik. Kami bersiap kembali ke kelas untuk sesi selanjutnya. Dan hujan pun berhenti. <strong>*DAMN*</strong></p>
<p>Di kelas, sesi terakhir diisi dengan pelaksanaan <em>post test</em>, pemberian kenang-kenangan dan penghargaan kepada beberapa peserta terbaik dan ditutup dengan ramah tamah. Akhirnya keseluruhan acara selesai pada pukul 16.00. Sangat sesuai jadwal.</p>
<p>Ritual selanjutnya bagi team adalah MAKAN-MAKAN..!!™</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/01/safety-riding-course/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Turun Mesin</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/12/turun-mesin/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/12/turun-mesin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2006 04:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Menginjak awal usia 9 tahun (1997-2006), motor saya mulai menunjukkan gejala kerusakan pada bagian mesin. Dari tarikan yang kelewat berat, asap hitam mengepul pada rpm tinggi, sampai berkurangnya ukuran oli pada kilometer ke-500. Dari gejala ini sebenarnya sudah bisa dipastikan obat satu-satunya adalah dengan melakukan ritual &#8216;turun mesin&#8217;. Minimal, kerusakan pada area klep, seher, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menginjak awal usia 9 tahun (1997-2006), motor saya mulai menunjukkan gejala kerusakan pada bagian mesin. Dari tarikan yang kelewat berat, asap hitam mengepul pada rpm tinggi, sampai berkurangnya ukuran oli pada kilometer ke-500. Dari gejala ini sebenarnya sudah bisa dipastikan obat satu-satunya adalah dengan melakukan ritual &#8216;turun mesin&#8217;. Minimal, kerusakan pada area klep, seher, dan rumah kopling menjadi tujuan utama service besar selanjutnya. Kondisi ini yang menyebabkan tak pernah percaya diri lagi untuk turing bareng teman satu komunitas atau menempuh perjalanan yang agak jauh.</p>
<p>Jumat malam, tepatnya tanggal 1 Desember 2006, seperti yang sudah dijadwalkan, saya membawa motor ke bengkel langganan. Dengan target maksimal 2 hari -berharap hari Senin sudah selesai-, saya paparkan semua yang mungkin harus diperbaiki. Tanpa sadar, banyak sekali kekurangan yang harus dibenahi. Dari ritual turun mesin tadi, perbaikan harus merembet pula ke area komstir, kabel body, gir depan, kanvas rem belakang, sampai indikator bensin.</p>
<p>Ya, memang wajar, dengan umur motor yang tergolong tua, dan digunakan harian, apalagi saya sudah jarang &#8216;mengelus&#8217; motor ini sejak beberapa bulan lalu&#8230; <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Tapi saya cukup bangga juga dengan ketahanan mesin keluaran &#8217;97 ini. Sudah banyak kerusakan serupa timbul pada motor keluaran baru yang belum genap berusia 5 tahun.</p>
<p>Setelah mendapat estimasi biaya -<em>dem</em>, mahal bener yaa- saya masih mempunyai keinginan untuk mengganti stang standar dengan stang YT yang biasa digunakan untuk motor trail. Selain untuk variasi, dengan bentuk yang lebih lebar, diyakini membuat posisi duduk pengendara menjadi lebih santai. Dan kabarnya, stang ini bisa menjadi penyeimbang untuk motor yang ditambah aksesoris box di belakang. Kekurangannya, bila dalam keadaan macet, agak sulit untuk melakukan aktivitas &#8216;selap-selip&#8217;.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/StangBaru.jpg" alt="Stang YT" /></div>
<p>Molor satu hari dari jadwal semula, motor saya baru selesai Senin sore. Bukan tanpa sebab, perbaikan kabel <em>body</em> memakan waktu yang lebih panjang. Kondisi kabel yang sudah carut marut, dirapikan satu persatu oleh sang mekanik. Begini lah bila terlena dengan aksesoris kelistrikan sejak dulu. Dari klakson yang bermacam-macam, sirine, sampai flasher dan strobo pernah hinggap di motor ini. Selain flasher, sekarang semua aksesories tersebut sudah dilepas dan meninggalkan bekas yang merepotkan.</p>
