Sebenarnya liburan adalah masa yang menyenangkan bila diisi dengan aktivitas melepas stress dan menghilangkan kejenuhan rutinitas sehari-hari. Apalagi bila liburan jatuh pada masa big season. Akhir tahun ini misalnya.
Jatah cuti tahun ini yang hampir tidak pernah saya ambil, membuat jumlah hari yang tersisa lumayan banyak. Niatnya memang akan saya habiskan untuk akhir tahun. Tapi sayang, niat itu tidak terkabul di tahun ini. Secara rekan yang beragama Nasrani pasti mempunyai niat yang sama untuk merayakan hari besarnya. Bos baru saya pun kebetulan beragama Nasrani. Jadi, akan sulit bagi saya dapat menghabiskan sisa cuti pada masa-masa ini. Harus mengisi tempat yang kosong di meja kantor.
Pada pertengahan Desember, paksaan untuk mengambil cuti terus berdatangan dari SDM. Heran, koq malah dipaksa yaa… ![]()
Akhirnya, saya terpaksa ambil cuti tahunan dari tanggal 18 – 22 Desember. Waktu seminggu ternyata belum juga menghabiskan sisa cuti saya tahun ini. Sementara, Bos kerap meminta saya untuk menghabiskan cuti. Sayang kalau hangus, katanya. Karena Desember ini bulan terakhir menghabiskan cuti menurut peraturan perusahaan, akhirnya saya bilang, biarlah sisa cuti tahun ini hangus ditelan waktu. Ternyata bos saya ini belum menyerah. Dia akan meminta pengecualian ke SDM agar waktu cuti saya bisa diperpanjang sampai akhir Januari. Dan, jadilah cuti sesi kedua jatuh di akhir Januari 2007.
Balik ke cuti sesi pertama. Berhubung waktu cuti yang terpaksa, waktu saya jadi terbuang percuma. Belum ada rencana-rencana jitu untuk menghabiskan waktu libur di tanggal-tanggal tersebut. Hampir tidak ada kegiatan yang bisa menghilangkan stress atau melupakan rutinitas. Tetap saja diisi dengan menghadap komputer, bergumul dengan dunia maya, sambil sesekali melihat email kantor dan melayani telepon pertanyaan seputar pekerjaan dari orang kantor. Meeting kecil dengan rekan komunitas juga sesekali terselip dalam masa cuti ini. Ah, semua kegiatan itu pun sama seperti yang saya lakukan setiap harinya. Bedanya, biasa melakukan di kantor, sekarang di rumah. Satu-satunya kegiatan yang ‘mungkin’ bisa menghibur adalah pada hari Minggu(24/12) saya menonton Eragon di Gading XXI. Yah, lumayan lah, walau beberapa orang menyimpulkan film ini sux.
Hari Senin (25/12), masa libur saya malah ditutup sesuatu yang tidak menyenangkan sama sekali. Kran air di rumah yang memang sudah karat, drat-nya dol dan air pun keluar tanpa henti. Jadilah pagi sampai siang ini saya harus memperbaiki kran air. Duh, saya khan tidak pernah mendapat mata kuliah servis kran air…


Dua minggu terakhir ini, beberapa kali saya mendengar bunyi gemeresek dari atas lemari di rumah. Bunyi tersebut biasanya mulai terdengar ketika angka di jam dinding menunjukkan pukul 8.00 atau lebih. Awalnya saya tidak begitu memperhatikan asal bunyi-bunyian tersebut. Namun, menurut pengakuan ‘teman tidur’ saya, bunyi tersebut merupakan suara yang ditimbulkan oleh binatang hitam berbulu dengan ekor panjang menjuntai. Dia mengetahui hal ini karena beberapa kali mendengar bunyi mendecit khas yang keluar dari pita suara binatang itu. Bunyi yang pasti dibarengi dengan teriakan histeris sang ‘teman tidur’. Yaa, kebetulan teman tidur saya ini mempunyai rasa takut luar biasa bila menjumpai binatang yang bernama tikus tersebut.