<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[BY]onicS</title>
	<atom:link href="http://budiyono.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budiyono.com</link>
	<description>...not just imagining...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Nov 2009 06:30:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Storm Dengan OS 5</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 06:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Beredarnya versi leaked Operating System Blackberry versi 5, memang sudah lama terdengar. Dari beberapa forum blackberry, pasti dibahas tuntas keunggulan dan kelemahan dari versi leaked tersebut. Review dari pengguna langsung pun mudah kita temui. Berbagi pengalaman antar pengguna, bisa menjadi dasar, apakah kita akan menggunakan versi tersebut, atau tetap dengan versi yang sudah stabil di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beredarnya versi leaked Operating System Blackberry versi 5, memang sudah lama terdengar. Dari beberapa forum blackberry, pasti dibahas tuntas keunggulan dan kelemahan dari versi leaked tersebut. Review dari pengguna langsung pun mudah kita temui. Berbagi pengalaman antar pengguna, bisa menjadi dasar, apakah kita akan menggunakan versi tersebut, atau tetap dengan versi yang sudah stabil di handheld kita.</p>
<p>Sebelumnya, saya kurang tertarik untuk mencoba OS versi 5 Storm. Banyak bug yang kurang pas saya dapatkan, hanya untuk mencoba OS baru. Sampai minggu lalu, saya masih bertahan di OS versi 4.7 Official.</p>
<p>Tapi pikiran ini sudah berubah. Tidak kurang dari seminggu yang lalu, situs ternama yang membahas ihwal BB -crackberry- mengabarkan keluarnya OS 5 versi leaked 5.0.0.328. Seperti biasa, saya mengikuti thread &#8216;finding and fixes&#8217; untuk OS tersebut.</p>
<p>Dari sekian banyak member crackberry yang sudah mencoba, saya melihat lebih dari 90% menceritakan kekagumannya atas OS tersebut. Banyak sisi positif yang didapat, dibanding bug kecil yang dialami. Nah, mulailah saya berpikiran untuk mencoba merasakan dahsyatnya OS 5 besutan RIM ini. OS yang hanya ditanamkan pada device keluaran terakhir milik mereka.<br />
<span id="more-200"></span><br />
Akhirnya saya download, instal dan siap update ke BB. Percobaan pertama, gagal! <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
Kegagalan yang membingungkan sebenarnya. Karena dari cara yang sudah saya jalani, hampir semua sesuai dengan petunjuknya. Berbagi pengalaman dengan komunitas ID-BB dan crackberry pun, menemui jalan buntu. Mereka juga bingung atas apa yang saya alami.</p>
<p>Jadi, problemnya adalah aplikasi loader untuk update, tidak mengeluarkan OS yang ada. Seakan handheld tidak cocok dengan OS yang saya download. Tindakan pertama saya melakukan download ulang. Hasilnya sama. Sampai download yang ke-3 kali, hasilnya tetap sama.</p>
<p>Berikutnya, saya utak atik desktop manager. Coba downgrade ke versi sebelumnya. Kemudian coba instal ulang, disconnect internet, dan beberapa hal lain, tetap tidak berhasil. Anehnya, bila saya coba update dengan versi 4.7, proses berjalan lancar. Tidak bermasalah sedikitpun.</p>
<p>Nyerah? Belum, donk. Masih banyak jalan menuju Roma. Walau akhirnya saya hentikan experiment saat itu. Coba cari suasana baru. Main ke Mall. Lihat SPG yang menjajakan dagangannya. Dan membeli makanan ringan. hihihi.</p>
<p>Pulangnya saya coba lagi untuk update. Penasaran di dada sudah sangat memuncak. Dan, bukan sulap, bukan sihir. Update OS 5 berjalan lancar. Tanpa suatu apapun. *heran*</p>
<p>Jadilah malam itu, saya disibukkan dengan exploring OS baru. Kesan pertama sangat menggoda. Storm menjadi sangat responsif, flick scrolling, beberapa icon baru, perubahan tampilan, dan beberapa hal menarik lainnya. Aplikasi yang saya gunakan sehari-hari juga berjalan sempurna.</p>
