<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[BY]onicS &#187; Rumah</title>
	<atom:link href="http://budiyono.com/category/rumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budiyono.com</link>
	<description>...not just imagining...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Oct 2011 09:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Minggu Pagi Di Komplek Rumah</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/05/minggu-pagi-di-komplek-rumah/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/05/minggu-pagi-di-komplek-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 06:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Kata olahraga sudah hampir punah dalam kamus hidup saya. Lebih dari dua tahun seluruh tubuh ini nyaris tidak pernah digerakkan atas nama olahraga. Hanya goyangan santai pada dua tangan dan beberapa kali goyangan kepala saya lakukan sebelum berangkat ke kantor. &#8230; <a href="http://budiyono.com/2008/05/minggu-pagi-di-komplek-rumah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata olahraga sudah hampir punah dalam kamus hidup saya. Lebih dari dua tahun seluruh tubuh ini nyaris tidak pernah digerakkan atas nama olahraga. Hanya goyangan santai pada dua tangan dan beberapa kali goyangan kepala saya lakukan sebelum berangkat ke kantor. Waktunya, tak lebih dari lima menit.</p>
<p>Sebelumnya, dua tahun silam, saya sempat rutin melakukan olah raga pagi di Monas atau Senayan. Berangkat dari rumah pukul 5 pagi, masih cukup waktu untuk berputar-putar sambil menghirup udara segar. Tapi, selama dua tahun belakangan, saya hampir tak pernah lagi memiliki semangat untuk melakukan aktivitas menyehatkan itu.</p>
<p>Saat ini, saya sudah pindah rumah ke daerah Pamulang. Komplek yang saya tinggali kebetulan memiliki suasana yang pas untuk melanjutkan olah raga yang terputus. Setiap minggu pagi, akses jalan dari gerbang komplek sampai mesjid ujung jalan, dengan jarak hampir 5 km, selalu dipenuhi oleh warga komplek dan penduduk sekitar yang ingin menikmati kesegaran dan kesejukan udara di sini.<br />
<span id="more-117"></span></p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari1.JPG" alt="l1" /></div>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari1a.JPG" alt="l1a" /></div>
<p>Selain orang tua dan anak-anak, mayoritas orang yang berolah raga adalah kaum muda dan remaja. Pantaslah, mungkin bagi mereka, selain berolahraga, tempat ini bisa dijadikan ajang kumpul dan cuci mata di pagi hari. Pasalnya, di sisi-sisi jalan, di mana taman dan rumput hijau menghiasi, banyak tempat-tempat asik untuk bercengkrama. Para penjaja makanan dan minuman tak ketinggalan, siap melayani siapa saja yang membutuhkan sarapan pagi, atau memuaskan dahaga selepas ber-olah raga.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari2.JPG" alt="l2" /></div>
<p>Minggu ini, saya bangun lebih pagi. Maklumlah, biasanya di hari libur, saya selalu memanjakan diri dengan bangun agak siang. Pukul 5.30 saya sudah siap dengan segenap pakaian olah raga. Berjalan sedikit ke gerbang cluster, saya memulai pemanasan kecil. Di depan sport centre, sudah banyak orang yang memulai olah raga lebih pagi. Baik yang jogging massal, atau bermain tenis.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/jogging.JPG" alt="jogging" /></div>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/Tennis.JPG" alt="tennis" /></div>
<p>Saya mulai berlari ke arah gerbang luar kompleks. Kebetulan cluster saya berada di tengah jalan yang menjadi pusat kegiatan. Jadi, dengan mulai berlari ke arah luar komplek, akan terasa pas dengan mengakhiri lari di ujung jalan arah baliknya.</p>
<p>Lebih dari 1 km, saya berlari ke arah taman sebelum pintu gerbang. Berhenti sesaat, dan melanjutkan lari balik arah menuju ujung jalan. Saya terus berlari sampai taman berikutnya. Fiuh, napas yang tak beraturan harus saya rasakan. Maklumlah, ini minggu pertama berolahraga, setelah lama vakum. Saluran napas agak kaget menerima gerakan tubuh berlari dengan jarak agak panjang. Sambil menunggu napas stabil, saya berjalan-jalan kecil di sepanjang taman.</p>