<p>Setelah diperiksa secara keseluruhan, langsung saya tancap gas menuju rumah. Wuiih, serasa motor baru lagi. Tarikan enteng, bunyi halus, dan dudukan yang nyaman dengan stang yang lebar. Manstab, dan siap turing lagi. Yeah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/12/turun-mesin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Box On The Bike</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/04/new-box-on-the-bike/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/04/new-box-on-the-bike/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Apr 2006 02:59:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Dengan semakin banyaknya kebutuhan harian yang harus dibawa serta ketika mengendarai motor, box Givi E33 dirasa kurang bisa memenuhinya. Box yang berkapasitas 33 liter dan dapat menampung satu helm full face ini awalnya memang sudah memenuhi kebutuhan saya sewaktu masih sering berkendara seorang diri. Hampir semua barang yang biasa saya bawa dapat masuk di dalamnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.rlmotorcycles.com/home/Accessories/E450.jpg" style="float:right;" alt="E450" />Dengan semakin banyaknya kebutuhan harian yang harus dibawa serta ketika mengendarai motor, box <a href="http://www.givi.it/caschi_borse_bauli_accessori.asp?CO_ID=45&#038;lang=en">Givi E33</a> dirasa kurang bisa memenuhinya. Box yang berkapasitas 33 liter dan dapat menampung satu helm full face ini awalnya memang sudah memenuhi kebutuhan saya sewaktu masih sering berkendara seorang diri. Hampir semua  barang yang biasa saya bawa dapat masuk di dalamnya. Biasanya saya membawa sebuah tas ransel, jas hujan, dan beberapa toolkit dan sparepart untuk disimpan di box ini. Bila parkir, tas ransel akan bertukar tempat dengan helm.</p>
<p>Belakangan, dengan seringnya membawa boncenger tentu kapasitas box ini menjadi semakin berkurang. Yang pasti, tambahan 1 helm dan 1 stel jas hujan pun harus masuk ke dalamnya. Belum lagi dengan barang belanjaan atau barang bawaan lain yang menjadi sering dibawa.</p>
<p>Setelah berhasil melepas box E33 ini ke seorang rekan kantor, semalam box baru type <a href="http://www.givi.it/caschi_borse_bauli_accessori.asp?CO_ID=43">E450</a> yang masih keluaran <a href="http://www.givi.it/">Givi</a> sudah terpasang di motor saya.</p>
<blockquote><p><em>E450 &#8211; SIMPLY &#8211; MONOLOCK®</p>
<p>E450 Simply, the large Monolock case characterized by a wide reflector and a modern design, has now been equipped with a new automatic opening/closing system.</p>
<p>OPENING: simply pushing a button with one finger, even when wearing gloves will easily open the case.</p>
<p>DETACHMENT: The mere rotation of the key and a light pressure on the red push button enables the detachment of the case from the motorcycle. The new E 450 has a security system in case it is closed incorrectly. The pressure with your hand brings the hinge to the correct closing position.  </em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/04/new-box-on-the-bike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motor Narsis</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/04/motor-narsis/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/04/motor-narsis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2006 09:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Sudah mulai bosen sama tampilan sisi belakang motor, tapi bingung milih striping. Maka motor sayah tiba-tiba menjadi narsis. Hiehiheihaiea..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah mulai bosen sama tampilan sisi belakang motor, tapi bingung milih striping. Maka motor sayah tiba-tiba menjadi narsis. Hiehiheihaiea..</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/BYbike.jpg" alt="bike" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/04/motor-narsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HEY, Stop Di Belakang Garis Putih!