<p>Proses restore data sebenarnya berjalan mulus dari OS sebelumnya. Data contact dan dokumen sudah kembali. Hanya satu yang agak membingungkan. Walau restore tidak ada pesan error, BBM Groups tidak ada yang muncul. Kebetulan ada 4 grup BBM yang saya ikuti. Dan 3 diantaranya, menjabat sebagai admin. Bingung juga bila saya tidak bisa restore group-nya. Bakalan dicerca puluhan member lain, karena grup mereka berjalan tanpa admin. hihihi..</p>
<p>Esoknya, saya menemukan cara untuk mengembalikan group. Yaitu dengan scan barcode group terkait. Begitu terdeteksi, user kita akan otomatis join dan confirmed. Dengan posisi yang sama. Fiuh!</p>
<p>Sampai tulisan ini dibuat, saya sudah menggunakan OS 5 selama seminggu. Kesannya masih sama. Cakep! Kekurangannya baru satu yang saya temui. Batere seakan lebih boros. Saya jadi harus charge sehari dua kali untuk tetap terhubung dengan dunia maya. Hmmm, atau karena belakangan ini saya lagi senang chatting yaa? *lirik someone*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/11/storm-dengan-os-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciujung, Tujuh Tiga Puluh Pagi</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/11/ciujung-tujuh-tiga-puluh-pagi/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/11/ciujung-tujuh-tiga-puluh-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 07:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Saya kurang tahu pasti apa yang menjadi latar belakang Ciujung dijadikan nama kereta listrik untuk jalur Serpong-Tanah Abang. Yang pasti, nama Ciujung menjadi penting, karena keberadaannya telah memberi warna tersendiri dalam kisah hidup saya. Kereta yang disebut dengan kelas ekonomi AC ini, sudah menjadi alat transportasi utama sehari-hari. Melepaskan identitas &#8216;biker&#8217; yang pernah melekat selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kurang tahu pasti apa yang menjadi latar belakang Ciujung dijadikan nama kereta listrik untuk jalur Serpong-Tanah Abang. Yang pasti, nama Ciujung menjadi penting, karena keberadaannya telah memberi warna tersendiri dalam kisah hidup saya. Kereta yang disebut dengan kelas ekonomi AC ini, sudah menjadi alat transportasi utama sehari-hari. Melepaskan identitas &#8216;biker&#8217; yang pernah melekat selama beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Dengan jarak rumah dan kantor yang tidak bisa dibilang dekat, saya nyaris &#8216;tobat&#8217; dari dunia roda dua sebagai transportasi andalan. Pinggang pegal, tangan ngilu, stress macet, dan sumpah serapah kepada pengendara angkot, mulai saya lupakan. Sekitaran bulan Maret 2009, saya melirik transportasi publik yang berjalan di rel. Mencoba beberapa kereta dan beberapa jadwal, akhirnya saya konsisten di KRL Ciujung pagi yang berangkat pukul 07.30, dari stasiun Sudimara. Pulangnya, masih bervariasi. Tergantung selesainya pekerjaan kantor. Namun, rata-rata masih sering menggunakan Ciujung malam.<br />
<span id="more-192"></span><br />
Yang menarik dari Ciujung pagi adalah jam-nya yang pas dengan jadwal aktivitas kantor. Tidak terlalu pagi, dan tidak terlalu siang. Harga yang lebih murah dari Express dengan fitur yang nyaris sama juga menjadi alasan. Walau KRL ini berhenti di setiap stasiun, bukan masalah berarti bagi saya. Waktu yang dibutuhkan dari Sudimara &#8211; Tanah Abang hanya sekitar 20 menit. Sebagai pengumpan, saya masih menggunakan motor dari rumah ke stasiun yang jaraknya sekitar 5 km. Dari stasiun ke kantor, masih naik angkot, yang jaraknya juga tidak terlalu jauh.</p>