<p>Setelah agak stabil, saya berjalan menyusuri jalan yang sudah dipenuhi orang. Beberapa ratus meter dari ujung jalan, ada pasar kaget yang memang hanya ada di minggu pagi. Puluhan pedagang menawarkan barang dagangannya. Dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, kendaraan, sampai pohon hias dan kepingan DVD lengkap dipajang di sana. Bahkan ada pula yang rela memboyong alat elektronik seperti televisi, home stereo, dan mesin cuci elektrik, demi mengejar pembeli yang terlihat memenuhi nilai pasar.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari3.JPG" alt="l3" /></div>
<p>Di antara kerumunan penjual dan pembeli, saya menyempatkan menengok satu gelar dagangan kaus oblong. Dengan mengeluarkan kocek 25.000 rupiah, saya mendapatkan tiga potong kaus putih polos. Ah, lumayan!</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari4.JPG" alt="l4" /></div>
<p>Sampai di ujung jalan depan mesjid, saya berhenti untuk membeli bubur ayam. Sambil menikmati minuman gratis yang disediakan warga untuk yang berolah raga di sana. Bubur seharga 3,500 ini berhasil membuat saya ketagihan. Tak pelak, tambahan satu mangkuk lagi harus saya utarakan pada penjualnya. Mungkin karena tenaga yang terbuang untuk lari pagi, membuat perut saya terasa kurang untuk terisi hanya satu mangkuk bubur saja. hihihi&#8230;</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari5.JPG" alt="l5" /></div>
<p>Puas dengan  dua mangkuk bubur, menikmati waktu istirahat, saya kembali berjalan menuju kolam renang. Tadinya saya ingin melanjutkan aktivitas olah raga kali ini dengan berenang. Tapi, dengan badan yang sudah agak lelah, saya urungkan niat itu. Mungkin minggu depan. Bila berlari sudah tidak terlalu melelahkan. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/05/minggu-pagi-di-komplek-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Angka 7 (TUJUH)</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/07/tentang-angka-7-tujuh/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/07/tentang-angka-7-tujuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 16:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Tepat tanggal 7 (TUJUH) April 2007 (dua ribu TUJUH), gue memesan sebuah rumah di daerah Pamulang. Sekitar 27 (dua TUJUH) km dari pusat kota Jakarta. Pilih-pilih blok, jatuh pilihan pada blok E 7 (TUJUH) di sebuah cluster yang paling dekat &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/07/tentang-angka-7-tujuh/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat tanggal 7 (TUJUH) April 2007 (dua ribu TUJUH), gue memesan sebuah rumah di daerah Pamulang. Sekitar 27 (dua TUJUH) km dari pusat kota Jakarta. Pilih-pilih blok, jatuh pilihan pada blok E 7 (TUJUH) di sebuah cluster yang paling dekat dari kantor pemasaran. Kenal perumahan ini, dari seorang teman di HTML. Kebetulan, gue juga anggota HTML bersticker 077 (kosong TUJUH-TUJUH).</p>
<p>Segera mengajukan KPR, dan 7 (TUJUH) hari kemudian disetujui. Mulai tanggal 17 (TUJUH belas) April 2007, rumah mulai dibangun. Setiap tanggal 17 (TUJUH belas) setiap bulannya, gue harus membayar cicilan uang muka rumah sebesar 7 (TUJUH) juta sekian. Mulai berkuranglah tabungan gue selama 7 (TUJUH) tahun bekerja.</p>
<p>Setelah beberapa bulan masa pembangunan, tepat hari ini, tanggal 27 (dua TUJUH) bulan 7 (TUJUH) tahun 2007, gue melakukan akad kredit. Jumlah kreditnya dominan angka 7 (TUJUH). Setiap bulannya akan didebet langsung dari rekening tabungan yang baru dibuat tanggal 17 (TUJUH belas) kemarin. Tapi sayang, sudah lebih dari 7 (TUJUH) hari ATM-nya belum jadi juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/07/tentang-angka-7-tujuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan, Keputusannya Adalah..