08.18.2008 | 8:13 pm | Komputer
Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.
Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, Bung?! hihihi… Sebelumnya, saya memang sudah puas dengan wordpress versi jadul, 1.5. Baru sekali upgrade dari versi sebelumnya, sewaktu masih di tempat hosting yang lama. Saat itu, menggunakan cpanel, upgrade wordpress semudah menjentikkan jari. Tinggal masuk menu instalasi, dan otomatis akan ditawarkan versi terbaru. Sekali klik, proses upgrade berjalan dengan sendirinya.
Setelah saya pindah tempat hosting, yang menggunakan DirectAdmin, saya hampir tak pernah melihat menu untuk upgrade wordpress. Ya sudahlah, toh aktivitas blog saya tidak terganggu hanya karena menggunakan versi yang lama.
Sampai sore tadi, saat melihat plurk-an seseorang tentang versi wordpress terbaru, saya tergugah untuk coba-coba upgrade. Seperti biasa, tanya om google dulu bagaimana upgrade wordpress di DirectAdmin. Sampailah saya ke tutorial ini. Oh iya, sepertinya ada menu Installatron, yang mungkin fungsinya untuk memudahkan instalasi/upgrade di DirectAdmin. Tapi, untuk sementara saya skip dulu menu ini, dan menggunakan cara upload manual.
Ah, ternyata simple aja yaa. Mulailah saya mengikuti setiap langkahnya. Dari download wordpress 2.6.1 sampai upload ke server nyaris tanpa cela. Ups, ada ding celanya. Berhubung upgrade hanya menggunakan media koneksi gprs, terbayanglah kecepatan proses uploadnya. Mulai proses pukul 16.00, baru selesai pukul 20.00. Padahal, di website Wordpress digaungkan proses upgrade hanya memakan waktu tak lebih dari 5 menit saja. hehehe.. Tapi salut juga dengan koneksi Telkomsel hari ini. Notebook saya hidupkan dari pukul 8 pagi, dan langsung sambung ke internet. hanya terputus sekali pada pukul 19.
Sekarang, wordpress saya sudah berjalan dengan versi 2.6.1. Versi paling baru pada saat tulisan ini dibuat. Entah sampai kapan versi ini akan tinggal di server blog saya. Kita lihat saja nanti.. 
Comments (0)
07.4.2008 | 8:31 pm | Gadgetory, Komputer
Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.
Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.
Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.
Read More »
Comments (4)
01.25.2008 | 10:56 pm | Komputer
Gegap gempita gaung Acer Aspire 4520 menyentak saya untuk memperhatikan keberadaan notebook ini. Dari beberapa forum yang saya jamah, hampir pasti jumlah halaman yang terbentuk akan lebih banyak dari topik-topik yang lain. Pujian yang ada jauh lebih besar dari cercaan yang sempat lewat. Lain forum, lain pula cerita di sebuah mailing list yang diakui sebagai sumber informasi per-gadget-an. Walau belum ada topik khusus tentang ini -afaik-, beberapa orang terlihat memberikan referensi positif yang mengacu pada notebook ber-processor AMD Turion tersebut.

Acer 4520 sudah menarik hanya dengan melihat tampak luarnya. Format tampilan baru ini sepertinya sudah menjadi ciri khas untuk beberapa varian Aspire. Dan saya jadi salah satu orang yang tertarik sejak pertama kali melihatnya. Warna hitam pada sisi luar, menutup aura putih yang akan terlihat jelas ketika kita membukanya. Walau warna ini merata di seluruh body dalam, dari list LCD sampai keyboard -ada list LCD dengan warna hitam-, tidak ada rasa bosan untuk memandangnya. Sudut oval membuat tampilan lebih dinamis dan jauh dari kesan kaku. Jejeran icon-icon kecil di bawah keyboard memberikan informasi lengkap tentang hardware dan fitur yang tertanam di dalam notebook super lengkap ini. Balutan luar speaker membentang lurus di atas keyboard dengan didampingi tombol shortcut untuk mengeksekusi beberapa fitur dan aplikasi. Tepat di atas LCD, lekat menempel sebuah benda kecil dan hitam yang mampu menampilkan apapun yang berada di hadapannya. Webcam dengan tajuk Crystal Eye.
Read More »
Comments (34)
07.14.2007 | 7:24 am | Komputer
Lebih dari seminggu gue gak bisa mainan komputer di rumah. Setiap gue nyalain, cuma mampu menampilkan gambar jendela depan, lalu sekarat dengan error message kesalahan pada software atau hardware bla bla bla…
Awalnya gue pikir ini masalah klasik pada hardisk yang memang udah mati segan hidup tak mau. Hardisk ini juga gue pake cuma buat eksperimen kecil-kecilan. Jadi, kalo sesekali mati, wajar aja kali yee…
Ganti hardisk akhirnya gue lakuin. Tentu dengan hardisk yang original merk-nya, terjamin mutunya, dan banyak debunya. Terakhir gue pake hardisk ini, gak ada cacat sedikitpun. OS juga sudah terinstall dengan rapi.
Tapi sayang, dengan hardisk ini pun, komputer gue masih aja sekarat dengan error message yang gak jelas tadi. Ciri khas windows lah yaa..
DEMN, berarti bukan hardisk. Gw mulai cari-cari kambing hitam lain. Yang paling ada motif adalah power supply dan memory. Pasalnya, dua benda itu punya kisah kelam masa lalu yang membuat gue pusing mikirin nasib hidup kompi tua renta ini saat itu.