<p>Warna lain dalam KRL ini adalah ketika penumpang yang naik jumlahnya agak membludak. Rebutan masuk di pintu favorit, mencari tempat yang strategis, dan goyangan asik bila kereta mulai berjalan. Beruntung bila kita berdiri dekat pegangan yang disediakan. Tapi bila kita hanya berada di posisi yang jauh dari pegangan, terpaksa meraih apa saja agar tubuh labil saat bergoyang, tidak jatuh. Keakraban penumpang yang konsisten berada di gerbong tertentu, akan semakin solid di sini. Yang tadinya hanya kenal muka, tatap mata, saling jaga di saat goyah, berubah menjadi kenal nama, lokasi kerja, tempat tinggal, sampai account facebook. Hmmm, well,.. ini yang paling menarik dari Ciujung&#8230; <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perjalanan menjadi semakin asik. Pertukaran informasi mulai deras mengalir. Menjadi lebih kenal satu sama lain. Kini, kebosanan perjalanan sudah hilang. Keresahan menghadapi tugas kantor sirna saat itu. Hanya senyum dan tawa yang menghiasi. Kelakar dan canda sesekali. Melupakan keluh dan kesah, sambil merajut tali kebersamaan, teman satu rel.</p>
<p>Jadi, walau baru beberapa waktu saja aktivitas ini melengkapi hidup, berat rasanya bila suasana akan berbeda kelak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/11/ciujung-tujuh-tiga-puluh-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telkomsel Flash Dan Fastnet</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Caci maki yang ditujukan untuk Telkomsel Flash unlimited di dunia maya belakangan ini, juga berlaku untuk kartu halo saya. Sudah lebih dari 2 bulan, koneksi dari provider terkemuka ini tidak bisa diandalkan. Kecepatan maksimal yang sering saya dapatkan bila digunakan di sekitar Jakarta Pusat sudah tidak kentara lagi. Biasanya saya download di 30 kbps, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Caci maki yang ditujukan untuk Telkomsel Flash unlimited di dunia maya belakangan ini, juga berlaku untuk kartu halo saya. Sudah lebih dari 2 bulan, koneksi dari provider terkemuka ini tidak bisa diandalkan. Kecepatan maksimal yang sering saya dapatkan bila digunakan di sekitar Jakarta Pusat sudah tidak kentara lagi. Biasanya saya download di 30 kbps, dan stabil. Belakangan, hanya diam di 5 kbps saja. Tidak stabil bila di jaringan 3G. Jadi terpaksa turun ke jaringan gprs.</p>
<p>Bulan pertama masih sabar. Tapi tidak untuk bulan kedua. Dan berita duka secara resmi pun keluar dari Telkomsel. Perubahan <em>fair usage</em> untuk masing-masing paket berubah total. Saya tambah yakin untuk berhenti berlangganan Telkomsel Flash sementara waktu.</p>
<p>Sekarang kartu berpindah tangan ke teman kantor, berlaku sejak awal bulan ini. Nanti, bila ada perubahan ke depan, mungkin saya akan menggunakannya lagi. Dan tidak perlu repot untuk mengurus ke Grapari karena status kartu masih aktif.<br />
<span id="more-177"></span><br />
Bertepatan dengan itu, saya menambah paket Firstmedia. Yang awalnya hanya untuk <em>home cable</em>, kini saya tambah paket Fastnet. Kebetulan ada promo bebas iuran bulan pertama, dan diskon 50% untuk modem.</p>
<p>Untuk percobaan, saya ambil paket 384. Dengan biaya bulanan 135 ribu, belum termasuk ppn. Setelah satu minggu pemakaian, lumayan OK koneksinya. Walau kadang kecepatan berkurang, namun masih bisa ditolerir. Yang jelas, jauh lebih baik dari Telkomsel Flash. Kekurangannya hanya gak bisa dibawa ke mana-mana. Tapi bila koneksi-nya selalu stabil seperti sekarang, mungkin saya pindah ke paket yang lebih tinggi lagi. <em>Let see.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/09/telkomsel-flash-dan-fastnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Windows Mobile 6.5</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.
Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa &#8216;aman&#8217; juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.