</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hey-stop-di-belakang-garis-putih/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/02/hey-stop-di-belakang-garis-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2006 06:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/16/hey-stop-di-belakang-garis-putih/</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak adanya kasus HD dengan Ibu Sarie beberapa waktu lalu, berbagai milist dan forum yang saya ikuti banyak membahasnya. Tidak ketinggalan pula di milist dan web HTML. Komunitas dimana saya masih tergabung di dalamnya. Pro dan kontra pun mengalir deras dari setiap member. Pagi ini, saya pun masih menerima email terkait masalah HD. Tanggapan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak adanya <a href="http://reynaldi.or.id/blog/index.php/archives/2006/02/07/another-story-of-harley-davidsons-riders/">kasus HD dengan Ibu Sarie</a> beberapa waktu lalu, berbagai milist dan forum yang saya ikuti banyak membahasnya. Tidak ketinggalan pula di milist dan web <a href="http://www.honda-tiger.or.id/">HTML</a>. Komunitas dimana saya masih tergabung di dalamnya. Pro dan kontra pun mengalir deras dari setiap member. Pagi ini, saya pun masih menerima email terkait masalah HD. Tanggapan dari seseorang yang mengaku sebagai wartawan tabloid motor ini lebih mengungkap pandangan dari dua sisi. Kebetulan beliau juga seorang biker yang juga pengendara mobil. Ada satu paragraf yang menjadi perhatian saya.</p>
<blockquote><p>Saya salut kepada rekan bikers klub Tiger yang memberi contoh di jalan untuk berhenti di belakang garis batas stop traffic light. Mereka bahkan berani menegur sesama pengendara motor yang tidak tau aturan. Ayo, siapa lagi? Mereka bisa, kita juga pasti bisa. Hanya perlu niat doang kok.</p></blockquote>
<p>Disana tersebut sebuah klub tiger. Sebagai pengendara motor tiger yang ikut aktif menggalakkan safety riding dalam komunitas HTML tentu saya bangga bila ada pihak yang mengatakan salut terhadap apa yang kami lakukan.<br />
 <span id="more-67"></span><br />
Berdasar pengalaman, ternyata sangat sulit menerapkan <em>safety riding</em>. Sering sekali adu argumen dengan rekan, saudara, atau keluarga hanya untuk mengungkapkan idealisme kita pada penerapan <em>safety riding</em>. Contoh kecil pemakaian helm pada <em>boncenger</em>, tidak naik trotoar, atau berhenti di belakang garis putih pada saat lampu merah menyala. Walau sekali waktu ada pengendara lain yang memberikan acungan jempol ketika melihat saya berhenti di belakang garis sementara yang lain menunggu jauh di depan.</p>
<p>Namun, selama lebih dari dua tahun saya berusaha menerapkan kebiasaan ini pada diri pribadi, baru kemarin sore mengalami kejadian yang sangat mengesalkan.</p>
<p>Sore itu, menempuh perjalanan pulang dari Patung Tani menuju Kalimalang. Tepat di perempatan lampu merah Otista, lampu merah menyala. Saya menghentikan kendaraan tepat di belakang garis putih. Seperti biasa, beberapa motor tetap melesak kedepan dan berhenti jauh melewati garis. Sepertinya hanya saya seorang yang berhenti pada posisi itu. Tidak lama terlihat di kaca spion sebuah metromini yang bergerak semakin mendekat di belakang. Mungkin karena melihat saya tidak bergerak ke depan, supir mulai memain-mainkan gasnya untuk mengintimidasi agar saya agak maju ke depan. Dengan cuek saya tetap berhenti dan tidak menggubris angkutan umum yang lumayan besar itu. Melihat keadaan ini, sang kernet menghampiri saya dan berkata, &#8220;Mas, maju sedikit ke depan, kita mau lewat.&#8221;<br />
<em><br />
Bah!</em> Apa dia tidak lihat lampu itu merah menyala? Atau memang mereka biasa menerobos lampu merah? Saat itu saya membalas,&#8221;<em>Emang</em> boleh jalan terus?!&#8221; sambil menunjuk ke arah lampu. Kernet tidak mau mengalah. Dia terus memaksa saya untuk geser ke depan dan membiarkan mereka menerobos lampu merah. Saya pun tetap pada pendirian dengan menaikkan intonasi sambil terus menunjuk lampu merah yang masih menyala. Dengan kondisi lelah macet dan pulang kerja sore itu saya jadi bertambah kesal dengan kelakuan metromini ini. Dan sudah siaga apabila kejadian terburuk dari kernet itu muncul.</p>