</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/05/dan-keputusannya-adalah/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/05/dan-keputusannya-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 09:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Tiga bulan berputar-putar di berbagai tempat di pinggiran Jakarta, akhirnya saya bisa memutuskan lokasi yang tepat untuk dijadikan rumah tinggal. Vila Dago Pamulang. Saya memang sempat mencoret perumahan ini di awal survey beberapa bulan lalu. Alasannya, waktu itu masih terkaget-kaget &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/05/dan-keputusannya-adalah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga bulan berputar-putar di berbagai tempat di pinggiran Jakarta, akhirnya saya bisa memutuskan lokasi yang tepat untuk dijadikan rumah tinggal. <a href="http://wikimapia.org/#y=-6334871&#038;x=106718665&#038;z=18&#038;l=0&#038;m=a&#038;v=2">Vila Dago Pamulang</a>. Saya memang sempat <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/09/09/target-i-vila-dago-pamulang/">mencoret</a> perumahan ini di awal survey beberapa bulan lalu. Alasannya, waktu itu masih terkaget-kaget dengan jarak dan akses yang dilalui.</p>
<p>Belajar dari setiap perumahan yang saya datangi, terbiasa dengan survey jarak jauh, akses yang bervariasi, sampai harga dan spek rumah, rasanya Vila Dago memang jadi pilihan yang pas untuk saya, saat ini.</p>
<p>Saya sempat mendatangi beberapa <a href="http://budiyono.com/index.php/2007/02/25/rumah-rumah-rumah/">perumahan</a>  yang memiliki harga serupa. Yaaa, harga menjadi patokan pertama saya dalam mencari rumah. Dari harga, dilanjutkan dengan survey lokasi, spesifikasi bangunan, serta lingkungan dan akses jalan.</p>
<p>Pertama, harga. Dengan dana sedikit, saya tidak berharap mendapat rumah besar di Menteng atau Pondok Indah <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> . Di Vila Dago, lahan seluas 120 meter sudah dapat dibayar dengan dana yang saya miliki. Bila dibandingkan dengan harga perumahan di Depok dan Bekasi pun, dengan  tipe yang sama, harga bisa lebih murah.</p>
<p>Kedua, lokasi. Lokasi yang saya maksud adalah posisinya dengan tempat saya bekerja dan bersosialisasi. Jarak memang masih terbilang jauh dengan lokasi saya bekerja. Namun, bila diperhitungkan dengan aktivitas sosialisasi -yang banyak di Selatan Jakarta-, Pamulang menjadi lebih efisien dibanding Bekasi/Pondok Gede. Pada detik terakhir sebelum memutuskan  membeli di Vila Dago, saya sempat bimbang memilih dan membandingkan dengan Jatisari Permai di Pondok Gede. Sampai-sampai saya harus jalan dari Pamulang ke Pondok Gede untuk lebih memantapkan pilihan. Perjalanan pulang dari Jatisari, melalui jalan yang masih gelap, sepi, dan pemandangan yang basi di Kalimalang. Coba bandingin dengan Mahakam atau Barito.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-102"></span><br />
Ketiga, spesifikasi bangunan. Sebenarnya ada beberapa perumahan lain yang lokasinya pas, dengan harga yang lebih rendah. Namun dengan spesifikasi di bawah standar saya. Misal, yang harus diperhatikan adalah dinding. Saya cenderung menginginkan dinding terbuat dari bata merah, bukan batako. Atau, genteng beton khas rumah model minimalis juga jadi pilihan.</p>
<p>Keempat, lingkungan. Yang saya dambakan dari sebuah hunian adalah tempat yang tenang, jauh dari kebisingan, aman, taman yang hijau, serta fasilitas yang memadai. Walau saya tidak mendapatkan seluruhnya, sistem cluster yang dianut perumahan ini sudah memenuhi kebutuhan saya. Cluster Maribaya yang saya ambil juga sudah jauh dari lalu lintas kendaraan, tenang pasti. Mudah-mudahan aman karena hanya ada satu pintu masuk yang dijaga beberapa petugas keamanan. Kebetulan cluster yang saya ambil juga berdekatan dengan sports centre yang ada kolam renang, fitness center, sampai cafe kecil-kecilan di dalamnya. Taman-taman kecil pun ada di sekitarnya. Permata Depok Regency -perumahan yang masuk daftar pilihan-, perumahan yang masih baru berkembang, masih terlihat gersang dan panas. Ini salah satu hal yang mengurungkan niat saya untuk ambil di Depok.</p>