Sumber OS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.</p>
<p>Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa &#8216;aman&#8217; juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.</p>
<p>Sumber OS yang mejadi favorit banyak orang, tentu dari forum xda-developers.com. Banyak pilihan OS dan review langsung dari penggunanya.<br />
Kali ini saya memilih OS buatan Tai_SW, untuk versi 13. Kebetulan, versi dari developer ini menjadi thread yang paling atas pada saat saya browsing WM 6 untuk Hermes. Dan kebetulan pula banyak user yang memberi kesaksian positif untuk versi ini.</p>
<p>Proses download tak berlangsung lama, karena file mentahnya hanya sekitar 50 mb. Setelah mengikuti semua petunjuk upgrade ROM, Windows Mobile 6.5 mulai berjalan di HTC Hermes.</p>
<p>Kesan pertama adalah sensasi perbedaan. Home screen dan tampilan menu berubah total. Penuh animasi yang menarik dikemas dengan huruf yang jauh lebih besar. Dikenal sebagai gaya Titanium. Walau ada pilihan untuk balik ke tampilan versi lama, namun default homescreen 6.5 adalah titanium. Tap tombol star di pojok kiri atas, bukan lagi memanggil scroll menu yang berisi deretan program Windows Mobile, namun langsung masuk ke deretan icon program dan icon setting untuk setup OS sesuai keinginan kita.</p>
<p>Layaknya device Windows Mobile saya sebelumnya, PDA phone ini saya gunakan untuk kepentingan email, chat, dan browsing. Maka, utak-utik pertama kali adalah mencoba outlook mobile yang saya setting untuk menerima email rutin. Untuk yang satu ini, tampilan tidak banyak berubah. Termasuk menu dan kolom-kolom yang harus diisi. Satu hal yang menarik buat saya, kini scroll dengan jari sudah sangat sempurna. Tidak diperlukan lagi scrollbar di sisi kanan. Cukup menggerakkan jari ke atas, bawah, atau samping di mana pun, maka text akan mengikuti pergerakannya. Nice. Kini saya tidak tertarik lagi untuk instalasi email client lain.</p>
<p>Untuk browsing, saya masih setia dengan Opera. Internet Explorer bawaan terasa berat untuk di jalankan di Hermes. Ntah bila dengan device terbaru yang memiliki memori lebih besar. Kebutuhan chat saya percayakan kepada Slick. Selain gratis, aplikasi ini lumayan stabil dan ringan.</p>
<p>Satu hal yang agak mengganjal dari Windows Mobile 6.5, setiap kita memasuki icon atau setup sesuatu, kemudian keluar dengan tombol OK, kita akan selalu dibawa ke menu homescreen. Bukan ke menu sebelumnya. Ini lumayan merepotkan. Terutama bila kita banyak melakukan setting menu atau tampilan WM. Apalagi untuk ukuran saya yang sering gonta-ganti OS atau hard reset.</p>
<p>Kesimpulannya, system operasi bergerak yang layak dicoba. Kita seakan memiliki device baru lagi. Penggunaan jari dimaksimalkan. Bila dipadukan dengan launcher yang banyak tersedia, PDA phone akan menjadi gadget yang sempurna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/05/windows-mobile-65/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HILANG AKAL</title>
		<link>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.
Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.</p>
<p>Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.</p>
<p>Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.</p>
<p>Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.</p>
<p>Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.</p>
<p><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/byonics/blog/Picture1.jpg?t=1234187881" alt="Tirev" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2009/02/hilang-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huawei E220</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 05:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.