<p>Mungkin kesal melihat kelakuan saya, dia menghampiri supir yang menunggu di belakang. Entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas saat itu lampu hijau akhirnya menyala. Dan saya langsung tancap gas dan jalan terus. Untung sudah hijau, sehingga masalah tidak menjadi lebih panjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/02/hey-stop-di-belakang-garis-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan dan Flu</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2006 06:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2006/02/09/hujan-dan-flu/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah bermula pada hari Senin lalu. Waktu itu hujan turun sejak malam. Paginya, hujan justru semakin deras. Berhubung harus masuk kantor, dengan dilindungi jas hujan, menempuh macetnya jalan Jakarta dengan motor kesayangan. Awalnya perjalanan begitu lancar, hanya hawa dingin dan sentuhan rintik hujan di sekujur tubuh yang agak mengganjal. Belum lagi tetesan air yang jatuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah bermula pada hari Senin lalu. Waktu itu hujan turun sejak malam. Paginya, hujan justru semakin deras. Berhubung harus masuk kantor, dengan dilindungi jas hujan, menempuh macetnya jalan Jakarta dengan motor kesayangan. Awalnya perjalanan begitu lancar, hanya hawa dingin dan sentuhan rintik hujan di sekujur tubuh yang agak mengganjal. Belum lagi tetesan air yang jatuh tepat di muka helm dan sesekali menghalangi pandangan.</p>
<p>Memasuki wilayah perkantoran di sekitaran Thamrin, tiba-tiba motor tiger berhenti mengaum. Kontan tidak ada daya untuk melajukan motor berkapasitas 200 cc ini. Berhenti sejenak, mencoba untuk menekan ulang tombol <em>starter electric</em>. Beberapa kali tekan, si tiger kembali mengaum. Lega rasanya.</p>
<p>Setelah mengantar istri di salah satu gedung sekitaran perkantoran tersebut, kembali melanjutkan perjalanan menuju arah Patung Tani. Rupanya kejadian awal matinya mesin kembali terulang. Tepatnya di samping Sarinah Thamrin. Usaha seperti di awal pun segera dicoba. Namun sayang, kali ini motor tidak juga menyala. Sekian kali dicoba plus selah, sama saja. Terpikir, mungkin ada air yang masuk ke salah satu bagian mesin dan membuat mesin mati. Akhirnya terpaksa mendorong kembali motor berat keluaran Honda ini menuju perkantoran Thamrin untuk menumpang parkir.<br />
<span id="more-65"></span><br />
Sambil sedikit berhujan-hujan, melanjutkan perjalanan menuju Patung Tani dengan bajaj. Dasar bajaj <em>SUX</em>, dengan kondisi seperti ini beberapa bajaj yang ditanyakan harga selalu mengenakan tarif yang jauh lebih mahal. Akhirnya mengalah karena waktu terus berjalan dan harus bergegas bila tidak ingin lebih telat masuk kantor.</p>
<p>Sesampainya di kantor, ternyata ke-apes-an belum juga berakhir. Ponsel GSM sudah lowbat dan tidak bawa charger. Sementara ponsel CDMA yang biasa digunakan untuk koneksi internet juga tertinggal kabel data-nya. Dua ponsel yang selalu menemani kehidupan sehari-hari ini nyaris tiada berguna. Dan otomatis seharian itu pun tidak bisa buka internet sama sekali.</p>
<p>Singkat kata, sore hari tepat pukul 17.00 WIB, langsung bergegas menuju Thamrin untuk mengecek keadaan motor dengan diantar rekan kantor. Sesampainya di lokasi parkir, sudah ada salah satu member <a href="http://www.honda-tiger.or.id/">HTML</a> yang kebetulan bekerja di gedung itu, siap membantu bila diperlukan. Tanpa buang waktu, menekan tombol start. Jreng, Tiger langsung mengaum. Beruntung tidak ada masalah berarti dan sampai di rumah dengan selamat. Esoknya cek busi yang memang sudah tua dan menggantinya dengan yang baru. Busi cadangan pun tidak ketinggalan disertakan.</p>
<p>Efek berhujan-hujan Senin itu baru timbul semalam. Gejala flu mulai datang. Ditambah Rabu malam masih harus pulang larut. Tentu dengan hujan yang turun menemani perjalanan. Hampir semalaman tidak bisa tidur karena hidung yang tersumbat dan sulit bernapas.</p>