Copot sana, copot sini. Bongkar sana, bongkar sini. Colek sana colek sini. Hasilnya selalu nihil. Mungkin bukan dua benda ini kali yaa. Secara gue masih bisa ke safe mode untuk sekedar ngeliat gambar buram, warna gak menarik, dan resolusi layar yang lebih kecil dari ponsel sekali pun. Berbeda dengan kisah dulu yang sama sekali gak mau nyala.
Hmm, perhatian gue beralih ke OS-nya. Coba ah, instal ulang! Maka, dengan sedikit semangat membara - udah jam 1-an -, sambil menahan kantuk karena seharian melotot di kantor, gw instal ulang jendelanya. Tapi malang nasibkuh malam ini. Instalasi gak mampu meneruskan proses pada titik 35%. Sepuluh kali ulang, tetep aja stuck di angka itu. Sebenarnya, kalo aja terhenti pada angka 68%, gue akan sedikit berbahagia. Tapi.. ah, sudahlah..
Gue harus cari kambing hitam lagi nih. Hmmm…., hardisk bukan, memory bukan, power supply bukan, OS juga bukan. Tinggal processor, soundcard, atau VGA?
Processor kayaknya susah untuk di-test. Lha, gimana ngetesnya? Trus, VGA kayaknya enggak juga. Monitor masih jelas menampilkan suasana dan isi komputer gue. Berarti tinggal soundcard.
Cari obeng kecil, putar ke kiri beberapa kali, dan lepas kabel audio. Hengkanglah souncard live! 5.1 ini dari slot PCI. Restart komputer, Jrenngg.. hilang semua message error tadi, instalasi windows juga berjalan lancar. Akhirnya, ketauan juga biang keladinya.
Dengan sedih, gue hempaskan soundcard yang sudah melayani gue 5 tahun lebih dengan suara digital surround ini. Partner yang udah teruji memberi kepuasan lahir dan bathin untuk main game dan nonton DVD. Kini, Altec Lansing di pojok-pojok ruangan pun hanya bisa diam membisu. Komputer tua ini jadi gagu sementara waktu.
Comments (14)
11.11.2006 | 9:28 pm | Komputer, SastraGaul
Sejak sebulan lalu, gue dah kesel banget sama yang namanya gprs Xplor. Dengan biaya flat yang gue keluarin setiap bulan sebanyak 200 ribu (belum termasuk pajak), gue cuma bisa chating doank. Jangankan untuk download, buka portal aja gak pernah tercapai.
Modem internal pun gak bisa terdeteksi oleh operating system lama (WinXP). Mungkin udah error dari dulu kali yaaa, berhubung gak pernah dipake hampir setahun, tuh modem jadi ngambek. Dan niatan untuk pake telkomnyet sebagai pengganti juga gak tercapai.
Kontan, fakir benwith jadi kesan yang gak akan terlupakan kalo gue lagi stay di rumah.
Lagi iseng-iseng berbengong ria, gue coba jalanin OS Windows Vista beta yang pernah gw instal sejak dahulu kala. Niatnya sih mau maen-maen aja dengan OS yang superberat ini. Tapi tanpa disengaja, pas gue nyoba koneksi internet dengan modem ponsel, browsing jadi ngacir. Donlot pun gak masalah. Lho koq?
Comments (19)
03.1.2006 | 11:24 am | Komputer
Setelah beberapa waktu ‘agak’ bermasalah dengan layanan idwebhost, per tanggal 27 Februari 2006 domain saya berpindah hosting ke A3plusmedia. Dengan bantuan yang tak terhingga dari Bi[G], proses transfer berjalan mulus.
Sedikit cerita ke belakang, awalnya saya sangat puas dengan layanan dari idwebhost. Selain harganya murah, respon dari customercare-nya pun cepat dan mudah dimengerti. Apalagi untuk newbie seperti saya. Pada bulan pertama sampai bulan kelima, hampir tidak ada masalah berarti yang mengganggu aktivitas domain ini. Walau beberapa kali drop, tapi cepat terselesaikan. Waktunya pun tidak berdekatan.
Masalah mulai timbul pada bulan keenam, kejadian drop dan tidak bisa diakses semakin sering. Baik siang maupun malam hari. Email yang menggunakan domain ini pun jadi sering bounching. Kebetulan mengikuti beberapa milis yang traffic-nya lumayan tinggi, jadi bisa cepat terdeteksi ketika email yang terdaftar dalam milis tersebut bermasalah.
Read More »
Comments (21)
01.15.2006 | 4:19 pm | Komputer
Beberapa bulan lalu saya hanya bisa termenung-menung diam saja melihat tutorial yang diberikan Priyadi dalam postingan di blog-nya mengenai plugin wordpress Ip To Country hasil karyanya sendiri. Sebagai seorang absolute newbie, tutorial yang diberikan memang sangat membingungkan. Dan yang jelas postingan ini agak basbang bagi yang sudah lama pasang plugin ini di blog-nya. Apalagi hanya berbekal pengalaman sedikit utak-atik css dan php dengan logika sendiri dan ini pun baru dilakukan beberapa bulan lalu. Mungkin untuk tutorial memasang plugin semacam browser detection, cukup bisa ‘ditelan’ dalam jangka waktu beberapa hari. Namun untuk yang satu ini, yang memerlukan pembuatan table pada phpMyadmin dengan sql -atau apalah namanya- jelas-jelas membuat pusing tujuh keliling.
Kata phpMyadmin sendiri baru saya dengar sekitar 2 hari yang lalu. Yaitu ketika saya sedikit bertanya kepada Bi[G] yang saya tahu blog-nya sudah dihiasi dengan plugin ini. Tapi memang dasar orang besar ini agak gemblung, sehabis memberikan sedikit clue, langsung hilang tanpa bekas. Ugh!
Read More »
Comments (24)
« Previous Entries