Namun, setelah kemarin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.</p>
<p>Namun, setelah kemarin saya melepas PDA, melintas iseng ingin mencoba ketangguhan Huawei E220. Kenapa saya pilih ini, jawabannya super simple. Karena type inilah yang bolak balik saya lihat dan baca di milist atau forum yang membahas per-gadget-an. Sekedar informasi, modem ini sudah mendukung koneksi HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Spek lengkapnya, bisa minta bantuan Om Google.</p>
<p>Buka online store, mencari stok dan siap cash on delivery. Sore itu juga saya minta barang diantar. Setelah saya terima, langsung colok ke notebook. Modem ini sudah bundled driver dan aplikasi di dalamnya. Tanpa CD. Setup sana dan setup sini, akhirnya saya berhasil download internet. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat itu, saya masih menggunakan settingan default. Salah satunya untuk koneksi yang WCDMA preferred. Ternyata dengan opsi ini, kecepatan kurang stabil. Bila sinyal HSDPA atau 3G hilang, langsung berpindah ke gprs. Ini yang membuat kecepatan menurun drastis.<br />
<span id="more-147"></span><br />
Ketika saya ubah pilihan ini menjadi WCDMA only, hasilnya luar biasa. Walaupun sinyal HSDPA tinggal satu atau hilang sama sekali, kecepatannya tidak berubah sama sekali. Download internet pun tetap lancar jaya. Sejak Jum&#8217;at hingga Minggu pagi, saya sudah memindahkan beberapa giga file dari internet ke notebook saya. Termasuk Heroes episode anyar untuk session 3.</p>
<p>Hal yang sedikit mengganjal dengan mode WCDMA only adalah modem yang cepat panas. Mungkin ini wajar karena device dipaksa untuk terus mencari sinyal 3G atau 3,5G terbaik.</p>
<p>Yang jelas, sampai sekarang saya puas dengan USB modem keluaran Huawei ini. Pas digandeng dengan unlimited Telkomsel flash.</p>
<p><img src="http://img209.imageshack.us/img209/7127/huaweie220ye4.png" alt="Huawei" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/12/huawei-e220/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgia Kereta Listrik Jakarta &#8211; Bogor</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/08/nostalgia-kereta-listrik-jakarta-bogor/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/08/nostalgia-kereta-listrik-jakarta-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 04:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Sejak akhir 2001, setelah lulus kuliah, nyaris saya tak pernah lagi menggunakan jasa transportasi KRL Jakarta – Bogor. Transportasi umum yang diandalkan karena kecepatan waktu tempuhnya (bebas macet), daya angkut yang lebih banyak, juga harga yang murah untuk membeli tiketnya. KRL ini dulu menjadi angkutan sehari-hari saya dari rumah ke kampus yang berada di bilangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak akhir 2001, setelah lulus kuliah, nyaris saya tak pernah lagi menggunakan jasa transportasi KRL Jakarta – Bogor. Transportasi umum yang diandalkan karena kecepatan waktu tempuhnya (bebas macet), daya angkut yang lebih banyak, juga harga yang murah untuk membeli tiketnya. KRL ini dulu menjadi angkutan sehari-hari saya dari rumah ke kampus yang berada di bilangan Depok. Dengan rumah saya berada di Jakarta Timur, KRL memang menjadi pilihan yang paling pas.</p>
<p>Selain fitur standar yang ditawarkan KRL, banyak sekali kenangan yang teringat selama menggunakan transportasi rakyat tersebut. Dari kenangan lucu, sedih, romantis, senang, dan pengalaman lain yang tak terlupakan hingga kini.</p>
<p>Hari ini kebetulan saya melakukan ritual rutin pada kendaraan saya di bengkel yang berada di sekitaran Lenteng Agung. Dan, pada waktu yang sama, saya juga harus ke kantor untuk sedikit keperluan. Kantor saya berada di Patung Tani, dekat stasiun Gondangdia. Dengan kondisi ini, angkutan umum yang paling pas adalah dengan naik kereta. Selain agar waktu lebih cepat, juga untuk membangkitkan kembali kenangan lama jaman kuliah dulu. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-134"></span><br />
Sampai di stasiun Tanjung Barat, suasana kental sebuah stasiun masih terlukis jelas. Selain beberapa calon penumpang, petugas penjaga karcis, ada beberapa pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang sisi stasiun. Yang menarik, dulu saya beberapa kali mendapat <em>update</em> lagu-lagu baru justru dari pedagang kaset/CD yang ada di stasiun. Termasuk beberapa pengamen yang hilir mudik di dalam kereta. Kadang, dari lagu yang mereka putar atau mainkan, saya tertarik dengan beberapa lagu yang tidak saya kenal sebelumnya. Biasanya, saya tanyakan teman sebelah saya, atau langsung ke pedagangnya. Dari situ, baru saya cari kasetnya untuk koleksi.. hihihi</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/train.jpg" alt="Train" /></div>