<p>Dan hari ini, bahkan hujan turun bagai diguyur dari langit. Masih deras sejak semalam. Trauma <em>error</em>nya mesin tiger karena hujan, kembali membayangi perjalanan pagi. Jelas-jelas tidak bisa menikmati perjalanan sama sekali. Panik, macet, dingin, hidung meler, tidak enak badan membuat kumplit derita perjalanan pagi ini. Hmmm.. mungkinkah sudah saatnya beralih ke Honda Jazz? <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hujan dan flu memang SUX!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/02/hujan-dan-flu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Report: Acara Puncak Ultah HTML</title>
		<link>http://budiyono.com/2005/09/36/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2005/09/36/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2005 15:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Bunyi gahar enam motor tiger di depan sebuah Kafe yang terletak di Jakarta Selatan memberikan tanda bahwa rangkaian acara ulang tahun HTML &#8216;The Power Of Community&#8217; di Balemang Cafe akan segera digelar. Keenam motor yang ditunggani enam biker bagian dari PIC ini tiba di lokasi tepat pukul 09.00 untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Begitu selesai merapikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.honda-tiger.or.id/forum/attachment.php?attachmentid=1551&#038;stc=1&#038;thumb=1" style="float:left;" alt="hut html" />Bunyi gahar enam motor tiger di depan sebuah Kafe yang terletak di Jakarta Selatan memberikan tanda bahwa rangkaian acara ulang tahun HTML &#8216;The Power Of Community&#8217; di Balemang Cafe akan segera digelar. Keenam motor yang ditunggani enam biker bagian dari PIC ini tiba di lokasi tepat pukul 09.00 untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Begitu selesai merapikan barisan parkir, mereka mulai bekerja dengan memasang spanduk-spanduk sponsor yang ikut mendukung terselenggaranya acara ini. Rony dan Bronx dengan sigapnya membentangkan kain berukuran sekitar 5 meter dan mengikatnya ditiang bambu yang sudah disiapkan. Budi Tuob, Salim, dan MC kondang Pardede segera memasuki ruangan untuk menata dan melihat kondisi dalam kafe. Danu sebagai salah satu PIC dokumentasi langsung mengambil segala aktivitas awal tersebut.</p>
<p>Selang satu jam, beberapa panitia lain berdatangan siap menjalankan program acara yang sudah disiapkan. Yos segera menyiapkan proses pendaftaran dan parkir bersama Bronx dan Chemonk. Fika, Camel, serta duet Nanda dan Dado bergerak ke lantai dua untuk merapikan tempat makanan. Bowo dan Ferry melakukan cek dan ricek jadwal acara dipinggir panggung. Gopur dan istri bersama Caca menyiapkan doorprize, hadiah, dan keperluan games di ruang panitia. Sementara Fajar dengan kamera kesayangannya sibuk mencari object untuk diabadikan. Budi Tuob dan Epenk menyusun dan berkoordinasi dengan MC Pardede dan Hanum untuk merapikan narasi dan awards. Taslim dan Marko yang menyusun pernak-pernik pendukung acara. Rony pun tak kalah sibuk dengan persiapan segala perlengkapan pendukung acara. Serta tidak ketinggalan Dede dengan arsip-arsip keuangannya. Tampak keseriusan dimuka mereka namun tidak meninggalkan gelak tawa dan canda menyelingi kesibukannya.</p>
<p><span id="more-38"></span><br />
Tepat pukul 12.00 WIB, acara dibuka oleh kedua MC dengan meneriakkan kata-kata yang mengundang seluruh member yang sudah datang untuk mendekat ke panggung. Beberapa kata sambutan dari berbagai utusan segera mengalir di atas panggung. Dimulai dari utusan BOS yang diwakili Bowo, dilanjutkan dengan sesepuh HTML yang diwakili Mas Itok, diteruskan member buncit HTML 799 Said, dan diakhiri oleh sambutan sponsor Pertamina yang diwakili oleh Ibu Christin. Setelah itu doa pembuka dari Faisal ‘Ical’ Salim pun membawa suasana khidmat memohon agar acara ini berlangsung dengan baik dan lancar. Sesi pertama ini ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun HTML yang dilakukan secara bersama-sama oleh Taslim (BOS), Alvie (BOM Milist), Mas Suryo (HSRT), Heldy &#8216;Gembel&#8217; Arifiesn (Koperasi), dan Faisal Fals (Moderator Web) diiringi lagu Happy Birthday oleh band tamu.</p>
