Tentang Provider

07.4.2008 | 8:31 pm | Gadgetory, Komputer

Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.

Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.

Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.
Read More »

Complain Untuk Xplor

11.18.2007 | 4:22 pm | Gadgetory

Uhm, rasanya saya pernah menulis tentang kekecewaan terhadap provider excelcom di media yang berbeda. Lagi-lagi kekecewaan terulang lagi.

Bermula dari perpindahan group Xplor corporate saya beberapa bulan lalu, sampai hari ini bertubi-tubi kasus mengesalkan menimpa saya. Lucunya, kasus ini sudah terjadi sejak awal saya bergabung dengan group dan nomor baru, sampai akhirnya saya memutuskan ganti nomor.

Sebelumnya saya sudah menjadi pelanggan Xplor corporate dengan layanan yang sama. Flat gprs. Saat itu, saya bergabung dengan group yang saya kenal di milis. Karena kurang nyaman dengan PIC lama, saya berpindah ke group yang dikelola oleh salah satu organisasi yang saya ikuti.

Pada hari pertama pemakaian, saya sudah diberi informasi bahwa nomor telah aktif, lengkap dengan flat gprs-nya. Walaupun saat itu masih awal bulan, saya dijanjikan perhitungan pro rate untuk biaya gprs. Sekedar info, periode billing cycle corporate saya adalah setiap tanggal 16. Berarti ada waktu setengah bulan lagi sebelum tanggal cetak. Berhubung sudah dijanjikan pro rate, maka saya tidak merasa dirugikan dengan hitungan flatnya.
Read More »

Bergaul Dengan Crossbow

09.12.2007 | 3:11 pm | Gadgetory

Sejak awal menggunakan Crossbow di BlueAngel telah membuat saya enggan untuk berpindah ke gadget lain saat ini. Segala sesuatunya menjadi begitu baru dan sempurna. Tampilan baru, menu baru, akses cepat, dan tentu, gengsi yang tak ternilai harganya. ;-)

Beberapa menit bergaul dengan aplikasi standar WM 6 buatan Helmi ini, saya langsung menginstal cab tambahan yang disuguhkan Helmi dan Xplode. HTC HomePlugin, HTC Dialer, Live, HTC Streaming sampai Audio Manager, langsung terpasang di BlueAngel. Menjelajah HTC Home, serasa memiliki beberapa aplikasi yang tergabung menjadi satu. Dari shortcut, weather, clock, sampai music player. Profile, device lock, dan speed dial lengkap dengan photo juga langsung terintegrasi dalam HTC Home. Tampilan HTC Dialer juga memberikan suasana berbeda untuk gadget gendut ini. Apalagi dengan tambahan HTC home customizer. Mak Nyuss!
Read More »

BlueAngel Dengan Crossbow

09.1.2007 | 9:07 am | Gadgetory

Tepat tanggal 31 Agutus 2007, secara ‘resmi’ master ROM PPC, Helmi, launching OS terbaru untuk BlueAngel. Kini, Windows Mobile 6 Profesional berhasil dicelupkan ke dalam salah satu varian gadget keluaran HTC tersebut. Launching ini bertepatan dengan Gathering XOJ Community (G4) di sebuah kafe kecil di pusat perbelanjaan Senayan City.

Tentu ini kesempatan menarik untuk berkumpul dengan teman komunitas XDA, sekaligus mendapat kesempatan menjadi orang-orang pertama yang menggunakan WM6 di BlueAngel. Nggak nyangka, banyak orang di dunia yang setia menggunakan BlueAngel, sudah tak sabar menanti launching OS terbaru ini.

Kebetulan, saya mendapat giliran pertama untuk upgrade. Tentu masih dengan kepanikan seperti upgrade WM 5 tahun lalu. Yaa, walaupun dikelilingi master-master ROM secara langsung, tetap saja tidak ada yang bisa menjamin bahwa upgrade akan berhasil 100%. Dan benar saja. Kepanikan saya mencapai puncaknya ketika notebook yang digunakan tiba-tiba mengalami bluescreen dan harus restart. Windows SUX!

Cuma doa yang bisa saya panjatkan, semoga BlueAngel saya masih bisa diselamatkan. Windows pun kembali logon, BA di setting ulang. Cring, Alhamdulillah device saya masih bisa bernapas dan upgrade dimulai dari awal.

Pada kesempatan kedua ini, detik-detik proses menjadi detik yang menegangkan. Kegagalan upgrade pertama lumayan menciutkan hati saya. Tapi, jelas sudah tidak bisa mundur lagi. The show must go on.

Sekitar 10 menit berlangsung, upgrade selesai dan proses setting device dimulai. Setting itu dan setting ini, lancar jaya. Sampai testing beberapa aplikasi standar, mulus dan nyaris tanpa cela. Fiuh, WM6 sukses dibenamkan.

Malam itu, wajah cerah menjadi milik pengguna BlueAngel di sana. Dan mungkin juga di seluruh dunia. Karena malam itu juga, source WM6 langsung di upload ke forum xda-developers.

Thank’s to all of You!

G4

Blackberry

05.19.2007 | 10:49 pm | Gadgetory

BlackberryTebaran racun di milis Gadtorade bener-bener membuat saya memikirkan Blackberry. Apakah saya sudah membutuhkan gadget yang satu ini? Atau, haruskah saya mencoba kekuatannya?