<p>Menunggu sekitar 15 menit, akhirnya kereta yang dinanti tiba. Hmm, hari Sabtu seperti ini ternyata penumpang kereta tetap penuh. Namun, masih jauh lebih lega dibanding jam-jam pergi dan pulang kantor di hari biasa. Saya mengalaminya selama lebih dari satu tahun. Pasalnya, saya sudah bekerja sebelum lulus. Dan dengan posisi kantor dan kampus yang berada pada jalur kereta, penggunaan jasa kereta listrik terasa lebih efisien. Penuh dan berjubelnya penumpang pada jam pulang kantor, sangat tidak bisa ditolerir. Benar-benar angkutan yang tidak nyaman. Hanya kecepatan waktu tempuh yang saya harapkan waktu itu. Nyaris setiap kali saya berada di dalam kereta, saya selalu berjanji untuk tidak naik kereta lagi. Tapi lucunya, besok hari, saya kembali naik kereta itu. Dan seterusnya.. Hehehe</p>
<p>Baru dua stasiun saya lewati, Pasar Minggu dan Pasar Minggu Baru, kereta yang saya tumpangi harus berhenti lama. Kejadian yang juga sering saya alami dahulu. Mungkin, bila tidak ada sesuatu yang penting, saya hanya mengumpat karena pegal berdiri dengan gerah yang amat sangat. Sama seperti yang saya alami hari ini. Tapi dulu kadang berbeda. Pernah saya harus mengumpat lebih keras karena ada test yang harus saya ikuti dengan waktu yang tinggal sebentar lagi. Atau karena janji dengan teman untuk urusan penting. Kadang saya harus turun dan berganti bis, bila belum ada tanda-tanda kereta akan jalan dalam waktu dekat.</p>
<p>Beruntung hari ini kereta ‘hanya’ tertahan sekitar 15 menit. Cukuplah untuk mengeluarkan peluh dari pori-pori kulit. Saya turun di Gondangdia dengan mengira-ngira stasiun yang sudah dilalui. Walaupun harus berpikir keras, saya berhasil mengingat urutan stasiun sepanjang Tanjung Barat sampai Gondangdia. Dulu, saya sangat hapal urutan stasiun dari Jakarta Kota sampai Bogor. Termasuk perkiraan waktu tiba di setiap stasiunnya. <em>Well</em>, dengan aktivitas bolak balik setiap hari, pastilah urutan ini akan dihapal dengan sendirianya.</p>
<p>Setelah urusan kantor selesai, saya kembali naik kereta api untuk balik ke bengkel. Kali ini, di stasiun Gondangdia, saya harus menunggu lama. Mungkin lebih dari setengah jam. Di waktu menunggu ini, saya melihat kerumunan mahasiswa yang juga ikut menunggu kereta. Tawa dan canda keluar dari obrolan mereka. Nyaris sama dengan yang saya alami hampir 10 tahun yang lalu. Cerita lucu, celaan bocor, atau saling caci pernah saya alami bersama kawan-kawan kampus. Kadang sambil bermain remi bila kereta malam yang kami naiki masih lama tiba di stasiun. Saling cela dan canda ini juga berlanjut di dalam kereta. Sehingga kadang perjalanan menjadi terasa menyenangkan dan tidak terasa jauh.</p>
<p>Kereta dari Jakarta Kota sudah datang. Sekarang penumpang kereta jauh lebih padat dari berangkat tadi. Mungkin karena jeda waktu yang panjang, sehingga penumpang sampai membludak. Pada saat ini, tentu sudah menjadi rahasia umum, banyak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Nyaris semua penumpang –yang merasa bukan copet-, berusaha melindungi barang-barang miliknya sambil berdesakan. Dan, kecurigaan satu sama lain yang belum kenal pasti terjadi. Yaa, siapa sih yang tidak mau aman pada kondisi tersebut. Alhamdulillah, hingga kini, saya belum pernah mengalami kejadian buruk, dicopet.</p>
<p>Kali ini saya turun di Stasiun Lenteng Agung, dengan selamat. Ah, nostalgia berkereta yang menarik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/08/nostalgia-kereta-listrik-jakarta-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberuntungan Itu Datang</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/08/keberuntungan-itu-datang/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/08/keberuntungan-itu-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 02:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu 23 Agustus 2008, sebuah lembaga keuangan tempat saya mencari nafkah, mengadakan acara outing di lokasi yang terkenal dengan kesejukan udaranya. Rumah Cisarua, jalan raya Puncak, Bogor.