<p>Tepat pukul 13.00 bertepatan dengan waktu makan siang, MC mempersilahkan semua undangan untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia di lantai dua. Diiringi live music dari bintang tamu, sambil antri makanan semua member asik menikmati alunan musik yang dimainkan mereka. Mulai dari lagu Van Halen sampai Project Pop dibawakan dengan sempurna oleh Band yang menamakan dirinya Overture. Beberapa sudah tidak tahan untuk bergoyang didepan panggung membuat semakin meriahnya suasana siang itu.</p>
<p>Setelah beberapa lagu bergulir dan makanan sudah hampir selesai disantap, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para pendiri dan mantan pengurus HTML periode 2000 – 2004. Mantan Ketua Umum Jojo, Ketua Harian Irfan Sungkar, dan semua mantan kepala divisi-divisi HTML naik kepanggung untuk menerima piagam tanda penghargaan atas jasa-jasanya mengantarkan HTML menjadi seperti sekarang ini. Piagam diberikan oleh Board Of Sarasehan yang diwakilkan Budi Tuob.</p>
<p>Acara berikutnya adalah pemutaran film dokumenter perjalanan HTML dari kegiatan turing, bakti sosial, kunjungan, donor darah dan beberapa kegiatan lainnya. Film yang disusun oleh Dadi ini sesekali membuat para penonton bersorak sorai ketika ada kejadian lucu atau menampilkan suasana kebersamaan HTML dimasa lalu. 20 menit berlalu, sesi I pemutaran film berakhir. Sesi yang sejatinya dilaksanakan diawal acara, menjadi sedikit tertunda karena kesalahan teknis, namun dengan kesigapan Dadi dan PIC, penundaan tersebut sama sekali tidak mengganggu acara-acara berikutnya.</p>
<p>Pemberian piagam penghargaan diteruskan kepada rekan-rekan PIC event yang sudah bekerja keras, menyumbangkan tenaga dan pemikirannya demi terselenggaranya event-event resmi HTML. Tak kurang dari PIC Bandung pertama Irfan Sungkar sampai Turing Jambore Stephen ‘Epenk’ Vincent hadir untuk menerima piagam ini. Dari B.O.S diwakilkan Bowo untuk menyerahkan piagam sambil menyalami dan memeluk satu persatu PIC dengan ucapan terimakasih atas semua kerja keras mereka.</p>
<p>Musik kembali mengalun dari bintang tamu yang diteruskan dengan pemutaran film dokumenter bagian dua. Suasana tidak berbeda dengan sesi pertama. Sorak sorai kembali terdengar bila layar besar diatas panggung menampilkan kejadian-kejadian menarik dalam perjalanan HTML. Setelah pemutaran film sesi kedua selesai, kembali panggung digoyang dengan alunan musik-musik top saat ini. Yang menarik, band yang tampil kali ini adalah kelompok musik dari anak HTML sendiri. Mereka tak lain adalah member HTML Jaktim yang memang sudah dipersiapkan untuk mengisi acara hari itu.  Seakan terbius dengan alunan musik, beberapa member dan panitia pun ikut bergoyang dan menghentakkan kepala mengikuti irama musik. Tak sedikit pula yang ikut naik kepanggung dan bersama-sama menyanyikan lagu yang dimainkan band dadakan ini. Lagu dari band papan atas seperti Padi dan Seriues dibawakan dengan sangat baik oleh mereka. Terlebih ketika lagu Rocker Juga Manusia yang dipopulerkan oleh Seriues sedikit diubah menjadi Biker Juga Manusia oleh band yang digawangi Hafids (drum), Boyke, (gitar), Anggi (gitar), Rudy (bass) dan Kelik (Vokal). Kontan beberapa member terbawa untuk ikutan naik kepanggung dan bersama-sama menyanyikan lagu tersebut.</p>
<p>Setelah musik berakhir, MC kembali membawa ke acara selanjutnya, yaitu pemberian piagam penghargaan kepada para mantan moderator milist, webmaster, team sponsor, dan Bapak pemilik warung Makassar Sabang. Kali ini penyerahan piagam moderator milist diserahkan oleh Taslim, untuk sponsor diserahkan oleh Ferry Hardono dan Bapak pemilik warung makassar oleh Fajar Is. HTML sangat menghargai para moderator milist dan webmaster yang telah menyisihkan waktunya untuk memoderatori diskusi, approval messege dan memberikan sanksi yang pas di milist Honda-Tiger. Dari merekalah milist dan website HTML menjadi sarana diskusi nomor satu yang membahas seputar Honda Tiger di negeri ini. Tidak lupa juga kepada para sponsor yang menjadi urat nadi setiap pelaksanaan kegiatan HTML baik turing, bakti sosial, maupun acara-acara hari besar HTML. Dan yang tidak kalah penting adalah kepada Bapak Syafri Sappe selaku pemilik warung yang terkenal dengan es palubutung (palbut). Ditempat beliau lah, kopdar resmi HTML setiap Jum&#8217;at malam dberlangsung, ditambah lagi kongkow yang dilakukan lebih dari 10 member HTML di warung tersebut setiap harinya sekedar untuk menghilangkan penat bekerja dan menunggu lalulintas kembali lancar. Sudah sepatutnya bila mereka semua mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya.</p>