<p>Kelima, akses jalan. Walau masih dihantui macetnya pasar Ciputat, akses ke Pamulang memiliki beberapa alternatif. Bisa melalui Pondok Cabe, Bintaro, Cinere, atau Pondok Ranji. Akses tol BSD. Dan, ada jalur kereta dari stasiun Sudimara. Bila dengan kendaraan roda dua, ada banyak pilihan jalur tikus menuju Jakarta. Mudah-mudahan, flyover pasar Ciputat yang mulai dibangun akan lebih membuat akses ke Pamulang lebih cepat dan efisien.</p>
<p>Saat ini, rumah saya masih dalam tahap pembangunan. Bila tak ada halangan, rumah akan jadi dalam waktu empat bulan ke depan.</p>
<p>Rencana denahnya &#8211; Thank&#8217;s to <a href="http://lenteramalam.blogs.friendster.com/cahaya_lentera/">Mona</a>-:</p>
<p><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/rumahdenah.jpg" alt="denah" /></p>
<p><em>What do you think?</em> <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/05/dan-keputusannya-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah.. Rumah.. Rumah</title>
		<link>http://budiyono.com/2007/02/rumah-rumah-rumah/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2007/02/rumah-rumah-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2007 12:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[SastraGaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Beuh, gak nyangka, udah sebulan gue gak ngeblog. Gak berasa juga sebulan ini penuh banget lika dan liku aktivitas, perjalanan, sampe kondisi tubuh yang grafiknya turun abis. Bulan lalu, gw menargetkan waktu untuk survey perumahan harus diselesaikan sebelum akhir Maret. &#8230; <a href="http://budiyono.com/2007/02/rumah-rumah-rumah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/Fotorumah.jpg" style="float:right;" alt="Rumah" />Beuh, gak nyangka, udah sebulan gue gak ngeblog. Gak berasa juga sebulan ini penuh banget lika dan liku aktivitas, perjalanan, sampe kondisi tubuh yang grafiknya turun abis.</p>
<p>Bulan lalu, gw menargetkan waktu untuk survey perumahan harus diselesaikan sebelum akhir Maret. Maunya sih, bulan April gue udah bisa mutusin beli rumah yang mana, di daerah yang mana, dan dengan uang berapa.</p>
<p><strong>BINTARO</strong></p>
<p>Melanjutkan target pertama di <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/09/09/target-i-vila-dago-pamulang/">daerah Pamulang</a>, seharusnya target kedua adalah Depok. Namun, pada Sabtu pertama bulan Februari, kebetulan ada undangan pernikahan temen kampus ke daerah Bintaro. Jadilah gue mengubah arah survey ke daerah Bintaro. Dari seluruh sektor yang ada, sampai ke daerah Jombang gue datengin setiap perumahan baru. Kebetulan, gue sempet pegang brosur perumahan Puri Bintaro Indah yang punya harga pas sesuai kantong. Tapi sayang, setelah melihat kondisi perumahan yang kayaknya tidak dibuat dengan rapi, gue harus mengubur niat gue untuk beli di sana.<br />
<span id="more-99"></span><br />
Kemudian gue melanjutkan menyusuri jalan Jombang sampai ke daerah Graha Bintaro. Beberapa perumahan memang sudah dipersiapkan. Kavling dan jalan sudah terlihat, tapi sayang, rasanya jarak ke kantor nggak manusiawi kalo gue ambil di sana. So, Bintaro gue tutup dulu sementara ini.</p>
<p><strong>DEPOK</strong></p>
<p>Hari Minggu-nya, gue ke Depok. Target perumahan pertama di sana adalah Permata Depok Regency. Dengan model minimalis dan system cluster, udah cukup menarik perhatian gue. Dan bener juga, sampai di lokasi pun gue memang langsung tertarik dengan perumahan ini. Suasananya udah pas seperti yang gue angankan akan sebuah hunian tempat tinggal. Untuk pertama kalinya, gue langsung menetapkan perumahan ini dalam daftar pilihan. Tranportasi bisa dengan mobil atau kereta, kebetulan jaraknya hanya sekitar 1 km dari stasiun Depok lama.</p>
<p><strong>CIMANGGIS</strong></p>
<p>Weekend berikutnya, gue satronin perumahan di daerah Kelapa Dua, Cimanggis, dan perumahan sekitar jalan raya Bogor. Berbekal beberapa iklan di <a href="http://propertiproperti.com">internet</a>, gue datengin setiap perumahan disana. Dari Karya Graha, Nuansa Permai, Jatijajar, sampai Villa Pertiwi. Sebenernya, mau gue terusin sampai Cilangkap di perumahan Permata Cimanggis, tapi mendung yang semakin gelap, membuat gentar untuk meneruskan perjalanan.</p>