Awalnya, saya sempat ragu dengan keikutsertaan saya pada acara ini. Alsannnya, hampir semua rekan team dalam satu unit kerja saya tidak ikut serta. Rata-rata mereka menyesalkan rencana acara outing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu 23 Agustus 2008, sebuah lembaga keuangan tempat saya mencari nafkah, mengadakan acara outing di lokasi yang terkenal dengan kesejukan udaranya. Rumah Cisarua, jalan raya Puncak, Bogor.</p>
<p>Awalnya, saya sempat ragu dengan keikutsertaan saya pada acara ini. Alsannnya, hampir semua rekan team dalam satu unit kerja saya tidak ikut serta. Rata-rata mereka menyesalkan rencana acara outing yang nyaris seperti team buliding. Persyaratan barang bawaan pun terasa memberatkan. Well, ini pun sempat terlintas dalam pikiran saya. Karena yang ada di otak saya, outing itu harusnya menikmati suasana alam, hiburan, relax, dan menikmati minuman segar sambil dipijit. heiahiehai..<br />
Tapi, berhubung saya terlanjur niat sejak awal untuk ikut. Sendiri pun saya jalani. Toh masih banyak rekan unit lain yang masih bisa saya &#8216;gauli&#8217;. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berangkat dari kantor sekitar pukul 8.00, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Sampai di sana, langsung disuguhkan kopi hangat dan pembagian kaos outing. Dan acara pun siap dimulai.</p>
<p>Berbagai permainan mengalir dengan serunya. Permainan yang ditawari EO lumayan menarik. Jauh dari perkiraan sebelumnya. Hampir semua anggota kelompok aktif mengikuti. Dan hasilnya, kelompok saya meraih juara II. Tentu dengan pengorbanan badan yang pegal-pegal karena banyak aktifitas fisik dalam permainan ini.</p>
<p>Selain permainan kelompok, ada selipan undian doorprize. Hadiahnya pun bervariasi. Dari DVD player, kipas angin, sampai mesin cuci dan kulkas. Dari awal, saya berpikir bahwa saya tidak akan mendapat barang-barang tersebut. Karena memang, seumur hidup tidak pernah mendapatkankannya.</p>
<p>Sampai saat itu, saya berpikir bahwa keberuntungan saya bukan berasal dari undian doorprize. Harus ada usaha untuk mendapatkan segala sesuatunya. Dan memang terbukti, dua kali outing sebelumnya, saya tidak pernah mendapat undian doorprize. Tapi selalu mendapat peringkat pertama untuk lomba kelompok.</p>
<p>Tapi kali ini berbeda. Selain kelompok saya meraih juara II, tanpa diperkirakan, nomor undian saya menjadi nomor yang paling beruntung hari itu. Hadiah grandprize akhirnya bisa saya bawa pulang. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi yang percaya akan faktor keberuntungan, tentu ini jadi tanda tanya besar. Apakah keberuntungan -dan kesialan- itu juga tidak selamanya milik beberapa orang saja? Apakah bisa berpindah ke orang lain yang sebelumnya tidak memilikinya? Atau ini akan jadi titik balik akan keberuntungan seseorang?<br />
<em><br />
â??Popularity and Glamour are only part of the factors involved in winning elections. One of the most important of all is luck. In my case, luck was always with meâ??</em> â?? Harry Truman (mantan Presiden United States) â??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/08/keberuntungan-itu-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wordpress 2.6.1</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 14:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.
Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.</p>
<p>Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, Bung?! hihihi&#8230; Sebelumnya, saya memang sudah puas dengan wordpress versi jadul, 1.5. Baru sekali upgrade dari versi sebelumnya, sewaktu masih di tempat hosting yang lama. Saat itu, menggunakan cpanel, upgrade wordpress semudah menjentikkan jari. Tinggal masuk menu instalasi, dan otomatis akan ditawarkan versi terbaru. Sekali klik, proses upgrade berjalan dengan sendirinya.</p>
<p>Setelah saya pindah <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/03/01/pindah-hosting/">tempat hosting</a>, yang menggunakan DirectAdmin, saya hampir tak pernah melihat menu untuk upgrade wordpress. Ya sudahlah, toh aktivitas blog saya tidak terganggu hanya karena menggunakan versi yang lama.</p>
<p>Sampai sore tadi, saat melihat <a href="http://www.plurk.com/">plurk</a>-an seseorang tentang versi wordpress terbaru, saya tergugah untuk coba-coba upgrade. Seperti biasa, tanya om google dulu bagaimana upgrade wordpress di DirectAdmin. Sampailah saya ke tutorial <a href="http://tech.catscity.net/?p=96">ini</a>. Oh iya, sepertinya ada menu Installatron, yang mungkin fungsinya untuk memudahkan instalasi/upgrade di DirectAdmin. Tapi, untuk sementara saya skip dulu menu ini, dan menggunakan cara upload manual.</p>
<p>Ah, ternyata simple aja yaa. Mulailah saya mengikuti setiap langkahnya. Dari download wordpress 2.6.1 sampai upload ke server nyaris tanpa cela. Ups, ada ding celanya. Berhubung upgrade hanya menggunakan media koneksi gprs, terbayanglah kecepatan proses uploadnya. Mulai proses pukul 16.00, baru selesai pukul 20.00. Padahal, di website Wordpress digaungkan proses upgrade hanya memakan waktu tak lebih dari 5 menit saja. hehehe.. Tapi salut juga dengan koneksi Telkomsel hari ini. Notebook saya hidupkan dari pukul 8 pagi, dan langsung sambung ke internet. hanya terputus sekali pada pukul 19.</p>
<p>Sekarang, wordpress saya sudah berjalan dengan versi 2.6.1. Versi paling baru pada saat tulisan ini dibuat. Entah sampai kapan versi ini akan tinggal di server blog saya. Kita lihat saja nanti.. <img src='http://budiyono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/08/wordpress-261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Provider</title>
		<link>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/</link>
		<comments>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 15:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BYonicS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2008/07/04/tentang-provider/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.
Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.</p>
<p>Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.</p>
<p>Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.<br />
<span id="more-118"></span><br />
Kita tinggalkan dulu cerita tentang koneksi IM2 yang seadanya itu. Bulan lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya, Telkomsel secara mengejutkan mengeluarkan paket yang jauh lebih menarik dari paket-paket internet yang pernah ada di negeri ini. Flash unlimited. Dengan merogoh kocek sebesar 125.000, kita sudah mendapatkan koneksi internet unlimited dengan kecepatan 256 kbps. Tentu ini bukan satu-satunya paket unlimited. Ada beberapa paket dengan kecepatan lebih tinggi dengan penyesuaian harga. Termasuk beberapa paket dengan modem.</p>
<p>Ironis? Tentu saja. Mungkin tepatnya, ngeselin. Tumben berita ini tidak beredar sebelumnya. Biasanya, di beberapa milis yang saya ikuti, ada berita-berita menarik yang bocor sebelum keluar di pasaran. Tapi yang ini beda. Tentu saya tidak akan apply IM2, bila saya mengetahui tentang paket ini sebelumnya. Yah, sudahlah.</p>
<p>Pada minggu pertama menggunakan IM2, saya sudah berniat menutupnya paling lama setelah billing pertama. Bersamaan dengan niat tersebut, secara paralel, saya mendaftarkan diri untuk menjadi pelanggan Telkomsel, Halo Corporate. Kebetulan kantor saya ada kerjasama corporate dengan provider satu ini. Menariknya lagi, Halo Corporate ini memiliki paket harga tersendiri untuk Flash. Bila personal seharga 125 ribu, maka corporate hanya dikenakan harga 100 ribu rupiah saja.</p>
<p>Proses registrasinya jauh dari merepotkan. Saya tinggal menghubungi PIC, dan aplikasi dikirim ke kantor. Setelah memenuhi segala syarat administrasi, aplikasi diambil dari kantor. Sama sekali saya tidak perlu repot-repot datang ke grapari Telkomsel. Hanya satu hari setelah aplikasi diambil, Halo saya langsung aktif. Siap registrasi Telkomsel Flash unlimited pada billing berikutnya.</p>
<p>Jum’at lalu saya sudah tutup IM2. Pas akhir bulan Juni, yang bersamaan dengan akhir perhitungan billing. Dan awal bulan Juli, saya registrasi Flash unlimited untuk kartu Halo. Dan untuk sementara, saya kubur dulu niatan untuk menggunakan Fastnet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budiyono.com/2008/07/tentang-provider/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