<p>Games adalah acara selanjutnya yang sudah dipersiapkan. Kali ini acara dipandu langsung oleh aksi kocak Ardi Kiwil yang membuat games semakin meriah. Kata-kata lucu yang keluar dari mulutnya dibarengi dengan aksi panggung yang mengudang tawa, membuat games mendapat perhatian lebih dari para undangan. Makan donat, lomba minum air aqua dan satu games untuk boncenger menjadi hiburan tersendiri bagi para peserta dan seluruh undangan. Terlebih dengan adanya hadiah-hadiah menarik bagi para pemenang.</p>
<p>Acara kembali dilanjutkan dengan persembahan terakhir dari bintang tamu. Dua buah lagu mengalun dari mereka, Jujur yang dipopulerkan Radja dan Separuh Napas yang dipopulerkan Dewa kembali membuat para undangan tak tahan untuk tidak ikutan bergoyang dan menari. Lagu pertama pun ikut menyedot para member yang ada diluar kafe untuk ikut bergoyang dan bernyanyi bersama di dekat panggung.</p>
<p>Pemberian piagam penghargaan dilanjutkan kembali untuk member yang mendapatkan HSRT Awards. Kategori yang sudah digaungkan adalah petugas terbaik jatuh kepada Bronx dan Ardi Kiwil, HTML care yang diberikan kepada Banyu dan Roni, serta The Best Supporting Man yang diberikan kepada Jojo. Hadiah diberikan lansung oleh Koordinator HSRT, Syamsul M. Sementara dari BOS yang menyerahkan piagam adalah Hadi ‘Buceng’ Susaswo. Disusul dengan pembagian hadiah kepada para pemenang pertandingan olah raga yang dipertandingkan menyambut HUT HTML. Pertandingan-pertandingan tersebut adalah bilyard, basket, dan bulutangkis. Penyerahan hadiah diberikan oleh Gopur dari BOS.</p>
<p>Setelah semua piagam penghargaan, hadiah, dan awards selesai dibagikan, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Puluhan hadiah menarik seperti TV, kulkas, box, dan perlengkapan turing langsung diundi oleh beberapa utusan BOS. Degup jantung serasa tertahan setiap kali nomor undian dibacakan dipanggung. Berharap nomor yang dipegang merupakan nomor paling beruntung hari itu. Beberapa bersorak gembira ketika mendapatkan nomornya keluar sebagai penerima doorprize. Pasalnya, mereka sama sekali tak menyangka dengan uang hanya Rp 50.000,- pulang membawa TV 21&#8243;, kulkas, dan barang-barang lainnya.</p>
<p>Terakhir, acara ditutup dengan doa oleh Haerudin. Doa yang dipanjatkan kembali membuat suasana khidmat didalam ruangan ini. Untaian kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu disambut dengan ucapan ‘amien’ oleh semua member. Semoga semua doa dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Setelah semua rangkaian acara berakhir, sambil berjalan keluar kafe, terbersit kepuasan diraut muka mereka, tawa dan canda belum juga lepas sambil berjalan menuju tempat parkir. Selentingan terdengar ucapan salah satu member,&#8221; Acaranya asik banget, gak ngebosenin, makanannya enak, games seru, musiknya bagus-bagus. Top deh!&#8221;</p>
<p>Member dengan tertib meninggalkan lokasi. Ada yang pulang bersama-sama, ada pula yang jalan sendiri. Tak lupa saling berjabat erat sebelum berpisah. Sampai jumpa lagi di event HTML yang lebih besar, Bro..!</p>
<p>BOS selaku general PIC dan seluruh Supporting PIC mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan pertisipasi rekan-rekan yang datang ke acara puncak ultah HTML ini. Mohon maaf apabila ada acara dan kata-kata yang kurang berkenan dari PIC.</p>
<p>Selamat Ulang Tahun HTML!!</p>
<p>T U O B..!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2005/09/36/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