<p>Dan benar aja, pada arah balik, di daerah Depok, ujan deras turun lama banget. Dan, inilah penyebab dropnya grafik kesehatan gue, dan yang paling parah dalam kurun waktu setahun terakhir. Badan yang kena ujan selama berjam-jam, dengan kondisi macet dan banjir, membuat radang tenggorokan datang menyerang. Selama seminggu kemarin total gue cuma bisa tidur doank. Boro-boro masuk kantor, jalan di rumah aja goyang melulu. HIKS!</p>
<p>Pada survey hari itu, yang masuk dalam daftar pilihan adalah Nuansa Permai, Kelapa Dua.</p>
<p><strong>BEKASI</strong></p>
<p>Weekend ini, dengan kondisi tubuh yang udah lumayan sehat, gue dapet brosur perumahan di daerah Jatisari, Pondok Gede. Udah masuk Bekasi. Jaraknya lebih deket dari rumah gue sekarang, jalan tol langsung menuju UKI juga udah jadi. Perumahan dengan system cluster Bali cukup menarik untuk dimasukkan dalam daftar pilihan.</p>
<p>Berikutnya gue masih penasaran dengan Permata Cimanggis, dan mungkin mencari alternatif perumahan second.</p>
<p>Fiuh, susah bener yaa cari rumah,&#8230; terutama karena budget yang terbatas.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2007/02/rumah-rumah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Target I: Vila Dago Pamulang</title>
		<link>http://budiyono.com/2006/09/target-i-vila-dago-pamulang/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2006/09/target-i-vila-dago-pamulang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2006 14:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Uedan..! Begitu teriakan pertama yang keluar ketika hari ini saya mengunjungi Vila Dago. Sebuah perumahan &#8216;dengan harga terjangkau&#8217; di Pamulang. Dengan sedikit terlewat dan salah jalan, lebih dari 1,5 jam saya habiskan untuk menuju tempat ini. Teriakan di depan bukan &#8230; <a href="http://budiyono.com/2006/09/target-i-vila-dago-pamulang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Uedan..!</strong><br />
Begitu teriakan pertama yang keluar ketika hari ini saya mengunjungi <a href="http://viladago.com/">Vila Dago</a>. Sebuah perumahan &#8216;dengan harga terjangkau&#8217; di Pamulang. Dengan sedikit terlewat dan salah jalan, lebih dari 1,5 jam saya habiskan untuk menuju tempat ini. Teriakan di depan bukan teriakan kekaguman akan kondisi perumahan tersebut. Namun lebih karena jarak tempuh dari rumah saya menuju lokasinya. <em>Edunz, jauh banget!</em></p>
<p>Dengan suasana resort yang dipromosikan, terbentang luas deretan rumah mewah yang membuka jalan menuju deret hunian lainnya. Type ukuran 36 dan 45 masih harus masuk ke dalam lebih dari 1 km. Tak heran bila di pintu gerbang sudah menunggu jasa ojeg yang siap mengantarkan penghuni menuju rumahnya. Suasana panas masih menyelimuti jalan utama. Mungkin karena belum banyak pohon yang seharusnya menghiasi jalan ini.</p>
<p>Menggunakan sepeda motor, saya menghitung dari pintu pagar rumah sekarang, sampai pintu gerbang Vila Dago, berjumlah 34 km. Route yang saya pilih melewati Kalimalang &#8211; Gatot Subroto &#8211; Blok M &#8211; Pondok Indah &#8211; Ciputat &#8211; Pamulang. Entah karena tidak biasa berjalan jauh, apalagi dengan membayangkan rute ini akan saya lalui setiap hari, rasanya jarak sebanyak itu belum layak untuk saya jalani. Itu belum menghitung kemacetan di Pasar Ciputat, putaran balik ke PI, dan wilayah Sudirman. Biasanya saya hanya menempuh jarak kurang lebih 10 km dari rumah menuju kantor, dengan kemacetan tidak begitu parah.</p>
<p>Memang, dengan harga yang terjangkau dan suasana resort-nya, perumahan ini sangat menggoda untuk disurvey. Dengan uang muka sebesar Rp 25 juta dan cicilan sekitar Rp 1,5 juta per bulan selama 15 tahun (fax terakhir dari developer &#8211; 020706) , kita sudah bisa menempati sebuah rumah dengan type T-45/97 di sana. Harga yang sangat tidak mungkin kita dapatkan di 5 wilayah Jakarta.</p>
<p><em>Well</em>, target pertama sementara ini saya coret dari daftar pilihan lokasi rumah tinggal. <em>Next target</em>, <strong>Depok!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2006/09/target-i-vila-dago-pamulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