Saat ini saya masih setia menggunakan Pocket PC bermesin HTC BlueAngel. Sudah beberapa tahun menggunakannya, dan belum bisa berhenti atau berpaling ke lain gadget. Kelengkapannya dalam mendukung mobilitas saya sudah teruji sepenuhnya. Apalagi setelah di-upgrade ke Magneto.

Salah satu kelengkapan yang paling sering saya gunakan adalah segala yang terkoneksi dengan internet. Browser, messenger, atau email client. Walau masih mengusung teknologi 2,5 G, -beuh, padahal sekarang udah jaman 3,5G-, tetap saja device ini sudah berhasil membuat saya ‘autis’. Dari serunya chatting, sampai membaca ratusan email dari groups favorit. Anteng, walau -mungkin- ada badai datang… ;)

Kecintaan saya terhadap device ini agak tergoyahkan untuk selintas melirik teknologi lain yang mempromosikan kemudahan beremail. Blackberry. Sebenarnya saya sudah mengenal blackberry sejak awal teknologi ini mulai beredar di Indonesia. Seorang rekan memperkenalkan mesin blackberry, saat dia ditugaskan untuk mencoba layanan ini dengan salah satu provider di sini. Saat itu, alat yang dikembangkan oleh perusahaan Canada yang bernama Research In Motion (RIM), sama sekali tidak menggugah rasa penasaran saya. Walau dengan teknologi push emailnya itu sekalipun. Bentuk dan tampilan layarnya bisa menjadi salah satu penyebab. Kaku dan tidak menarik.
Read More »

Blue Angel dengan Magneto

12.29.2006 | 10:57 am | Gadgetory

Today05Basbang mungkin, bagi sebagian orang. Tapi melakukan upgrade ROM untuk windows mobile sudah menjadi cita-cita saya sejak beberapa tahun lalu. Kala itu, saya masih menggunakan windows mobile Himalaya. Ketika mengakses forum developers, pelajaran tentang mengubah versi ROM Himalaya semakin banyak didapat. Dari upgrade ke WM2003SE sampai WM2005. Untuk melakukannya? Nanti dulu. Niatnya sih menunggu garansi habis.

Belum habis masa garansi Himalaya, saya sudah terlanjur jatuh cinta pada varian HTC selanjutnya. Blue Angel. Saat itu, developers semakin meningkatkan kinerja dari WM2005 dengan AKU (Adaptation Kit Update)-nya. Kenginan itu semakin kuat. Download source-nya pun mulai saya lakukan. Lagi-lagi masalah garansi membuat saya menunda niatan itu. Oh iya, kenapa masalah garansi ini jadi ganjalan? Terdengar kabar bahwa bila device kita rusak karena masalah upgrade ROM atas keinginan sendiri, garansi hangus. Dan resiko dari upgrade ROM ini juga tidak main-main. Bila ada interupsi sedikit saja pada saat proses upgrade berlangsung, device bisa mati total. Tidak seperti instalasi PC, bila gagal mungkin kita bisa format ulang, masalah beres. Instalasi ROM baru ini juga sangat disarankan menggunakan notebook atau PC dengan UPS. Apabila tanpa diduga listrik mati, PC tidak ikutan mati dan tidak menghentikan proses upgrade.
Read More »

Siemens SX66

10.15.2006 | 9:28 am | Gadgetory

Berawal dari keribetan urusan kantor pada Jumat beberapa pekan lalu, saya tidak bisa menyelamatkan XDA2s yang baru saya gunakan beberapa bulan. Hari itu, dengan sukses saya membuat retak touchsreen gadget yang juga dikenal dengan nama Blueangle ini. Ujung meja kantor telah menjadi penyebab berakhirnya penggunaan ponsel yang menggunakan Windows Mobile 2003SE sebagai sistem operasinya.

Sebelum akhirnya harus rela mencari pengganti, saya sempat menanyakan biaya service dan komponen pengganti yang diperlukan. Namun, mengingat harga yang selangit, tampaknya saya berpikir lebih baik membeli ponsel baru. Harga mahal karena selain mengganti touchscreen, LCD pun harus diganti. Kedua komponen ini tidak dijual terpisah. Sebenarnya, dari bantuan Om Google, saya menemukan solusi penggantian touchscreen tanpa harus mengganti LCD. Namun yang menyediakan komponen ini posisinya nun jauh di negeri seberang. Huh!

Untuk sementara, saya sempat tidak tertarik lagi dengan ponsel berlayar sentuh dan lebar. Sempat melirik deretan ponsel 3G bermerk Sony Ericsson. Secara gembor-gembor fitur 3G yang sudah mulai diimplementasikan di negara ini. Namun, setelah berulang kali membaca review berbagai tipe, saya belum bisa juga menjatuhkan pilihan.

Mungkin, kebiasaan menggunakan ponsel berbasis Windows Mobile selama beberapa tahun membuat saya sulit untuk pindah kelain hati. Apalagi dengan dengan bentuk fisik yang besar dan enak digenggam. :D

Akhirnya, lagi-lagi saya kembali membeli PDA phone dengan spesifikasi yang persis sama dengan XDA2s. Selain OS yang sama, bentuk fisik dan kelengkapan pun nyaris sama. Hanya beda merk dan warna saja. Bahkan ‘bug’ yang ada pun nyaris sama. Ponsel pengganti itu adalah Siemens SX66.

Sesama pengusung aliran HTC Blueangle, saya sudah tidak memerlukan penyesuaian atau tidak perlu direpotkan untuk mencari-cari aplikasi tambahan yang diperlukan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Ah, sekarang harus lebih berhati-hati bila melewati ujung meja.. ;)

SX66

« Previous Entries